Backpacker ke Dieng bikin ga bisa move on

Post

Pada bulan agustus 2016 saya iseng2 ikut opentrip untuk mengikuti acara festival Dieng. Dengan biaya yg mudah dijangkau, yah sekitar 1 jutaan lah kita sudah sampai di dieng, sudah dapat makan, penginapan, dan transport. Meetpoint kita di stasiun purwokerto, setelah itu akan dijemput oleh bus kecil.perjalanan dari Purwokerto ke Dieng sekitar 3 jam, itu mampir juga untuk sarapan.Awalnya biasa2 aja sampai di Dieng, udaranya dingiiiin banget.

img-20161228-wa0020

Ini nih foto saya pas lagi di bukit batu pandang ratapan angin. Di belakang saya ada telaga warna dan telaga pengilon.indah banget kan. Kebetulan pas saya kesini udara lagi cerah, jadi pemandangan bangus banget

img-20161228-wa0023

Di bukit batu pandang ratapan angin ada beberapa wahana seperti flying fox dan jembatan merah putih seperti yang saya naikin ini loh. Untuk naik jembatan merah putih kita harus rela antri. Agak ngeri juga waktu mau naik, tapi setelah di atas jembatan terbayar sudah dengan pemandangannya. Dan untuk naik jembatan ini jangan khawatir. Keamanan terjaga karena dipasang tali-tali pengaman di tubuh kita

img-20161228-wa0024

Pada malam hari nya kita akan disuguhkan festival jazz atas awan. Dengan udara yang sangat dingin,saya dan teman-teman jalan menuju area Candi Arjuna tempat diselenggarakan festival Jazz Atas Awan. Oiya untuk ikut opentrip ini kita sudah include tiket festival jazz nya loh. Jangan lupa bekal dari rumah jaket tebal waterproof,sarung tangan,sepatu gunung,dan masker yak.

img-20161228-wa0025

Ini ootd saya waktu datang ke festival jazz atas awan..hehe..

img-20161228-wa0026

Ini nih yang ditunggu teman-teman semua...festival lampion. Tiap orang dapat satu lampion,keren bukan. Oiya waktu acara ini ada bintang tamunya loh, Anji. Jadi baper deh waktu nerbangin lampion diiringin suara merdu Anji.

img-20161228-wa0028img-20161228-wa0027

Pada hari terakhir di festival Dieng ada acara pemotongan rambut gembel di pelataran area Candi Arjuna. Disini diceritakan untuk anak-anak yang berambut gembel rambutnya harus dipotong dengan ritual khusus. Tidak semua masyarakat di Dieng berambut gembel,hanya anak-anak tertentu saja yang berambut gembel. Biasanya anak-anak didahului dengan demam tinggi dan paginya tumbuh gembel. Walaupun sudah dipotong biasa tetap tidak bisa,tetap tumbuh gembel. Dan biasanya anak-anak ini mempunyai beberapa kelebihan, misalnya dapat komunikasi dengan beberapa makhluk halus. Di acara pemotongan rambut gembel ini saya bertemu dan sempat jabat tangan oleh tokoh favorit saya loh, pak Ganjar,gubernur Jawa Tengah. Beliau hadir bersama tokoh-tokoh daerah.

Rasanya tidak menyesal datang ke Dieng. Kenangan yang tidak dapat dilupakan. Apalagi kita bisa dapat bertemu dengan teman-teman baru. Untuk festival Dieng biasanya diadakan setahun sekali. Jadi jangan lupa untuk ikutan festival Dieng yaa tahun 2017, dijamin ga nyesel deh

 

 

 

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.