Desa Terbersih di Dunia, Ada di Indonesia!

Desa terbersih di dunia ternyata enggak melulu ada di daratan Eropa, tapi juga ada di Indonesia!

Bali, enggak hanya terkenal dengan pantai yang reputasinya sudah mendunia, bahkan, desanya pun juga terkenal hingga mancanegara. Salah satunya adalah Desa adat Penglipuran.

Desa Adat Penglipuran terletak di Jalan Penglipuran, Desa Kubu, Kabupaten Bangli. Belum pernah ke Kabupaten Bangli? Nah, Kintamani atau Gunung Batur berada di wilayah kabupaten ini.

Entrance of Desa Penglipuran
Entrance of Desa Penglipuran

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari Kintamani, saya tiba di desa ini. Hawa-hawa Penglipuran sudah terlihat di depan mata, justru kedatangan saya disambut pertama kali oleh sebuah papan plang yang menyatakan bahwa pemulung dan pemburu burung dilarang untuk masuk. Okay, noted ya, plang.

Papan Plang Larangan Masuk Untuk Pemulung dan Pemburu Burung
Papan Plang Larangan Masuk Untuk Pemulung dan Pemburu Burung

Pertama kali ketika menjejakkan kaki di desa ini, rasanya damai dan tenang. Sunyi dan bersih. Ramah tamah sudah pasti, karena merupakan ciri khas masyarakat Bali, sebagai bagian budaya Indonesia. Langit yang biru dan atmosfer cuaca yang sejuk seakan semuanya melebur, membentuk romantisme daerah yang rasanya cocok banget untuk jadi tempat tinggal. Enggak heran sih kalau desa ini sampai pernah dijadikan tempat shooting FTV.

Penampakan Desa Penglipuran
Penampakan Desa Penglipuran
dsc_4956
Penampakan Desa Penglipuran

Mendunianya desa adat ini justru saya tahu dari akun messenger yang saya gunakan dan menginformasikan bahwa desa ini termasuk desa dengan predikat terbersih di dunia. Waw! Bahkan ibu saya yang asli Bali pun enggak tahu keberadaan desa ini. Rasa penasaran pun meningkat dan menjadikan saya Risty The Explorer (tinggal tunggu Boots-nya aja). *Kode ya?

 Adapun harga tiket untuk masuk desa ini, bagi wisatawan domestik adalah:
  • IDR 15.000 untuk dewasa
  • IDR 10.000 untuk anak-anak.
Sedangkan untuk wisatawan asing adalah:
  • IDR 30.000 untuk dewasa
  • IDR 25.000 untuk anak-anak.
Penampakan Desa Penglipuran
Penampakan Desa Penglipuran

Ternyata desa ini juga menyediakan home stay. Kemarin saya sempat lihat rumahnya, yang paling besar dan tersedia fasilitas yang lebih dibanding rumah yang lain, seperti ada water heater contohnya. Takut kehausan atau kelaparan? Tenang! Di tiap rumah banyak yang menjual makanan dan minuman kok. Ada es kelapa muda, tipat cantok, dan yang lain-lain khas Bali yang pasti enggak bakal bikin lapar atau haus. Kemarin mama saya lagi ngidam durian, dan kebetulan warga disana menjual durian yang asli jatuh dari pohon di kebun mereka sendiri. Akhirnya kami membeli dan enggak menyesal karena memang rasanya asli manis kaya kenangan jaman kuliah…………

Oh ya FYI, desa ini terdiri dari 226 kepala keluarga. Penduduk disini mata pencahariannya juga beragam. Enggak mentang-mentang di desa terus pekerjaan mereka hanya bertani dan bercocok tanam. Walaupun memang ada, tapi ada juga yang bekerja sebagai pengrajin, pemahat, bahkan ada juga sebagai pegawai negeri. Jangan salah, mereka juga punya mobil dan motor kok, yang diparkirkan di tempat khusus. Sama saja seperti orang-orang pada umumnya ya ternyata. Tapi keragaman tersebut tidak menghilangkan kebudayaan ala pedesaan disana. Unsur perpaduan alam dan budayanya masih kuat terasa.

Penasaran? Desa ini, sayangnya tidak dapat akses dengan transportasi umum. Paling memungkinkan adalah menyewa mobil baik bersama driver guide, atau dengan mobil pribadi, seperti saya kemarin.

Akses jalanannya pun juga mudah. Bisa melalui tanya-tanya orang, lihat papan petunjuk jalan, atau kalau enggak mau ribet bisa melalui GPS. Gampang aja kok.

Well, just check it out, and happy travel, folks! 

“He who loves not his country, can love nothing” – Lord Byron

A wanderlust who always desires to explore something(s) new

Leave a Reply