CINTA PADA WAMENA

Sebelum berkunjung ke Wamena di Papua, tak terbayang ada apa di sana. Ternyata, saat ke sana di bulan Agustus 2015, ada banyak hal menakjubkan saya temukan. Begitu turun dari pesawat yang membawa saya sekeluarga terbang dari Jayapura ke Wamena, hawa dingin langsung menyambut kami. Dari bandara, terlihat bukit-bukit hijau menyegarkan mata.  Alam Wamena luar biasa indah.

img_1902
Bandara Wamena

img_2373

Ketika sedang menunggu bagasi, di dekat saya berdiri  seorang laki-laki  Papua berkulit coklat gelap yang hanya mengenakan koteka, membawa sebuah tas khas Papua yang biasa disebut noken, serta sebuah payung. Ia menghadap ke ruang tunggu dan tampak hanya melihat-lihat saja. Pikir saya kala itu, ternyata cerita tentang orang Papua yang masih mengenakan koteka bukan hanya omong kosong karena saya melihatnya dengan mata kepala sendiri.

p7240022

Selain menyaksikan keindahan Wamena yang dikelilingi Lembah Baliem, kami ke Wamena untuk melihat acara adat Suku Dani, yaitu Upacara Bakar Batu. Biasanya upacara dilakukan saat ada acara istimewa atau Festival Lembah Baliem. Namun kami berkesempatan khusus menyaksikan secara privat.  Kami menonton atraksi belasan laki-laki mengenakan koteka serta memegang tombak dan anak panah berpura-pura berperang di tanah lapang. Selesai ‘perang’, kami digiring ke perkampungan mereka. Di sana para perempuan dengan rok rumbai dan anak-anak membentuk barisan menyambut kami seraya bernyanyi  dan menari.

img_2664

Inti upacara adalah saat mereka memanggang babi. Harga babi di sana mahal dan di setiap kampung terdapat sejumlah babi di dalam kandang. Seekor babi dilepas, kemudian mereka, terutama anak-anak, berusaha menangkapnya. Saat berhasil ditangkap, dua perempuan memegangi babi tersebut sementara kepala suku memanahnya dari dekat. Hanya dengan sekali panah, babi itu langsung tertembus, lalu dijatuhkan ke tanah, menggelepar-gelepar, dan mati. Saya merasa sangat tidak tega melihat momen ini. Namun begitu adat mereka. Babi itu kemudian dipanggang di atas api. Lantas mereka menyiapkan lubang untuk memasak babi beserta umbi-umbian di bawah tanah dengan menggunakan batu-batu panas.

dscn0672

img_3070

Saat lubang siap, umbi-umbian, babi, dan batu-batu panas diatur di dalam lubang agar semua terpanggang dengan baik. Lubang pun ditutupi rerumputan. Sambil menunggu masakan matang, para perempuan masuk ke dapur dan bernyanyi. Kebetulan saat itu hujan. Para laki-laki masuk ke dalam rumah,  yang disebut honai. Kira-kira 1 jam berselang, mereka mulai mengeluarkan masakan yang sudah matang. Babi dipotong-potong, diberi bumbu yang dibuat dari perasan buah merah, lalu disantap. Kami tidak makan babi jadi tidak tahu seperti apa rasanya. Namun bagi mereka katanya terasa sangat nikmat. Acara pun selesai. Sebelum kami pulang, mereka mengatakan ‘wah wah wah’. Dalam bahasa Dani, ‘wah’ artinya terima kasih. Semakin banyak ‘wah’ diucapkan, semakin besar  terima kasih yang diungkapkan.

img_1942

Saya pikir sebetulnya obyek wisata utama di Wamena adalah menyaksikan acara adat itu. Pemandangan indah bisa kita temui di banyak tempat di dunia. Namun melihat acara adat suku Dani, tidak ada di tempat lain, kecuali di tempat tinggal mereka. Ini adalah perjalanan tak terlupakan bagi saya. Budaya yang unik ditambah dengan pemandangan alam yang teramat indah membuat saya cinta pada Wamena. Jika ada yang mengajak saya kembali ke sana,  tentu saya akan menjawab ‘ya’.

Little notes:

  • Cara ke Wamena: Sebelum mencapai tujuan akhir, Bandara Wamena, semua penerbangan harus mendarat di Bandara Sentani, Jayapura, lalu baru dilanjutkan ke Wamena. Untuk penerbangan menuju Jayapura, cukup banyak pilihan penerbangannya. Sedangkan untuk menuju Wamena, maskapai yang ada adalah Wings Air, Trigana Air.
  • Untuk keliling Wamena dan ke berbagai tempat wisatanya bisa dilakukan dengan naik mobil sewaan. Saat mendarat di bandara, akan ada banyak supir yang menawarkan mobilnya untuk disewa. Atau, bisa juga kontak ke: Restu Ibu Rent Car, telp: 085343111000 (Fuad). Ada juga moda transportasi becak di dalam kota.
  • Info penginapan Baliem Valley Resort: http://www.baliem-valley-resort.com/. Dari sana ada banyak pula pilihan paket tour yang tersedia. Bisa juga mengontak pihak resort jika ingin menyaksikan pertunjukan adat mereka.
  • Kehidupan warga sana memang menarik untuk diabadikan dengan kamera, tapi, jangan langsung membidikkan kamera dari depan karena mereka bisa marah atau meminta bayaran yang cukup tinggi. Jadi, berbincanglah sejenak dengan mereka. Cara ampuh untuk memulai percakapan dengan mereka adalah dengan memberi mereka rokok.
  • Udara di Wamena memang segar, namun terkadang akan tercium aroma khas dari tubuh penduduk lokalnya yang mungkin belum akrab di hidung kita. Jika tidak suka, jangan sembarangan menutup hidung karena bisa menyinggung mereka.
  • Saat mengikuti acara adat Suku Dani, jangan lupa untuk berbaur dan berbincang dengan mereka. Kebanyakan dari mereka sudah dapat berbicara bahasa Indonesia. Tetapi, tetaplah bersikap ramah dan menghormati mereka.
  • Banyak babi dan anjing berkeliaran di jalanan jadi hati-hati saat berjalan karena cukup banyak kotoran mereka yang berserakan di jalan.
  • Jangan lupa bawa pakaian hangat, sweater, dan kaos kaki karena di sana daerah pegunungan dan terutama di malam hari, udaranya sangat dingin.  Untuk pakaian di sana, gunakan saja yang nyaman dan tidak membuat ribet.

 

Leave a Reply