EXPLORE DIENG DAN PENDAKIAN SANTAI GUNUNG PRAU, WONOSOBO

Post

SELAMAT PAGI!!!

Kali ini Saya mau sharing tentang pengalaman saya backpacker sharing cost ke Wonosobo 24-25 September 2016 kemarin. Seperti biasa, ide ini berawal dari geng pancong mania Saya (Luthfi dan Qori). Saya ingin sekali jalan-jalan lagi karena sejak pulang dari Luar Negeri, Saya malah merasa jadi makin malas bergerak keluar. Oleh karena itu, ide ini segera Saya sampaikan ke teman-teman Saya ini saat ketemuan.

Detail itinerary, cost, dan beberapa info berguna lain akan saya lampirkan di bagian bawah tulisan ini.

Ide jalan-jalan waktu itu adalah hiking ke Gunung Prau. Akan tetapi, karena Saya juga belum pernah ke Dieng, maka di itinerary yang saya rancang Saya selipkan jalan-jalan di berbagai tempat wisata di Dieng. Saya kira ini waktu yang cocok untuk jalan-jalan di Dieng, karena Saya tidak pernah kepikiran untuk mengunjungi Dieng di waktu Dieng Culture Festival. Ini karena pengalaman dari teman-teman dan blog-blog traveler yang Saya baca, Dieng pasti sangat overcrowded saat event tersebut. Berhubung ini pendakian super ceria, Ide ini kami rancang dari bulan Agustus, supaya kami bisa mengumpulkan teman-teman lain agar bisa meramaikan perjalanan ini. Waktu itu target kami 8 orang mengingat di Wonosobo kami membutuhkan kendaraan keliling sehingga butuh teman banyak untuk sharecost.

Sebelum memulai cerita perjalanannya, Saya kenalkan dulu dengan teman-teman trip Saya kali ini

(Dari kanan ke kiri) Saya (Andri), Luthfi, Qori, Adhi, Iqbal (atas), Evan, Dwi, Naufalia
(Dari kanan ke kiri) Saya (Andri), Luthfi, Qori, Adhi, Iqbal (atas), Evan, Zuhdi, Naufalia

Tiba hari Jumat tanggal 23 September 2016, Saya, Zuhdi (Adik saya), Naufalia, Evan, dan Luthfi berangkat dari rumah Saya di Gudang Seng, Jakarta Timur, menuju meeting point dengan Bis Pahala Kencana di Pangkalan Jati. Kami memilih pangkalan Jati karena dekat dari tol Cikampek juga sehingga tidak buang waktu untuk menikmati macetnya Jakarta. Jam 6 keberangkatan bis ini dari Pangkalan Jati, Qori sudah menemui kami di meeting point. Tinggal Iqbal yang berangkat dari rumahnya di Lenteng Agung menuju Pangkalan Jati. Sedangkan Adhi akan menemui kami langsung di Wonosobo karena dia berangkat dari Yogyakarta. Jam 6 sudah tiba dan bis tidak menunggu lama dan langsung berangkat, kami agak panik karena Iqbal masih belum sampai di tempat. Akhirnya, salah 1 kenek dari bis menyarankan agar Iqbal menunggu di Pasar Sumber Artha, Jatibening, Bekasi. Info tersebut kami langsung beritahukan ke Iqbal yang masih dalam perjalanan dan beruntungnya kami, perjalanan menuju Jatibening dari Pangkalan Jati memakan waktu setengah jam karena hujan dan macet tol Cikampek? Setelah sampai di pasar Sumber Artha, Iqbal langsung ikut naik ke bis dan tidak lama setelah itu, bis langsung memulai perjalanan menuju wonosobo. Let the adventure begin!

Tempat makan murah langganan supir microbus :D
Tempat makan murah langganan supir microbus?

Perhitungan kami perjalanan ke Wonosobo kurang lebih sekitar 8-10 Jam. Akan tetapi, perjalanan aktual yaitu sekitar 12 jam. Sehingga menyebabkan plan kami meleset, kami tidak dapat mengunjungi sikunir untuk melihat golden sunrise yang terkenal itu. Kami tiba di Terminal Mendolo kurang lebih jam 06:00, sebelumnya Luthfi telah bernegosiasi dengan supir microbis yang akan kami gunakan. Agar tidak buang waktu Akhirnya pada jam 06:15 kami langsung bergegas memasuki bis dan berjalan menuju spot pertama kami, Bukit Sidengkeng.

