Family Trip Gunung Krakatau

Cerita tentang Gunung Krakatau sudah melegenda  dan mendunia sejak jaman dahulu. Ini adalah pengalaman kami mengunjunginya 4 tahun yang lalu. Namun sampai saat ini kenangannya masih membekas dan tak akan terlupakan sampai kapanpun.

Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta  namun tidak banyak yang tahu bagaimana cara mencapai Krakatau.  Ketika anak2 memutuskan ingin liburan ke Krakatau, dengan modal Googling di web akhirnya kami menemukan tour operator yang bisa mengarrange perjalanan ke sana.

Saya mulai dengan perjalanan dari Jakarta  menggunakan kendaraan sendiri dan  menyeberang dengan Ferry dari Merak ke Bakauheni. Perjalanan dialnjutkan ke arah Kalianda danberhenti di satu pelabuhan rakyat kecil  yaitu Pelabuhan Canti.

Dari sana kami menggunakan kapal angkutan rakyat menuju ke Pulau Sebesi bersama penduduk setempat yang habis belanja kebutuhan sehari.

Kapal yang digunakan menuju Pulau Sebesi

Dari Pulau Sebesi kita menginap di sana walaupun penginapannya rada horror. Salah pilih penginapan, Harusnya pakai  penginapan baru yang lebih nyaman. Dari pelabuhan sebesi dekat koq penginapanya.

Subuh-subuh kami sudah bangun dan ternyata menuju Krakataunya hanya pakai kapal kecil yang bercadik bermesin tunggal.  Lebarnya hanya passs untuk satu orang duduk gak lebih… Woww…  ngeri-ngeri sedap.  Dengan kapal bercadik yang bisa muat 4 orang plus 2 awak kapal tersebut akhirnya kami berpetualang mengarungi Selat Sunda.

Kapal berCadik menuju anak Krakatau
Kapal Cadik menuju anak Krakatau

Dari jauh pulau Krakatau dengan Gunung anak Krakakatu yang selalu mengepulkan asap kelihaan kecil sekali, namun semakin lama semakin kelihatan jelas. Menurut awak kapal tinggi gunung anak krakatau tersebut asalnya hanya satu meter tapi dengan semakin bertambahnya luapan magma dari bumi maka gunung krakatau semakin lama semakin tinggi.

Anak Krakatau

Makin lama makin dekat akhirnya kami mendarat di pantai pulau Anak Krakatau yang berpasir hitam pekat.

Cagar Alam Krakatau

Makan sebentar, kami langsung tancap gas naik Gunung anak Krakatau yang walaupun tidak terlalu tinggi tapi perlu usaha lumayan untuk memanjatnya. Vegetasi masih sedikit dan jalan berpasir lava membuat jalan mendaki agak sulit. Harus cari pijakan yang kuat agar bisa mendaki dengan aman dan mudah. Kadang dari dapur magma ada loncatan pijar lava yang keluar.

memanjat Krakatau
Track Menapak Punggung Gunung Anak Krakatau

Dari atas krakatau kecil pemandangan SUPERRRR Sekali ……

Gak Nyesel deh jauh-jauh datang ke sana.  Panorama laut dan sisa Gunung Krakatau di kejauhan yang tidak hancur saat dulu meletus sungguh memukau.

Karena matahari semakin terik, kami memutuskan untuk kembali ke pantai dan melanjutkan keliling ke pulau yang ada di latar belakang kami yang merupakan sisa gunung Krakatau asli yang meletus tahun 1883 sehingga menutup seluruh atmosfir dunia dengan awannya selama beberapa hari. Suara letusannya konon terdengar sampai India…..

Pengalaman ini sungguh tak terlupakan. Recommended banget… tapi alam di sini masih vulnerable jadi hati-hati jangan sampai merusak alam. See You again Krakatau ….

Leave a Reply