Explore Curug Bogor : Curug Kembar Cibeureum

SELAMAT PAGI!!!

Awal maret kemarin tepatnya 13 Maret 2016 Saya dan temen-temen favorit saya traveling (alumni Kopma) mencoba plan dadakan buat eksplor hidden paradise di sekitaran kota kami tercinta ini. Berawal dari kumpul-kumpul asik jam dari hari jumat jam 9 sampai jam 1 malam di Pancong Rest Coffee Klender (Ps: Ini tempat banyak banget alaynya dah, tapi pancongnya yahud parah, mesti nyobain deh kesini 😀 ), Saya, Qory, dan Luthfi merencanakan kemping dadakan ke Curug Kembar Cibeureum. Kita sama-sama ga ada yang tau dimana ini. Kami hanya bermodal mupeng liat instagram dan googling. Dan akhirnya plan yang sekedarnya pun rampung dengan cepat, dan disebar ke kalangan kami sendiri pada dini hari itu juga 😀

Pantjong Rest Coffee Meeting!!
Pantjong Rest Coffee Meeting!!

Esok paginya, ternyata peminatnya gak banyak hahaha, wajar sih soalnya ada yang ga suka kalo sistemnya dadakan, tapi kami bertiga sepakat kalau rata-rata perjalanan itu bisa terealisasi asal dadakan dan konkrit! Tambahan pesertanya yaitu Evan (teman kampus kami yang berdomisili di Bandung) Adhi (yang lagi abis kerja di Bandung) dan Iqbal the night Rider. Penasarankan orangnya siapa aja? *haha pede* nih foto peserta journey kali ini.

Dari kiri ke kanan: Saya, Qory, Iqbal, Adhi, Evan, Luthfi
Dari kiri ke kanan: Saya, Qory, Iqbal, Adhi, Evan, Luthfi

Kami rencanakan berangkat habis Maghrib karena Iqbal kebetulan katanya abis renang dari PIK dan baru ready jam 6 sore. Evan berangkat dari Bandung siang hari dan sudah standby di tempat Luthfi jam 3 sore. Dan setelah di konfirmasi Adhi ternyata ada acara sampai jam 9 malam, sehingga singkat cerita kami akhirnya berangkat dari Jakarta jam 22:30 WIB (++ kengaretan orang Indonesia) -,-“


Prologue: The Street View dan “Si Mas Curug”

Pada trip kali ini jujur ini pengalaman seru buat Saya pribadi. Karena kita sama sekali tidak tau rute ke Desa Cibeureum, kita hanya full mengandalkan Google Maps dan rekomendasi dari blog-blog yang masih terbilang jarang membahas tentang curug non mainstream ini. Akan tetapi, Gmaps sekarang sudah dilengkapi dengan Street View, 1 hal yang berkesan disini, Google Street Viewnya sudah sampai 90% perjalanan menuju Curug Tersebut! Sehingga sebelum berangkat kami memprediksikan hampir 90% medan yang akan kami lewati, kami tau berapa tikungan besar dan patokannya, rumah-rumah penduduk, masjid untuk plan B dan lain-lain. Oia Street View adalah merupakan sebuah fitur Google Maps yang diperkenalkan tahun 2007 dan menyediakan pemandangan jalan 360° dan membolehkan pengguna melihat bagian dari kota pilihan mereka (source : wikipediahh)

Kemudian permasalahan lainnya, plan dadakan kami terkendala tidak adanya tenda karena link kami banyak yang sudah dipinjamkan. Lalu saya juga sempet googling, ada 1 orang pengelola curug ini yang giat mempromosikan tempat wisata tersembunyi ini via media sosial. Namanya “Si Mas”, orangnya friendly banget. Bahkan saya iseng buat nanya jalan ke Curug pas hari Sabtu jam 1 dini hari eh doi masih ngebales whatsapp saya, hahaha kirain mau dibales esok paginya. Totalitas paraah! Berkat beliau juga tim kami bisa menikmati trip kemarin. Karena ketidak lengkapan perlengkapan Kami, akhirnya Kami diberikan alternatif untuk tinggal di rumah penjaga curugnya.