Kami di gapura lokasi petak 9 Dieng
Kami di gapura lokasi petak 9 Dieng

Kurang dari 1 jam lama perjalanan dari wonosobo menuju Dieng, diperjalanan kami berdiskusi dengan supir bis untuk menentukan destinasi terbaik sebelum akhirnya sore nanti ke Patak Banteng untuk mendaki gunung Prau. Diperjalanan kami berhenti didekat pasar untuk membeli sarapan. Tempat ini merupakan rekomendasi supir bis kami karena harganya yang murah dan rasa masakannya enak. Tak lama setelah membeli sarapan, Akhirnya kami tiba di spot lokasi wisata Petak 9 Dieng.

Tips:
bukit Sidengkeng merupakan lokasi wisata berbayar, tapi kami kemarin sampai kurang lebih jam 7, loket masih belum ada penunggunya :p jadi kami masuk gratis hahaha.

Di Bukit Sidengkeng, kami dapat melihat Telaga Pengilon dan Telaga Warna, pemandangannya lumayan laah. Tapi kami lebih penasaran kalau kami melihat 2 telaga ini dari Batu Ratapan Angin?

Bukit Sidengkeng dengan view telaga warna Dieng.
Bukit Sidengkeng dengan view telaga warna Dieng.

Tidak lama setelah dari Bukit Sidengkeng, sekitar 15 menit perjalanan dengan microbis kami, akhirnya kami menuju ke spot kedua, Batu Ratapan Angin. Kami juga mampir ke spot hitz baru disana yaitu Jembatan Merah Putih. Karena naik jembatannya bayar lagi 15000 :p dan kami dikejar waktuHal yang tidak diinginkan kami pun terjadi, ya.. hujan? tapi tetap tidak mengurungkan niat kami mengeksplor Dieng dulu. Di tempat ini kami sempat berteduh di warung sekitar lokasi untuk menghangatkan diri sejenak, makan gorengan sambil beristirahat. Berikut dokumentasi di spot Batu Ratapan Angin.

Naufalia di Batu ratapan angin
Naufalia di Batu ratapan angin
Iqbal di Jembatan Merah Putih
Iqbal di Jembatan Merah Putih

Berhubung masih ada waktu sebelum jam 1 siang, kami menuju ke spot wisata selanjutnya yaitu Kawasan Candi Arjuna dan Kawah Sikidang. Karena hujan semakin menjadi, kami tidak boleh memaksakan perjalanan tersebut, akhirnya kami cukup masuk ke Candi Arjuna saja. Berikut dokumentasi di spot ini.

DCIM100GOPROG0072235.
Hujan berhenti kami langsung ambil dokumentasi!!?

Tips:
tempat wisata ini menggunakan tiket terusan yaitu 2 tempat wisata sekaligus. harganya 15000 rupiah. usahakan nego kalau memang plannya hanya ke 1 tempat saja. Biarpun harga tidak turun jauh, tapi kemarin kami digratiskan 2 tiket dari 8 tiket yang kami beli. Mayan kan buat beli logistik naik gunung hehe

Sudah jam 13:30 setelah kami Shalat dan buang air di kawasan Candi Arjuna, kami menyegerakan untuk menuju Pos 0 pendakian Gn. Prau. Sebelum menuju kesana kami mampir ke Indomaret untuk membeli konsumsi selama pendakian. Kami turun dari bis kami depan gapura menuju pos 0 (Patak Banteng). saat berjalan menuju pos 0 sudah mulai gerimis, ditengah-tengah, kami berhenti untuk makan siang terlebih dahulu sekalian packing ulang perlengkapan kami. Sekitar 14:30 kami selesai packing ulang dan penuju pos 0 untuk melakukan simaksi dan peminjaman beberapa barang yang belum ada. 15:00 saat kami siap berangkat, hujan deras pun turun. Kami tunggu sekitar 10 menit, tapi tidak kunjung reda. Akhirnya kamipun berdoa dan tetap melanjutkan pendakian santai kami?

Tips:
Peminjaman barang ada banyak di dekat pos 0 Patak Banteng, jadi apabila ada kekurangan barang pendakian bisa melakukan pinjaman langsung di tempat-tempat ini.

