Tradisi Tangkap Ikan Desa Modong

Desa ku diberi nama Desa Modong entah apa artinya dan siapa yang memberi nama itu tidak satupun yang tahu, kami berada di wilayah kabupaten Muaraenim provisi Sumatera Selatan tepatnya di Kecamatan Sungai Rotan. Mata pecarian utama di desa ku adalah Petani Sawah dan Petani Karet akan tetapi ada sebagian masayarakat yang mencari nafkah dengan menjadi penangkap ikan, karyawan dan pedangang

Desa Modong
(Aliran Sungai Lematang)

Letak desa ku berada persis di pinggiran aliran sungai Lematang, maka dari itu desa ku cukup dikenal karena kaya akan ikan, yahh….memang terdapat banyak sekali sungai kecil yang mengalir dan bermuara di Sungai Lematang jadi kalau terdapat banyak ikan itu hal yang wajar hee…. bahkan dari kecil saya selalu di beri makan Ikan, biar pintar kata Almarhum Ayah Saya. Cukup banyak Hal yang bisa dilakukan di Desa ku Seperti Tradisi Tangkap ikan jika musim ikan tiba disebut iwak mudek oleh warga teman-teman bisa melihat para ibu-ibu, bapak-bapak bahkan para remaja dan anak-anak berjejer di pinggir sungai dengan membawa Tangkul (alat tangkap ikan) apa itu tangkul? tangkul adalah alat tangkap ikan tradisional seperti jaring yang berbentuk segi empat yang diangkat menggunakan sebatang bambu awas kalau arus air cukup deras kita harus menguras tenaga untuk mengangkat tangkul karena kalau gak malah kita yang tercebur di sungai hahahahaha………………………

Desa Modong Sungai RotanDesa Modong Sungai Rotan

Desa Modong Sungai Rotan
(Tradisi Tangkul Ikan & Gotong Royong Warga Meruti Iwak (Membersihakan Ikan))

 

 

Cerita Lain: Pontianak, Kota Seribu Kenangan

Tidak hanya tangkul saja biasanya warga di Desa Modong juga menangkap ikan/udang dengan menggunakan bubu, jala, jaring serta ada tradisi bekarang dan tangok nah apa itu tangok ? sewaktu saya kecil saya sering melakukan ini untuk mencari udang kecil di aliran sungai kecil dan rawa-rawa, tangok sebenarnya alat tangkap ikan yang terbuat dari anyaman rotan atau bambu dan kadang dari jaring yang keras akan tapi karena sudah jarang di dapati maka warga desa sering menggunakana tudung sajdi untuk melakukan tadisi tangok iwak.

Desa Modong Sungai Rotan
 (Tangkap Ikan mengunakan bubu)

mau tau cara menangok udang haaaa…. kita harus rela berendam berjam-jam di dalam air karena tradisi tangok dilakukan dengan menjaring ikan dari dalam air dan mengiringnya masuk ke dalam tangok, jadi sambil nangok kita bisa bermain air yess saya suka melakukanya dengan berenang dan menyelamhahahahaha…

Selain kita bisa ikut melakukan tadisi tangkap ikan kita juga bisa mengujungi tongkang / kapal ponton (kapal pengangkut minya milik pertamina) tongkang ini tepat berada dermaga milik pertamina yang ada di desa ku, atau jika sempat bisa berkunjung ke desa tetangga Desa Tanjung Miring yang bisa di tempuh dalam waktu 5 – 10 menit dengan mengendarai motor di sini kita bisa menemukan sisa perang melawan belanda yang di sebut Kapal Pecah, atau teman-teman suka wisata sejarah berupa candi temen-teman bisa berkunjung ke desa Tanah Abang yang bisa ditempuh dalam waktu 1 jam dari desa Modong disana terdapat Candi yang disebut Candi Bumi Ayu, kalau lagi ada event atau hari kemerdekaan Republik Indonesia kita bisa melihat Lomba Perahu Bidar Tradisional.

Desa Modong Sungai Rotan
(Lomba Bidar Tradisional)
Desa Modong Sungai Rotan
(Lomba Bidar Tradisional)

Untuk sampai ke Desa ku sebenarnya tidak terlalu sulit akan tetapi karena moda transaportasi yang masuk ke desa ku tidak terlalu banyak maka sebagian orang beranggapan aduhhh..susah sekali yang untuk sampai ke Desa Modong, buat temen-temen yang mau ke Desa ku bisa langsung naik travel mobil pribadi dari Palembang jurusan Modong, Suka Cinta atau ke Desa Sukarami yang sering mangkal di Kawasan MONPERA dan Masjid Agung Palembang dengan tarif Rp. 40.000,- akan tetapi jika kita menggunakan Travel ini kita harus stay di Monpera dibawah pukul 13:00 WIB karena kalau sudah lebih dari pukul 13;00 WIB kita tidak akan mendapatkan travel yang menuju ke kampung ku heeee….. maklum travelnya cuma ada 3 mobil.

ada alternatif lain nih untuk sampai ke Desa ku yaitu naik Bus atau Travel Jurusa Prabumulih/Muaraenim/Lahat/Tanjung Enim nahhhh temen-temen bisa cari transportasi ini di area Pamor Simpang Empat Jakabaring Palembang, kalau sudah dalam bus atau travel bilang aja ke sopir atau kernet turun di desa Lembak simpang Modong , tarif Bus Rp. 20.000 dan Travel Rp. 30.000, nah tepat di simpang desa ku ada pangkalan ojek kita harus melanjutkan naik ojek untuk sampai ke Desa Ku dengan Tarif Rp. 25.000,-

Meski aku jarang tinggal di Kampung ku akan tetapi akan selalu menjadi bagian dari Kehidupan dan Hati ku, disana aku dilahirkan dan mungkin disana juga aku akan di makam kan.

Desa Modong

I Love U Modong Village #Ingatkampung

2 Comments

Leave a Reply