Rute Menuju Curug Kembar CIbereum
Rute Menuju Curug Kembar CIbereum
Tampilan Google Street View

Chapter 1: Hari pertama trip

Jam 22:30 kami berangkat dari kampung melayu, meeting point di kosan Luthfi. kami menggunakan 3 motor, masing-masing berboncengan. Rute yang kami ambil yatu melewati Jl. Raya Bogor. Kami berhenti di Gor Ciracas untuk berkumpul lagi supaya tidak terpisah karena sudah tengah malam, lalu berbarengan menuju alfamart terdekat untuk membeli barang-barang untuk persiapan di sana nanti. Nah setelah ini butuh konsentrasi, karena patokannya, beberapa KM setelah Tol Cijago, akan ada carrefour lalu setelahnya ada fly over yang persis dibawahnya ada rel kereta. Persis setelah turunan ada pertigaan kita ambil pertigaan itu (Jl. Mayor Oking). Karena kurang minum Aquah, Iqbal dan Adhi sempet keterusan, tidak belok kiri -,-“

Setelah berkumpul kembali di pertigaan Mayor Oking, kami lanjutkan perjalanan dengan mengikuti terus jalan Mayor Oking melewati tol Sentul. dan disini agak tricky karena setelah fly over sentul jalurnya ada yang 1 arah, tapi berhubung sudah malam, jalan raya agak sepi kami fokus saja ke GPS dan yang penting kami sampai pada posisi yang seharusnya (Sesat~ ahahaha 😀 ) Patokan disini adalah Pasar Citeureup. Lalu berdasarkan street view yang sempat kami pelajari dan HP yang masih ada sinyal, kami terus mengikuti jalan ini hingga sampai ke streetview tidak support lagi. Rute yang street view masih support masih sangat bagus, jalannya aspal semua, bahkan kami sempat berpikir kalau jalannya sebagus ini pasti curug tersebut sudah mainstream dan banyak pengunjungnya 🙁 banyak banget pohon bambu, dibeberapa spot masih belom ada lampu, untungnya kami ber6 stick together. Dan ternyata perjalanan sesungguhnya belum dimulai, hehehe.

Travel Tips:

Liat gambar dibawah, kalau teman2 lgsg search Curug Kembar Cibereum di GMaps, maka akan diarahkan ke jalan ini. JANGAN DIIKUTI, karena ini buntu, masuk rumah orang, kalau dititik ini di streetview itu ada gubuk pos ronda gitu deh. Ikuti peta yang Saya lampirkan dibawah ini, tepat di spot ini street view sudah tidak dapat digunakan. dan itu jalan yang sesungguhnya.

GMaps Hoax!!
GMaps Hoax!!

Setelah streetview tidak bisa digunakan, akhirnya kami menelusuri jalan setelah pertigaan tersebut. Dan memang benar, jalannya masih kerikil, tanjakan dan turunan terjal ditambah kondisi jalan yang setelah hujan menambah challenge trip kali ini! Untungnya kami ketemu 3 orang dari Jakarta juga dengan tujuan yang sama. Dengan ini jalan jadi lebih enak dan ramai-ramai, kami jadi semakin bersemangat!

Travel Tips:
1. Tetap hati-hati, karena ancaman tidak mengenal jenis motor *seriuuss inii*. Tidak hanya motor matic, bahkan motor Qori CB150R jatuh di salah satu tanjakan karena licin sehingga dudukan untuk rem kakinya patah
2. jangan bengong, biarpun lagi dijalan, kalau bengong dan tidak konsentrasi maka dapat membayangkan sesuatu yang seharusnya “tidak ada”. got it?? *gamau bahas mistis :p

Kurang lebih setelah jam 1 akhirnya kami sampai di depan pintu masuk curug. Disini kami ditunggu oleh Si Mas dan rekannya. Kami berenam lanjut bermalam di rumah milik Si Mas sesuai back up plan kami. dan 3 orang yang bertemu kami, lanjut masuk ke area wisata karena mereka akan lanjut berkemah. Sambil santai sejenak Saya dan Luthfi mencoba mengabadikan momen dengan memotret keindahan bintang-bintang di malam hari. Berikut foto kumpulan bintang yang saya pernah dapatkan disana, biarpun ga ada milky way, tapi ga kalah cantik kok 😀

Bintang kejora :3
Bintang kejora :3

Setelah kami berdua puas hunting bintang dilangit, akhirnya saya memutuskan untuk istirahat agar keesokan pagi bisa fresh dan bersiap mengeksplor curug-curug di tempat wisata ini.

