A Small Paradise in Sumatera !

danau kaco

Percayakah Kamu kalau Indonesia itu adalah serpihan surga yang jatuh ke bumi ? Atau, percayakah kamu kalau Indonesia itu adalah salah satu negeri terindah di Dunia?

Yap ! memang begitulah adanya. Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia. Indonesia juga salah satu negeri yang dilewati garis khatulistiwa dan merupakan negara tropis yang sangat subur. Hutan-hutan di Indonesia ditumbuhi pepohonan yang sangat rimbun dan kebanyakan masih sangat asri dan belum tersentuh. Salah satu pulau yang mempunyai hutan yang cukup lebat yaitu Sumatera. Pulau terbesar keenam di dunia ini menyimpan begitu keindahan-keindahan alam dan sebagian masih tersembunyi dibali lebatnya rimba Sumatera. Butuh perjuangan berjalan kaki menembus rimba belantara untuk menemukan keindahan itu. Salah satunya adalah Danau Kaco, sebuah surga kecil ditengah lebatnya rimba belantara sumatera.

Danau Kaco terletak di Provinsi Jambi, tepatnya di Desa Lempur, Kabupaten kerinci. Terletak ditengah hutan sumatera, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat. Keinginan saya untuk mengunjungi Danau Kaco pertama kali muncul ketika seorang teman yang berasal dari Jambi bercerita akan keindahan danau ini. Rasa penasaran dan keinginan untuk melakukan sebuah perjalanan ke rimba Sumatera mendorong saya untuk mewujudkan perjalanan ini.

Perjalanan saya dimulai dari Jakarta, menumpangi pesawat menuju Bandara Internasional Minangkabau di Kota Padang. Setelah sampai di Padang, ada banyak pilihan transportasi seperti mobil travel yang menawarkan perjalanan ke Kabupaten Kerinci. Saya langsung menaiki mobil travel yang sebelumnya sudah saya pesan melalui telepon. Perjalanan menuju Kabupaten kerinci ditempuh dalam waktu 7-8 jam.

Sampai di Kabupaten Kerinci, saya langsung dijemput oleh seorang teman lama yang kebetulan tinggal di daerah Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci. Itulah gunanya punya banyak teman, Kawan. Kemanapun Saya pergi traveling, yang saya cari pertama kali adalah teman. Teman akan membuat kita mudah dalam melakukan perjalanan, apalgi teman kita adalah orang asli daerah yang kita tuju dan sudah paham betul tentang daerahnya. Teman saya kali ini namanya ardi, kami bertemu satu tahun lalu di Gunung Semeru.

Dari Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Saya diajak Ardi untuk menginap di basecamp pecinta alam Sungai Penuh. Rencananya kami akan berangkat menuju Desa Lempur, tempat pintu masuk ke Danau Kaco yang saya tuju. Keesokan hari, sekitar pukul 5 pagi, saya dan Ardi langsung menuju desa lempur yang berjarak sekitar 40km dari Kota Sungai Penuh. Kami mengendarai sebuah sepeda motor tua tapi tenaganya masih oke. Motor yang kami bawa adalah Motor CB100 yang telah di modif.

Perjalanan ke Desa Lempur memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Sampai di Desa Lempur, Ardi mengajak saya untuk mampir kerumah seorang temannya. Dia adalah Bang Jo, seorang ketua pemuda pecinta alam desa lempur. Kami menitipkan motor tua ini di rumah bang jo dan melanjutkan perjalanan menuju Danau Kaco. Dari desa Lempur, kami menumpangi mobil bak pengangkut padi. Jalanan menuju gerbang danau kaco masih belum bagus dan banyak lubang. Sekitar 20 menit, kami sampai di pintu masuk menuju Danau Kaco. Dari sini kami akan melewati jalur yang cukup jauh dengan berjalan kaki. Setelah membayar biaya simaksi sebesar Rp 10.000menyiapkan persiapan seperti air minum dan makanan. Kami mulai berjalan memasuki rimba Sumatera. Jalur yang di lalui tidak terlalu menanjak dan cenderung datar. Disepanjang perjalanan, Saya dan Ardi bercerita tentang legenda Harimau Sumatera yang bagi kebanyakan orang Sumatera disebut “inyiak”. Hutan Rimba Sumatera merupakan habitat dari harimau sumatera yang sudah hampir punah ini.

Setelah 1 jam perjalanan, kami sampai di jalur yang sedikit berat. Melewati beberapa lembah dan berjalan di akar-akar kayu. Karena kondisi hutan Sumtera yang sering lembab dan hujan yang semalam mengguyur, jalurnya sangat licin dan harus berhati-hati. Ada satu jalur yang mengharuskan kita untuk menyeberangi sungai dengan jembatan bambu yang sangat kecil. Setelah perjalanan sekitar 3 jam, akhirnya kami sampai di Danau Kaco. Hal pertama yang terlintas dipikiran saya adalah takjub dengan keindahan surga kecil didalam rimba Sumatera ini.

Air danau yang berwarna biru dan sangat jernih membuat danau ini nampak sangat indah.
Air danau yang berwarna biru dan sangat jernih membuat danau ini nampak sangat indah.

Akhirnya rasa lelah saya terbayarkan oleh warna biru yang begitu memikat dan jernihnya air di Danau Kaco ini. Ada juga ikan-ikan kecil yang berenang dan tampak dari permukaan danau. Kayu-kayu pepohonan nan rimbun khas hutan Sumatera, berpadu dengan sangat cantik dengan pesona danau kaco ini.

Dilihat dari tempat yang lebih tinggi, Danau Kaco tambah mempesona
Dilihat dari tempat yang lebih tinggi, Danau Kaco tambah mempesona
Menikmati buah apel hijau di tepi danau kaco kenikmatannya jadi bertambah
Menikmati buah apel hijau di tepi danau kaco kenikmatannya jadi bertambah

Pada saat Saya sampai disana, tidak ada orang lain disana kecuali Saya dan Ardi. Hanya suara alam dan kicauan burung-burung di rimba Sumatera yang menyambut kami. Sungguh surga kecil yang tersembunyi di balik rimba Sumatera.

Saya masih heran dan terkagum kagum akan keindahan danau biru ini, Sungguh luar biasa
Saya masih heran dan terkagum kagum akan keindahan danau biru ini, Sungguh luar biasa
Saya mencoba mandi di air yang sangat jernih ini. Serasa di kolam renang pribadi ditengah hutan ya. Tapi airnya sangat dingin.
Saya mencoba mandi di air yang sangat jernih ini. Serasa di kolam renang pribadi ditengah hutan ya. Tapi airnya sangat dingin.

Itulah cerita perjalanan Saya dalam menelusuri sebuah surga tersembunyi di rimba Sumatera, Danau Kaco di Desa Lempur Kabupaten Jambi. Semoga tetap terjaga kebersihan dari tempat ini.

Jangan lupa bagi kawan-kawan yang mengunjungi tempat ini agar memungut sampahnya dan membawanya kembali pulang. Jangan biarkan keindahan surga kecil ini rusak hanya karna sampah yang kalian buang sembarangan. Mari peduli terhadap pesona dan keindahan alam Indonesia. Salam Pejalan! Salam Lestari! (@baratdaya_)

Follow instagram : @baratdaya_ ~ Seorang Pejalan amatir yang tidak tahan untuk tidak menjelajahi setiap jengkal sisi baik dari negeri ini.

Leave a Reply