Hiking dan Snorkling di Pulau Sangiang, Serang, Banten

Post

Melihat tiga tanggal merah berjejer berurutan merupakan hal yang menyenangkan bagi saya, seorang karyawan swasta. Karena dengan adanya longweekend saya bisa traveling dengan meminimalisir penggunaan cuti tahunan.

Sempat berencana bepergian jauh, namun apa daya semua itu hanya wacana.

"Pupus sudah memanfaatkan longweekend di bulan Desember 2016 ini", batinku.

Ketika uang ada, waktu ada, namun teman yang bisa diajak share cost tidak memenuhi kuota, sama sekali tidak memenuhi kuota.

Saya pun memutar otak bagaimana caranya saya tetap memanfaatkan longweekend ini.

Saya teringat, ketika melihat pameran wisata Banten di sebuah Mall di kawasan Cikokol, Tangerang. Ada sebuah pulau di Banten yang sangat bagus, Pulau Sangiang, gak kalah dengan Nusa Penida, Bali. Walaupun saya belum pernah ke Nusa Penida, baru lihat dari foto aja hehe..

Singkat cerita, ini adalah destinasi yang akan saya kunjungi di longweekend kali ini. Tak perlu pergi jauh untuk bisa menikmati keindahan alam.

Saya beserta teman saya yang orang Serang memutuskan menggunakan travel yang terdapat di pameran wisata Banten kala itu. Karena kami belum ada yang pernah kesana. Kami juga memutuskan untuk one day trip saja.

Dari Tangerang saya berangkat hari sabtu sore, tanggal 10 Desember 2016, untuk kemudian menginap di rumah teman saya di Serang.

11 Desember 2016. Pukul 04.30 WIB. Perjalanan menuju Pulau Sangiang kami awali dengan menerobos udara dingin kota serang menuju Pelabuhan Paku Anyer, Serang.

10 orang, 5 motor, kami konvoi. 5 dari pengendara motor, saya sendiri yang cewek. Wow. Aku setrong! Ketika 5 wanita lainnya hanya duduk manis selama 1,5 jam perjalanan, tapi saya mampu menembus udara dingin kota serang kala itu.

Perjuangan perjalanan kami tak hanya berhenti sampai disitu. Selesai absen dan pelunasan pembayaran kepada orang travelnya, kami naik ke kapal. Menyebrang dari Pelabuhan Paku Anyer menuju Pulau Sangiang, ditemani ombak yang sangat yahud rasanya persis seperti naik Kora-Kora, Dufan. Oke, ini lebay. Saat itu ingin rasanya mengabadikan momen dengan mem-video-kan nya, namun apa daya keinginan itu sirna dengan rasa pusing yang saya rasakan. Dan akhirnya saya pun memilih untuk memejamkan mata.

Traveling ke pulau saat musim hujan memang bukan pilihan yang tepat, tapi kapan lagi menikmati liburan. Kala itu memang tidak hujan, namun angin yang menerpa mampu membuat kami terombang ambing.

Ombak mulai mereda, sebelum sampai ke Dermaga Pulau Sangiang kami melewati rerimbunan pohon bakau

Perjalanan melewati hutan mangrove
Perjalanan melewati hutan mangrove
Gapura Pulau Sangiang
Gapura Pulau Sangiang
OTW tracking ke puncak bukit harapan pic
OTW tracking ke puncak bukit harapan

Setelah terombang ambing di laut lepas selama satu jam, perjuangan dilanjutkan dengan tracking menuju puncak Bukit Harapan. Setengah jam tracking tidak begitu terasa karena sepanjang perjalanan kami bersenda gurau.

Melewati rerimbunan pohon untuk bisa sampai ke puncak
Melewati rerimbunan pohon untuk bisa sampai ke puncak

Bau menyengat kelelawar mulai terasa, artinya kami sudah tiba di Goa Kelelawar. Sebelum sampai ke puncak Bukit Harapan kami foto-foto sebentar disini.

Goa Kelelawar
Goa Kelelawar

Setelah puas foto-foto dan juga tidak kuat lagi dengan bau kotoran kelelawar kami melanjutkan perjalanan menuju puncak bukit harapan

Seketika rasa lelah saya hilang, melihat hamparan bukit nan hijau dan laut yang biru membentang dari puncak bukit harapan. Yeah! Perjalanan menerobos angin subuh, melewati gelombang ombak akhirnya terbayar sudah.

Pemandangan dari puncak bukit harapan
Pemandangan dari puncak bukit harapan
Bersama rombongan. Harus hati-hati ya kalau mau foto disini.
Bersama rombongan. Harus hati-hati ya kalau mau foto disini.

Harus hati-hati foto di puncak bukit harapan, kalau jatuh, nyebur ke laut, bisa keseret sampai ke selat sunda..

Puas mengabadikan momen di puncak bukit harapan, kami turun, foto-foto sebentar di pantainya lalu isi tenaga dengan makanan yang sudah disiapkan orang travelnya sebelum melanjutkan snorkeling.

Pantai Pasir Panjang
Pantai Pasir Panjang

Dengan menempuh waktu sekitar 10 menit melewati hutan bakau kembali, kami sampai di spot snorkling

di pancing pakai roti ikannya biar pada mendekat
di pancing pakai roti ikannya biar pada mendekat
Spot snorkling di Pulau Sangiang
Spot snorkling di Pulau Sangiang

Selesai snorkeling tanpa ganti baju dulu, kami langsung dibawa kembali menuju Pelabuhan Paku Anyer, melewati arus ombak kembali selama satu jam dan kali ini dengan baju yang basah. Yahh sudahlah..

By the way, kamu bisa sewa alat snorkeling selama beberapa hari buat kebutuhan liburan lewat Via Snorkel.

Via Snorkel saat ini menyediakan alat snorkeling dan diving untuk daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cilegon, Anyer, Serang, dan Merak. Lokasi pengambilan alat bisa dilakukan di Jl. Raya Lenteng Agung (untuk Jakarta) atau di Jl. Raya Cilegon (untuk Banten). Kalian juga bisa request untuk pengantaran dengan biaya tambahan. Jumlah alat snorkeling Via Snorkel sudah berjumlah kurang lebih 300 unit alat, kamu bisa sewa untuk perorangan ataupun kelompok. Selain alat snorkeling Via Snorkel juga menyewakan Action Cam & DJI Phantom untuk kebutuhan dokumentasi liburan kalian. Untuk info lebih lanjut kamu bisa langsung mengunjugi situs Via Snorkel di www.viasnorkel.com.

Dari Pulau Sangiang ini saya mendapatkan pelajaran bahwa menikmati alam tidak perlu jauh-jauh, nikmatilah dahulu alam di sekitar mu.

Perkenalkanlah daerah mu kepada Indonesia, bahkan dunia dengan menceritakannya dan memberi tahu aksesnya.

Ini sedikit gambaran melalui video, bagaimana keseruan saya menikmati pesona alam di Banten :

 

Akses menuju Pulau Sangiang, Serang, Banten:

Dimanapun Anda berada, Anda bisa ke Pelabuhan Paku Anyer, Serang terlebih dulu, dari sini baru nyebrang ke Pulau Sangiang, bisa pakai jasa travel @KekinianAdventure (instagram). Biaya nya Rp 180.000 untuk one day trip dan Rp 350.000 untuk dua hari satu malam (menginap), sudah termasuk kapal, makan dan sewa alat snorkling.