Chapter 2: Lets Go Explore!

Setelah shalat Subuh, Sekitar jam setengah 7 kami bersiap untuk melakukan perjalanan mengeksplor curug-curug tersembunyi ini. Dari Pintu masuk, treknya lumayan panjang, kurang lebih 30-40 menit menuju spot pertama. sedangkan butuh waktu 15-20 menit untuk mencapai spot camping dari pintu masuknya. Medannya berupa batuan dan tanah persis seperti mendaki pegunungan. Tapi selama perjalanan agar kami tidak capek kami menikmatinya dengan berfoto-foto.


Lets Begin The Journey
Lets Begin The Journey
The Background view was so Amazing!
The Background view was so Amazing!

Akhirnya kami tiba di spot pertama, yaitu Curug Ciburial. Kami memilih spot ini untuk dikunjungi pertama karena curug ini yang paling dekat dari jalan utama, dan berbeda dari rombongan lain, jadi kami kesini saat curug masih kosong. Benar-benar terasa seperti milik kami sendiri. hanya saja kami tidak dibolehkan nyebur karena arus yang cukup kuat karena kemarin malamnya sudah hujan. Memang terbaik eksplorasi curug saat musim kemarau, no doubt. Di spot Curug Ciburial ada 2 tempat lain yang berdampingan yaitu Leuwi Leusung, dan Leuwi Buluh.

Iqbal di Curug Ciburial
Iqbal di Curug Ciburial
Sekitaran Leuwi Leusung
Sekitaran Leuwi Leusung


Spot kedua kami yaitu Curug Kembar. Yup sesuai dengan tujuan kami kesini, kami penasaran mana sih yang namanya Curug Kembar? Dengan menelusuri jalur setapak setelah dari Curug Ciburial, sekitar 10-15 menit jalan, kami menemukan spot Curug Kembar. Disini kami agak mengantri dengan rombongan yang sebelumnya sudah ada terlebih dulu disini. Lalu kami puas-puasin foto bareng di spot curug kembar. Kenapa dinamakan curug kembar? karena curug ini memiliki 2 aliran yang berbeda dan debit air yang identik. Biarkan foto yang berbicara

Luthfi dan Adhi di Curug Kembar
Luthfi dan Adhi di Curug Kembar
Ramean di Curug Kembar!
Ramean di Curug Kembar!


Setelah puas di spot Curug Kembar, kami langsung menyusuri jalan setapak kembali dan menuju spot terakhir yaitu Curug Hordeng. Di spot ini ternyata sudah cukup ramai, ada rombongan yang kami lihat tadi di Curug Kembar, ada teman-teman alay yang loncat-loncat indah disekitaran curug, dan ada rombongan lain yang sudah buat hammock di depan Curug Hordeng. Oia kenapa dinamakan curug Hordeng? karena pada saat cuaca nya bagus, aliran air terjunnya halus seperti tirai (hordeng). Sayang sekali kami kesini saat semalamnya sudah hujan jadi debit air yang mengalir cukup besar -,-“

Ajiiib Hammocking kayak selebgram gitu
Ajiiib deh Hammocking kayak selebgram gitu
Last documentation before went home
Last documentation before went home


Setelah 3 spot wisata di tempat ini sudah tereksplor semua, akhirnya kami segera turun “gunung” untuk mandi, packing beres-beres dan kembali ke Jakarta 😀

Berikut informasi yang sekiranya dapat membantu teman-teman untuk mampir ketempat ini

Contact Person:

Si Mas Curug 085691750879 (Call/Whatsapp)

Cost:

Camping Ground 35000 IDR (Sudah include tiket masuk)

One Day Trip 15000 IDR (Perorang)

Nb: Camping tidak include tenda, bawa masing-masing

Rute Perjalanan Saya kemarin:

Jakarta

Jl. Raya Bogor (Main Road)

Jl. Mayor Oking

Pasar Citeureup

Jl. Cibadak

Curug CIburial (Spot 1)

Curug Kembar (Spot 2)

Curug Hordeng (Spot 3)

Jakarta

-o-

“Never Stop Exploring Indonesia”

See You on the Other Side!!
See You on the Other Side!!

Leave a Reply