Belajar Menenun di Lepo Lerun

Lepo Lerun adalah desa tenun yang terletak di Maumere. Lepo Lerun sendiri berarti rumah tenun. Lepo Lerun tidak ada di Google Maps. Saya bertanya kepada beberapa orang untuk menemukan tempat ini. Lokasinya dekat dengan Seminari Ritapiret.  Setelah memperhatikan tanda tanda di jalan, sayapun menemukan tanda ini:
lepo-lerun-signSaya pun masuk ke dalam, memarkir kendaraan, dan memberi salam. Ibu Alfonsa de Horeng sendiri yang menyambut saya di teras rumahnya. Beliau mengatakan bahwa rumah tenun terletak di belakang, saya dianjurkan memutar dengan masuk ke jalan kecil. Selang 5 menit, saya pun memutar dan sampai pada rumah tenun yang sebenarnya.

Karena mengetahui kita baru berkendara dari Moni, maka Ibu Alfonsa pun menyuguhkan kopi dan pisang goreng. Alhamdulillah, rasanya luar biasa, dapat menghilangkan letihnya berkendara beberapa jam.

Di Lepo Lerun, kita dapat belajar membuat ikat tenun, dimulai dari bahan utamanya, yaitu kapas. Mama mama ini memberikan demo bagaimana cara mengolah kapas menjadi benang. Lalu bagaimana mewarnai benang, mengikat benang untuk membuat pola, dan menenun. Sungguh proses yang membutuhkan kesabaran. Ibu Alfonsa juga bercerita, ada beberapa turis mancanegara yang tinggal berbulan bulan untuk belajar bagaimana membuat kain ikat tenun di Lepo Lerun, dan mereka semua bisa dan senang. Kuncinya adalah kesabaran.
proses-dari-kapasDan saya menyadari mengapa harga satu lembar kain ikat tenun itu mahal. Karena prosesnya alami, dikerjakan oleh tenaga manusia bukan mesin, dan memakan waktu yang lama. Harga satu lembar kain ikat tenun Flores ini bergantung kepada beberapa hal, seperti:
– bahan yang digunakan, apakah memakai pewarna organik, atau benang sintetis
– motif yang tergambar pada kain tersebut
– besar ukuran kain
sambutan-berupa-musik-maumere
Ibu Alfonsa juga memperlihatkan musik khas Maumere bersama dengan mama mama yang lain. Sungguh sangat indah!

kain-tenun-khas-maumereSebelum melanjutkan perjalanan, saya berfoto memakai kain ikat tenun khas Maumere bersama Ibu Alfonsa dan mama mama Lepo Lerun. Ternyata motif untuk pria dan wanita berbeda. Mama mama Lepo Lerun membantu saya untuk memakai kain ikat tenunnya. Kain ikat tenun untuk pria dipakai seperti sarung, ditambah dengan selendang ikat tenun. Kain tenun pada wanita dipakai menyamping di pundak.

Lalu Ibu Alfonsa meminta kami untuk berfoto di depan Lepo Lerun, di dekat rumah pohon. Nah, kira kira sudah cocokkah saya memakai kain ikat tenun Maumere?
foto-ibu-alfonsa-de-horeng

traveller and photographer

Leave a Reply