Asyiknya wisata ke Bali sambil road trip

Post

Kalau lagi wisata ke suatu daerah atau negara, saya inginnya sewa kendaraan lalu melakukan road trip deh. Sama seperti waktu saya ke Bali beberapa waktu lalu, saya juga mencoba untuk road trip bersama teman saya. Memang waktunya ga panjang-panjang amat, kurang dari seminggu, karena saya sudah ada rencana untuk ke Sumba setelah trip dari Bali ini.

Karena rencananya road trip, makanya kami memilih tempat yang jarang kami kunjungi. Kami memilih untuk pergi ke daerah utara Bali melalui jalur timur. Walaupun ujung-ujungnya juga ke pantai populer di daerah selatan Bali hehe.

Hal yang paling saya suka ketika melakukan road trip adalah ga terikatnya kami dengan jadwal, walaupun masih tetap terikat juga dengan waktu hehe. Kami bisa stop di mana saja dan kapan saja sih, kadang ada yang harus kami skip, karena di spot sebelumnya kelamaan. Total waktu perjalanan yang saya tempuh saat itu dari airport ke penginapan di utara Bali sekitar 12 jam perjalanan. Lama ya! Haha.

...

Kami memilih untuk terbang ke Bali pada pagi hari, sehingga kami masih punya banyak waktu untuk explore tempat-tempat selama perjalanan. Seperti misalnya pemberhentian pertama kami di Goa Lawah di kabupaten Klungkung. Dari namanya sudah ketauan 'kan, kalau di dalam goa ada kelelawarnya (lawah). Sebenarnya di area Goa Lawah, ga hanya terdapat goa kelelawar saja, tapi di sekitarnya terdapat pura juga. Ternyata kompleks puranya besar juga, meskipun mulut goa-nya ga besar-besar amat. Lokasi Goa Lawah ini terletak di dekat pantai, namanya pantai Goa Lawah. Kami tinggal menyebrang jalan aja, udah sampai di pantainya.

goa-lawah-bali-timo-wp
Goa Lawah di Bali

Sepertinya pantai di timur Bali memiliki warna pasir yang khas deh, berwarna hitam. Sama seperti yang kami lihat ketika stop untuk makan di salah satu restoran di pinggir Pantai Candidasa. Pasir pantainya berwarna hitam juga.

Di pinggir pantai dekat tempat kami makan ternyata spotnya sering dipakai untuk foto-foto prewed. Soalnya dari pantainya juga dibuat jalan setapak menjorok ke laut membentuk huruf 'T', yang di kedua sisinya ditempatkan gazebo. Asyik sih ya, duduk-duduk di sana sambil menikmati semilir angin laut. Namun kami harus jalan lagi.

Kalau road trip sih memang lebih enak kalau kita tdak buru-buru ya, kalau bisa malah menginap dulu semalam atau lebih di tempat-tempat yang kita lewati. Padahal di area pantai Candidasa sudah ada penginapannya nih hehe.

pantai-candidasa-bali-timo-wp
Santai sejenak di Pantai Candidasa, Bali

Tujuan selanjutnya setelah pantai Candidasa, sebenarnya langsung menuju penginapan kami di area Sambangan (Singaraja). Perjalanannya masih cukup jauh memang, tapi saya tiba-tiba teringat satu pantai yang waktu itu lagi cukup ngehits. Namanya pantai Perasi, atau ada yang bilang pantai pasir putih, atau Virgin Beach di daerah Karangasem.

pantai-perasi-bali-timo-wp
Salah satu sudut di Pantai Perasi, Bali

Menuju pantai Perasi ini agak cukup membingungkan waktu itu, karena ternyata jalanan masuk menuju pantai dari jalan utama tidak terlalu terlihat, jadi sempat kelewat. Kemudian setelah belok memang tidak langsung pantai, tapi masih menempuh beberapa kilometer lagi. Kalau tidak salah, dulu jalanannya sudah cukup lumayan kok.

Ternyata pantai Perasi itu sebuah pantai yang diapit dengan dua bukit, jadi bisa dibilang semacam teluk kecil lah. Pantainya juga ga terlalu panjang, dan ternyata sudah ada beberapa warung. Waktu itu sih, sepertinya ada semacam penginapan di paling ujung, karena ada tampak beberapa rumah sederhana di situ. Sepertinya, pantai Perasi juga merupakan tempat nelayan berlabuh deh, karena banyak perahu-perahu nelayan di tepi pantainya.

Matahari mulai terlihat mundur dari singgasananya, hari mulai redup, dan perjalanan menuju penginapan kami masih cukup jauh, walaupun saya belum rela meninggalkan pantai Perasi ini. Sepanjang perjalanan rasanya kok ga sampe-sampe, ya hehe. Sempat beberapa kali berhenti di warung pinggir jalan untuk beristirahat sejenak. Akhirnya ketika sampai di utara Bali, jam sudah menunjukkan sekitar pukul 9 malam. Ketika sampai di penginapan tuh ingin langsung tidur haha, tapi perut masih kelaparan. Untungnya restoran di dalam penginapan masih buka, kalau ga, terpaksa kami harus naik mobil lagi untuk keluar agak jauh. Lokasi si penginapannya memang agak masuk ke dalam.

