Berenang Bersama Ubur-ubur Tak Menyengat di Danau Mariona

Post

Biasanya ketika orang berbincang mengenai danau yang ada ubur-ubur tak menyengat pasti tersebut Danau Kakaban di Kalimantan Timur.  Ternyata, bukan hanya Kakaban saja ada hewan unik menyerupai agar-agar tersebut.  Salah satunya yang saya kunjungi adalah Danau Mariona. Lokasinya adalah di Taman Nasional Togean, Sulawesi Tengah. Danau unik ini sebenarnya masih merupakan misteri bagaimana alam membentuknya secara alami sehingga menjadi sebuah danau berisikan ubur-ubur yang tak bersengat dikelilingi laut.

[caption id="attachment_1511" align="alignnone" width="610"]pemandangan danau mariona img Danau Mariona[/caption]

Perjalanan menuju danau ini membutuhkan perjuangan yang cukup hebat, ombak hampir saja menjadi penghalang saya untuk menuju kesana. Maklum saja pada saat itu memang cuaca sedang tidak baik. Lucunya, pada saat sudah sampai di pulau yang ada danaunya itu, ternyata perahu tidak bisa merapat karena gelombang tinggi dan kami harus berenang  sekitar 100 meter dari tengah laut untuk sampai di pulau. Benar-benar perjuangan, tapi namanya juga baru pertama kali mau melihat danau ubur-ubur ya saya semangatnya bukan main.

Danau Mariona

Setelah berjalan beberapa meter dari bibir pantai, akhirnya sampai di dermaga kecil di dalam danau. Waktu sampai di pinggir danau rasanya ingin langsung menceburkan diri ke air. Sangat antusias sekali karena disini kami bisa berenang bersama ratusan ubur-ubur tak menyengat alias tidak ada sengatnya! Pertama kali rasa takut menyelimuti saya, kenapa? Pertama, airnya tidak terlalu bening seperti di laut. Kedua, hanya saya dan rombongan keluarga saya yang ada di danau ini (berasa yang punya danau :D). Sebelum berenang saya bertanya kepada Pak Ambi, guide kami selama perjalanan,

“Disini ada ularnya gak ya?”, “disini ada buaya gak ya?”, dan semua binatang buas disebutkan,

“Oh, tidak ada itu semua, belum pernah ada keliatan”, jawab Pak Ambi. APA?! Belum pernah? terus bagaimana kalau pas kami berenang tiba-tiba ada? Akhirnya kami semua pun menceburkan diri.

dscn1171

Ketika berenang menyelam dan melihat kedalam air, saya takjub akan keunikan ubur-ubur ini, ada yang berwana orange, kemerah-merahan, putih, bahkan ada yg bercampur dengan ungu. Melihat mereka berenang kesana kemari, gemas rasanya untuk tidak memegang tubuhnya. Eits, sebaiknya jangan dimainin ya ubur-uburnya, kasihan lho mereka juga mau berenang bebas tanpa diganggu.

The White Stingless Jellyfish at Mariona lake, Togian
Ubur-ubur yang satu in berani tampil beda

Di bagian pinggir danau, bisa dijumpai ikan-ikan kecil yang berenang kesana-kemari, bahkan ada yang mendekat seperti ingin berkenalan. Kalau saja airnya bening, pasti akan terlihat semua mahkluk hidup yang mendiami Danau Mariona. Airnya terasa payau, agak asin, itu karena danau ini ketika laut pasang ada lubang yang bisa menyatukan antara air laut dengan danau..

mengejar ubur-ubur pic

Setelah puas berenang bersama ubur-ubur lucu ini, kami kembali ke perahu dengan berenang lagi seperti sebelumnya #MenghelaNafas lalu melanjutkan aktifitas island hopping ke pulau-pulau cantik lainnya.

