Jelajah Curug Cipurut Purwakarta

Post

Curug Cipurut Purwakarta

Kabupaten Purwakarta banyak memiliki tempat wisata yang beragam dan memiliki ciri khas tersendiri. Salah satu tempat yang menjadi ikon wisata Purwakarta adalah Curug (air terjun) Cipurut yang berada di kawasan cagar alam kaki gunung Burangrang, tepatnya di Desa Sumurugul, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pesona alam yang disuguhkan oleh tempat wisata curug Cipurut menjanjikan kepuasan tersendiri bagi para wisatawan. Dimana kondisi alam yang masih alami menjadikan tempat ini memiliki daya tarik yang sangat  luar biasa. Air terjun dengan ketinggian 25 meter ini dikelola oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jabar I, sementara untuk pengelolaan dilapangan dibantu oleh warga Desa Sumurugul dan Desa Wanayasa.

Para wisatawan yang datang ke Curug yang berada di kaki gunung Burangrang ini dapat menikmati keidahan air  terjun secara langsung dan bisa merasakan cipratan air yang turun dari atas tebing. Keunikan air terjun ini adalah selain kondisinya yang masih alami,  air terjunnya tidak langsung jatuh kebawah karena bentuk tebingnya berundak, sehingga air harus membentur undakan tebing terlebih dahulu dan menghasilkan cipratan . Pengunjung yang berdiri dengan jarak lima meter dari lokasiair terjun ini akan terkena cipratan air dan apabila debit air dalam kondisi deras, cipratan air pun akan semakin luas dan berembun.

 

Kami rombongan dari Bandung berangkat menuju Purwakarta dengan menggunakan mobil untuk melakukan jelajah wisata yang salah satunya adalah Curug Cipurut.  Dimana sebelumnya kita singgah dahulu di Kabupaten Karawang untuk berkunjung ke beberapa tempat wisata. Singkat cerita perjalanan kami lanjutkan dari Karawang menuju Purwakarta, perjalanan dari lokasi yang memiliki udara panas menuju sebuah pegunungan yang sejuk dengan medan jalan yang berliku serta dihiasi pemandangan alam yang indah sangatlah menyenagkan.

 

Rute menuju curug Cipurut 

Ada pun rute yang harus ditempuh untuk menuju lokasi tempat wisata alam yang eksotis ini adalah Kabupaten Purwakarta, dimana kabupaten yang terkenal dengan makanan kuliner sate Marangginya ini menjadi patokan utama. Dari Purwakarta perjalanan dilanjutkan menuju Wanayasa dengan jarak kurang lebih 25 Kilo meter, setelah itu dilanjutkan menuju Kecamatan Bojong dengan jarak 500 meter dari Wanayasa, kemudian dilanjutkan menuju Desa Sumurugul dengan jarak 1,5 Kilo meter dengan medan jalan cukup untuk satu mobil, setelah tiba di Desa Sumurugul terdapat tempat parkir di wilayah perumahan warga. Disitulah menjadi titik akhir menggunakan kendaraan bagi para pengunjung, dan untuk melanjutkan perjalanan berikutnya ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menanjak dengan jarak 500 meter dari lokasi parkir kendaraan.

 

Menyusuri jalan setapak menuju Curug Cipurut

Dari tempat parkiran kendaraan Kita berjalan kaki bersama menyusuri jalan setapak untuk mengejar bayangan dalam angan tentang sebuah air terjun yang indah. Perjalanan sedikit menguras tenaga karena medan jalan yang sedikit menanjak menyusuri perkebunan teh yang sejuk. Dimana saat itu sudah menjelang sore hari, jalan kecil sedikit menanjak kita lalui bersama secara beriringan. Dalam pertengahan perjalanan tiba – tiba turun hujan cukup deras, namun karena tidak ada tempat untuk berteduh terpaksa kita meneruskan perjalanan dengan kondisi basah kuyup dan saat menemukan tempat berteduh pun sudah terlanjur basah semua.

hujan turun di curug cipurut img
Selfie dibawah derasnya air hujan

 

Setelah bersusah payah menembus derasnya air hujan, akhirnya kita tiba di tempat penarikan tiket masuk dengan harga tiket yang sangat murah meriah, per orang Cuma dikenakan tarif  Rp.3000,- saja, tidak jauh dari pos penarikan tiket masuk ada sebuah warung kecil dan kita pun berteduh sambil menikmati makanan instan. Menurut keterangan dari sang penjaga pos bahwa lokasi wisata tersebut buka setiap hari dari pagi sampai sore, karena pada saat malam hari tidak ada lampu penerangan.

 

Hari terasa gelap dan dingin menggigil, sementara air terjun belum bisa terlihat juga dan ternyata dari warung tersebut harus berjalan kaki kembali menuju air terjun sejauh 50 meter, Karena hujan masih deras dan kebetulan ada salah satu dari kita yang membawa payung, akhirnya bergantian memakai payung, dimana dalam satu payung digunakan oleh dua orang.

Berfoto di Air Terjun Curug Cipurut Pic
Biar hujan tetap eksis

Setibanya dilokasi Curug Cipurut mataku sempat terkagum – kagum menyaksikan pemandangan air terjun yang sangat memanjakan mata, air yang deras dan jernih mengalir dari puncak ketinggian mengikuti laur tebing sehingga menimbulkan suara gemuruh. Rasa hati ingin berlama – lama tinggal dibawah cipratan air terjun, dan unituk mengabadikan momen indah tersebut kita berfoto ria, meskipun sedikit kesusahan karena satu tangan harus memegang payung dan sebelahnya memegang kamera tapi demi mengabadikan pemandangan yang menakjubkan tersebut kita bergantian memegang kamera dan payung.

Pesona alam Purwakarta yang tersembunyi dibalik sebuah tebing dan kampung kecil ini mengobati segala rasa lelah selama perjalanan, perjuangan yang cukup berat berasa tidak sia – sia dan tergantikan oleh indahnya air terjun  Cipurut serta pemandangan alam disekitarnya. Sebenarnya masih betah berada di bawah cipratan air terjun yang dingin dan menyegarkan, namun apa daya antrian yang akan menggunakan payung yang kita pakai sudah menunggu di warung tempat berteduh, akhirnya kami kembali ke warung tersebut.

 

Selain air terjun utama, terdapat dua buah air terjun mini yang landai, bentuknya mirip dengan tempat perosotan atau seluncur anak, dan disitulah tempat bermainnya para pengunjung , dimana para pengunjung bisa bermain air dan seluncur. Menikmati keindahan Curug Cipurut, main air dan seluncuran di sungai, makan hidangan instan dan camping, belum lengkap rasanya kalau tidak mengabadikan momen indah tersebut dengan berfoto ria. Bagi yang akan berkunjung ke Curug Cipurut disarankan pada hari libur, karena disaat hari – hari biasa tempat ini sepi dan penjual makanan atau warung pun tidak buka. Selamat berkunjung dan jangan merusak alam, jagalah kelestarian alam dan tempat wisata, jangan buang sampah sembarangan !

 

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.