Discover Bali, Indonesia

“Semua ini berawal dari message nyasar yang tiap hari nanyain harga travelling ke Bali”  [email protected]

Begitulah kira-kira perkenalan saya dengan Wahyu Dharma Sejati. Berawal dari ngepoin Ig @ExecutiveTraveller, menambahkan kontak WA, dan chat tiap hari nanyain harga travelling ke Bali. Pemilik akun @ExecutiveTraveller ini well-come sekali dengan “kedatangan” kami, terkhusus saya. Dan kini Executive Traveller membuka kembali paket Tour and Travel + Dokumentasi untuk ke beberapa kota. Congrats 😀 .

Bali memang menjadi destinasi saya untuk berlibur. Bukan karena bule yang sering berjemur di pantai, bukan. Bukan juga karena tempat mencari jodoh, bukan.
Seperti Jogja, Bali juga menyimpan banyak tempat wisata yang gabosen-bosennya dikunjungi.

Seperti tempat wisata lainnya, travelling ke Bali juga butuh persiapan dong.
Kami Rojali,  (Rombongan Jalmi Lieur -Lieur dalam bahasa Indonesia Pusing) yang masih awam dengan Bali, hanya mempersiapkan waktu 2 bulan. Iya 2 bulan, waktu yang sangat sebentar bagi traveller newbie.
Tapi Alhamdulillah dalam persiapan 2 bulan itu, kami belajar menyiapkan plan A-Z, apa arti kumpul, dan ngejual barang berharga :((.

Tuhan memang menyiptakan masalah tidak diatas kemampuan manusia. Dan, Executive Traveller lah solusinya. Dengan harga yang murah untuk Travelling ke Bali + Dokumentasi (drone+kamera professional), kami kembali antusias dan gasabar menunggu hari-H.

Karena mendapatkan tiket promo PP dari Jogja-Bali. Rojali terpaksa harus menuju Jogja terlebih dahulu, menuju rumah bude saya yang gajauh dari Adisucipto.
Diawali dari kumpul ditempat yang telah disepakati, naik mobil menuju Kircon, dan naik kereta dari Kircon menuju Lempuyangan. Biaya Kircon-Jogja sekitar Rp.90.000 untuk ekonomi.
Belum puas istirahat selama diperjalanan menuju Jogja, kami hanya beristirahat 5 jam dan kembali harus pergi ke Adisucipto, Bandara di Yogyakarta untuk menuju Bali.

 19 Januari 2016
Rojali sudah tiba pukul 05.30 wib di Lempuyangan setelah menunggu 8jam di kereta. Perut yang sudah salatri -lapar tidak terarur- dari Kircon, akhirnya bisa terkendali setelah sarapan dengan makanan khas Jogja.
Hanya 5 jam kami istirahat, kami harus packing dan take off menuju Ngurah Rai.

Dengan waktu tempuh 1 jam 30 menit, kami mendarat dengan selamat di Bali. Alhamdulillah. Disana kami langsung dijemput dan diantar oleh Mas Heri Dumont (kenalan Mas Wahyu) dan langsung menuju Hotel yang sudah dipesan sebelumnya. Mas Heri yang asli Surabaya langsung menyambut kami dengan ramah. Saya juga tak janggung bercanda menggunakan bahasa jawa (biar kita aja yang ngerti ya mas hehe).

Dikarenakan hari sudah mulai gelap, kami hanya menyimpan barang dan langsung menuju Pantai Kuta. Pantai terdekat dengan hotel kami. Disana kami dipertemukan dengan Mas Wahyu. Sasaran message saya selama seminggu sebelumnya haha.
 
20 Januari 2016
  Tanjung Benoa – Pulau Penyu – Pantai Pandawa – Pura Gunung Payung menjadi trip di hari kedua kami di Bali.
Tanjung Benoa yang merupakan tempat olahraga air di Bali menjadi tempat yang wajib kalian kunjungi jika berlibur ke Pulau Dewata. Disana kami mencoba Fly Fish, Sky Board dan Fly Board.

Pulau Penyu yang berjarak 20 menit dari Tanjung Benoa menjadi perjalanan kami selanjutnya. Disana merupakan penangkaran penyu yang konon katanya, dulu masyarakat Bali menggunakan penyu untuk acara adat dan dimakan bersama-sama hingga penyu menjadi langka dan kemudian dilestarikan di tempat ini.
 

 
21 Januari 2016
 Hari ketiga dan hari terakhir kami trip bersama Executive Traveller di Bali (karena pemilik akun harus terbang ke Solo untuk acara yang tak bisa ditinggalkan).
Tempat ini merupakan ikon di uang Rp. 50.000 dan ikon Bali. “kalo ke Bali tapi belum ke tempat ini berarti belum pernah ke Bali” ujar Mas Heri.
Yap, Pura Ulundanu beserta Danau Beratan-nya dan Tanah Lot menjadi tempat favorit touris domestik maupun luar.

22 Januari 2016
  Hari keempat kami masih seru. Mas Heri yang sering Guyon (bercanda) menjadi cerita perjalanan trip kami.
Hari itu kami diajak untuk menuju Pantai Padang-Padang dan Pura Luhur Uluwatu.
23 Januari 2016
  Hari terakhir dimana hari yang tidak diinginkan oleh semua orang ketika berlibur. Yap, hari dimana kita harus kembali dan meninggalkan Pulau Bali.
Hari terakhir, kami sempatkan untuk membeli oleh-oleh, titipan teman, keluarga, tetangga jauh :((

Terimakasih Yogyakarta. Terimakasih Bali. Terimakasih untuk Mas Wahyu, Mba Bella (istri Mas Wahyu), Mas Heri dan tim Pecalang (penjaga tempat wisata Bali). Dan terimakasih untuk @ExecutiveTraveller atas endorse jalan-jalan kali ini.

Leave a Reply