Danau Mariona ini masih belum banyak pengunjungnya, itu disebabkan kurangnya promosi langsung terhadap pesona danau ini. Coba saja search di Google "Danau ubur-ubur tak bersengat" pasti yang keluar adalah  Danau Kakaban atau danau di negara Palau yang sudah lebih dulu terkenal.

dscn1180
Bikin gemash

Mudah-mudahan danau ini bisa menjadi destinasi unggulan dari Kepulauan Togean, terlebih Sulawesi Tengah. Kalau danau ini mendunia kan kita juga yang bangga akan keindahan dan kekayaan Indonesia.

Pokoknya Berenang bersama ubur-ubur yang baik hati ini adalah pengalaman terbaik saya selama traveling!

Let’s Explore the Beauty of Indonesia! Be Smart & Responsible Traveller!

-The Spiffy Traveller-

 

Catatan Penting Perjalanan :

Bagaimana Cara Kesana?

Togean, dapat dijangkau dari kota-kota besar di Indonesia melalui penerbangan pesawat dari Makassar. Kalau dari jakarta rutenya adalah Jakarta-Makassar-Ampana. Saat ini sepertinya hanya Wings Air yang baru melayani penerbangan Makassar-Ampana. Jalur inilah yang saya lalui.

Togean juga bisa dicapai melalui kota Gorontalo lalu dilanjutkan penyebrangan kapal ferri menuju Wakai, Togean. Biasanya danau ini sudah termasuk dalam paket perjalanan yang dijual.

Adakah Penginapan Disana?

Ya, Penginapan di Togean sudah lumayan banyak, tergantung lokasi yang diinginkan dan budget.  Untuk daerah Bomba/Batudaka daerah yang saya kunjungi, rekomendasinya Poya Lisa Cottages, no tlp. + 62 82349951833 (Pak Edy) Pak Edy orang yang sangat baik, selain untuk pemesanan Poya Lisa, beliau bisa mengatur perjalanan  dari dan ke Togean.

Bagi yang ingin menghubungi Pak Ambi bisa di 082312784872, beliau adalah guide saya selama di Togean. Penginapan lainnya seperti Kadidiri Paradise dan Sifa Cottages. Semua penginapan tersebut adalah milik lokal.

Konsumsi?

Makanan dan minuman sudah termasuk dalam paket penginapan. Tapi ada baiknya jika membawa snack dan minuman tambahan. Bagi yang vegetarian sangat bisa, caranya tinggal memberitahukan terlebih dahulu sebelum memesan paket atau penginapan.

Berapa Budgetnya?

Soal budget pasti tergantung berapa lama kita disana. Waktu itu saya hanya menghabiskan waktu selama 3D2N. Budget yang keluar tidak saya hitung berapa tepatnya, tapi sekitar 5 jutaan per orang (kami 5 orang) termasuk tiket pesawat. Sekarang sudah banyak paket-paket trip murah kok :)

Snorkeling/Diving?

Membawa peralatan snorkeling sangat dianjurkan karena tidak semua penginapan punya peralatan yang memadai. Jika ingin diving ada Dive Center seperti Bomba Divers (Bomba), dive center yang baru sangat dekat dengan Poya Lisa dan lainnya menyatu sama penginapan.

Apa Ada ATM Disana?

Bawa uang tunai yang cukup selama di Togean, disana tidak ada ATM sama sekali. So, persiapkan uang kamu di Ampana atau di Gorontalo.

Apakah Ada Malaria?

Ada baiknya menyiapkan obat nyamuk pribadi dan minum anti malaria (optional), Sulawesi Tengah termasuk daerah endemik malaria.

Kapan Waktu Terbaik Kesana?

Waktu terbaik adalah di musim kemarau seperti bulan April-September. Tapi, Sulawesi Tengah, khususnya Togean, hampir tidak dipengaruhi kondisi cuaca pada umumnya. Misalnya seperti waktu awal bulan februari lalu, yang daerah lain diguyur hujan, saya selama 5 hari disana hujan hanya sekali itupun hanya sebentar, hanya gelombang laut saja yang sedikit besar. Jadi bisa dibilang Togean bisa kapan saja dikunjungi? .

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.