Namun, ini satu hal yang saya suka dari kawasan utara Bali, terasa masih asri. Waktu pagi hari, ternyata saya baru sadar karena kawasan sekitar penginapan masih rimbun dengan pepohonan. Setelah sarapan, saya pun keluar sendiri dengan berjalan kaki menyusuri jalanan yang masih terbilang sepi, dan di samping saya masih ada sawah membentang. Lagi asyiknya berjalan, kemudian saya disamperin sama staf hotel yang kebetulan naik motor dan menawari saya tumpangan. Dari si bli ini, saya baru tau kalau ternyata ada air terjun Aling-Aling di dekat penginapan di daerah Sambangan. Wah, kebetulan nih.

air-terjun-aling-aling-timo-wp
Bisa kok turun sampai ke bawah untuk merasakan deburan air dari air terjun Aling-Aling. Uda ada tangganya tuh :)

Sesampainya di 'pos penjagaan' air terjun Aling-Aling saya kemudian jalan masuk masuk melewati sawah-sawah, hingga sampai di pertigaan. Ke kanan menuju air terjun Aling-Aling, ke kiri ternyata bisa menemui 3 air terjun lagi, seperti Kroya, Kembar, dan Pucuk, tapi syaratnya satu, harus ditemani guide. Kalau menuju air terjun Aling-Aling tidak perlu ditemani guide, karena jalannya sudah jelas kok, tinggal ikuti jalan setapak dan tangga, kemudian lanjut berjalan menyusuri sungai yang alirannya berasal dari air terjun Aling-Aling. Waktu itu hanya saya sendiri yang berkunjung. Rasanya ingin berlama-lama di sana, tapi karena cuma sendirian jadi males, dan lagipula ga bawa pakaian ganti haha. Akhirnya foto-foto saja deh di sana.

Di daerah Bali utara ini, kami memang tidak memiliki itinerary yang padat merayap. Saya dan teman saya termasuk 'pejalan santai' haha, menikmati suasanya saja. Sempat sih kami melipir ke pemandian air panas Banjar di daerah Singaraja juga, tapi karena kami sampainya sudah agak sore ke malam, jadinya ga bisa foto-foto karena sudah gelap.

Rasanya kurang lama memang hanya menghabiskan 2 malam di utara Bali ini, karena setelah ini kami bergerak lagi ke selatan untuk menginap selama 2 malam di daerah Bukit Ungasan, Jimbaran. Mau banget kalau balik lagi, dan berlama-lama di daerah utara Bali yang masih asri ini.

Dalam perjalanan menuju ke selatan, kami sempat berhenti juga di beberapa tempat, salah satunya adalah air terjun Gitgit yang sudah cukup terkenal. Ini sih lokasinya masih agak di utara ya. Kemudian kami berhenti juga di Pura Ulun Danu Beratan untuk makan siang. Pura Ulun Danu Beratan tuh terlihat cantik karena terletak di atas Danau Beratan. Cukup populer juga pura ini, karena ketika kami berkunjung setelah selesai makan siang, ada banyak turis lokal dan mancanegara yang datang ke sini. Tentunya, objek fotonya adalah pura ini.

pura-ulun-danu-beratan-bali-timo-wp
Pura Ulun Danu Beratan di Bali

Dan akhirnya kami melanjutkan lagi perjalanan menuju ke selatan. Keinginan untuk berhenti dan mampir ke Ubud pastinya ada banget, tapi saya langsung ingat dengan trip lanjutan ke Sumba haha.

Nah, kalau di selatan Bali sih memang hanya pantai-pantai saja yang kami kunjungi, atau istilahnya beach hopping deh. Misalnya pantai Pandawa dan Green Bowl yang lokasinya berdekatan, di paling selatan pulau Bali, kemudian lanjut ke pantai Padang-padang dan Suluban di sebelah baratnya.

pantai-pandawa-bali-timo-wp
Membelah bukit menuju Pantai Pandawa di Bali

Kalau berbicara mengenai Bali sih rasanya ingin balik lagi dan balik lagi, apalagi bisa jalan-jalan sendiri, sambil bawa kendaraan. Cape ga? Cape, pake banget, karena teman saya ga bisa menyetir mobil hehe. Sempet nyasar ga, sempet kok, karena waktu itu, teman saya bersikeras untuk jadi navigator dengan ingatannya sendiri, terus kemudian dia ragu haha. Akhirnya buka GPS juga deh. Tapi seru kok ini.

Kalau kamu sendiri, bagaimana? Pernah road trip di Bali? :)

...

Sekilas info mengenai spot-spot yang saya kunjungi (harga bisa saja berubah, ya):

Goa Lawah
Tiket masuk  : Rp. 15.000,-

Jam Buka        : 07.00 - 19.00

Pantai Perasi
Tiket masuk  : Rp. 3.000,-
Parkir                : Rp. 10.000,- (mobil), Rp.5.000,- (motor)

Air terjun Gitgit

Tiket masuk   : Rp. 5.000,- (dewasa), Rp. 3.000,- (anak-anak)
Parkir                : Rp. 5.000,- (mobil)

Pura Ulun Danu Beratan
Tiket masuk   : Rp. 10.000 ,- (dewasa), Rp. 7.500,- (anak-anak)
Parkir                 : Rp. 5.000,- (mobil), Rp. 2.000,- (sepeda motor)

Pantai Pandawa
Tiket masuk   : Rp. 4.000,-
Parkir                : Rp. 5.000,- (mobil), Rp. 1.000,- (motor)

Pantai Green Bowl dan Padang-Padang
Tiket masuk   : Rp. 5.000,- per orang

Pantai Suluban
Tiket masuk   : gratis

pantai-padang-padang-bali-timo-wp
Hanya mengintip Pantai Padang-Padang dari atas aja sih hehe

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.