Perjalanan super santai kami memakan waktu kurang lebih 3 jam 30 menit. Itu sudah dengan ngopi2 di warung sebelum pos 1, berhenti lagi di warung sebelum pos 2, repacking karena hujan, berhenti karena capek, yaaa pokoknya super santai deh. Kalau di perjalanan ini hanya sedikit yang pergi, kami yakin pasti bisa sampai puncak kurang dari 3 jam? Tidak beruntungnya kami, sampai di atas malah hujan deras. Sehingga kami kesulitan saat memasang tenda. Kami sempat membantu pendaki lain untuk memasang tendanya, yaa hitung-hitung nambah amal ibadah saat perjalanan, hehe. Kurang lebih jam 9 kami baru bisa beres-beres lalu istirahat.

Berikut foto-foto saat di puncak Gunung Prau, dari pemandangan sekitar sampai sunrise yang cukup menenangkan hati kami.

Camp dengan pemandangan langsung ke gunung sindoro sumbing
Camp dengan pemandangan langsung ke gunung sindoro sumbing
The not so golden Sunrise!!
The not so golden Sunrise!!

Sekitar jam 9 kami harus segera turun karena takut cuaca akan kembali buruk, perjalanan turun melewati pos yang sama memakan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit. Sampai di bawah kami repacking, mengembalikan barang pinjaman dan mandi air hangat duluuuu. Sebelum menuju ke Terminal Wonosobo, kami singgah dulu ke tempat Mie Ongklok Wonosobo yang terkenal menurut versi supir microbus kami. Untuk pecinta masakan manis menurut saya mie ongklok di tempat ini cukup enak ditambah lagi kalau pakai sate, hehe. tak lama setelah kami menghabiskan mie ongklok, kami menuju terminal Wonosobo dan pulang kurang lebih jam 18:30 WIB. Perjalanan pulang kurang lebih hampir 14 jam karena macet di tol Cikampek arah Jakarta di hari SENIN pagi. Yaa begitulah cerita pengalaman kami trip keliling dieng dan pendakian gunung prau. semoga bisa menjadi alternatif perjalanan weekend teman-teman sekalian.

Last Destination, Mie Ongklok Wonosobo!
Last Destination, Mie Ongklok Wonosobo!
Mie Ongklok + Sate
Mie Ongklok + Sate

Berikut informasi yang sekiranya dapat membantu teman-teman untuk mampir ketempat ini

Contact Person:

Agen Pahala Kencana/Dieng Indah Pangkalan Jati : 0813-1055-3611 (Pak Alfon)
Microbus Dieng : 0813-2743-5666/081903994888 (telp/WA)

Cost:

Tiket Berangkat Bis Pahala Kencana : 130000*7=910000
Logistik (Keperluan Makanan dan peminjaman barang) : 303700
DP Micro Bus Murah : 200000
Pelunasan Microbus + Parkir 3 Spot wisata + Tip : 370000
Sewa Minibus Pulang : 250000
Tiket Tempat wisata Dieng (Detail dibawah) : 170000
Sarapan nasi telur sayur tempe : 6000*9=54000
Aqua 16 pcs + 1 aqua 1.5L (supir) : 13000
Gorengan dan Teh Batu Ratapan : 64000
Makan Siang Pos 0 Patak banteng : 103000
Kaos kaki additional : 10000*3=30000
Simaksi Prau : 10000*8=80000
Mie Ongklok + Sate 25 tusuk + minum : 135000
Parkir Mie Ongklok : 5000
Tiket pulang PO. Dieng Indah Putra (PATAS AC) : 100000*7=700000
Total Pengeluaran : 3387700

Tiket tempat wisata detail
Tiket Batu Ratapan : 10000*8=80000
Tiket Candi Arjuna Diskon 30000 : (15000*8)-30000=90000
Total tiket jalan-jalan : 170000

Rute Perjalanan Saya kemarin:

Jakarta (Terminal Pangkalan Jati)
Wonosobo (Terminal Wonosobo)
Bukit Sikidang
Wisata Petak 9 Dieng
Batu Ratapan Angin
Kompleks Candi Arjuna
Gunung Prau
Jakarta

-o-

Thanks to my travel friends

Qory, Evan, Luthfi, Iqbal, Adhi, Zuhdi, Naufalia

Apabila ada yang mau ditanyakan, monggo bisa ke :

Whatsapp : 08118-337-337

Line : pranataandri

Follow instagram Saya juga yaa buat liat2 hasil dokumentasi Saya selama perjalanan trip kemanapun

Instagram : pranataandrii

Kunjungi blog saya juga di thenomaddict.wordpress.com

“Never Stop Exploring Indonesia”

See you on the other side!!
See you on the other side!!

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.