Berakhir Pekan di Mercusuar Sembilangan

Menuju Madura via Suramadu.
Menuju Madura via Suramadu.

Bangunan peninggalan Belanda banyak tersebar dipenjuru negeri ini dan tidak sedikit yang dijadikan objek wisata karena nilai historis dan keunikan arsitekturnya. Salah satu peninggalan Belanda yang menjadi objek wisata adalah mercusuar di desa Tanjung Piring, Sembilangan, Kabupaten Bangkalan, Madura.

 

Mercusuar yang sudah berdiri sejak tahun 1879

Letaknya tidak terlalu jauh, kira-kira 6 km saja jarak tempuh dari pusat kota Bangkalan, dengan akses jalan beraspal yang cukup bagus, tidak sulit menuju tempat ini. Mercusuar ini sendiri masih berfungsi sejak pertama kali didirikan tahun 1879 pada masa pemerintahan Belanda.

  Jarak yang tidak terlalu jauh, akses mudah, biaya yang tergolong murah, untuk menikmati tempat ini cukup membayar uang parkir Rp. 5.000 bagi pengendara mobil dan Rp. 3.000 untuk pengendara motor. Menjadikan mercusuar Sembilangan menjadi destinasi wisata yang cocok untuk menghabiskan akhir pekan bagi mereka yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya.

Akses jalan menuju Mercusuar Sembilangan.
Akses jalan menuju Mercusuar Sembilangan.

Selain keindahan mercusuar itu sendiri serta pemandangan alam disekitarnya, dan mungkin karena umur bangunan yang sudah lebih dari satu abad, mercusuar ini juga menyimpan cerita-cerita mistis didalamnya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin mencoba sensasi lain saat berwisata pada malam hari.

 

Semua fasilitas dan retribusi wisata disini murni dikelola secara swadaya oleh warga setempat, tetapi tentu saja hal tersebut tidak mengurangi keindahan dari mercusuar Sembilangan sebagai salah satu destinasi wisata di Madura. Hal tersebut terbukti ketika saya mendatangi tempat ini sambil menikmati keindahannya. Dan segarnya es kelapa muda serta legitnya pisang goreng yang dijajakan oleh penduduk sekitar menjadi kudapan manis yang memanjakan cita rasa wisata di pesisir Madura.

Foto dan teks oleh Sebastian N. Bayu

*Tulisan ini juga dimuat di rubrik Trip Kita, Majalah National Geographic Traveler, edisi bulan Desember 2016.

Bonfire, camping, and cold beer.

Leave a Reply