Berpetualang ke Karimun Jawa

Post

Masa muda adalah masa yang berapi-api begitulah kata Bang Haji Rhoma Irama dalam salah satu lirik lagunya. Ya, banyak sekali petualangan dan perjalanan yang menyenangkan yang terjadi di masa muda. Salah satunya adalah dengan melakukan perjalanan-perjalanan yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Banyak yang bilang masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan dan saya sangat setuju dengan hal ini. Banyak perjalanan dan petualangan bersama teman-teman dan sahabat yang sangat berkesan yang terjadi saat saya masih berseragam putih abu-abu.

Salah satu perjalanan yang berkesan pada waktu itu adalah saat saya berpetualang menuju sudut terpencil di utara Pulau Jawa. Ya, Pulau Karimun Jawa sebuah surga terpencil yang sangat indah dan menawan.

Saya berangkat menuju ke Pulau Karimun Jawa pada tanggal 7-12 Juli 2015 bersama teman-teman dari Pecinta Alam SMA Katolik St Louis 1 Surabaya atau yang disingkat dengan PASS. Sebenarnya saya bukanlah anggota PASS namun salah satu teman saya yang merupakan anggota PASS mengajak saya dan ini merupakan open trip jadi akhirnya turutlah saya dalam perjalanan ini.

Kami berangkat pada sore hari menggunakan bis kota menuju Terminal Bungurasih lalu dilanjutkan dengan naik bis lintas daerah menuju kota Jepara. Harga tiket bis waktu itu saya kurang ingat, namun cukup terjangkau. Sekitar pukul 00:00 bis berhenti di Tuban untuk beristirahat. Di pemberhentian ini kita mendapat jatah makan yang sudah termasuk dalam harga tiket.

Setelah selesai beristirahat kira-kira 1 jam lamanya bis pun melanjutkan perjalanan menuju kota Jepara. Sekitar pukul 04:00 kami tiba di Terminal Jepara.  Untuk menuju Pulau Karimun Jawa kami masih harus menyeberang dengan menggunakan kapal. Maka dari itu, kami pun memutuskan untuk segera berjalan menuju Pelabuhan Kartini Jepara.

Hari masih pagi sekali saat kami tiba di Pelabuhan Kartini dan loket pun belum buka. Maka kami pun menghabiskan waktu dengan tidur di pelataran karena masih mengantuk. Sekitar pukul 06:00 loket buka dan kami segera memesan tiket. Kapal pun berangkat sekitar satu jam setelahnya.

photo-2-1 photo-1-1

Untuk dapat sampai di Pulau Karimun Jawa diperlukan waktu sekitar 4 jam dengan menggunakan kapal motor penumpang.

Kami tiba di Karimun Jawa pada siang hari. Setelah tiba di rumah yang kami sewa kami segera mencari makan. Ada sebuah warung di alun-alun yang menyediakan makanan yang lumayan murah dan warung ini juga menyediakan wifi. Warung Bu Ester namanya. Yang saya suka di Warung Bu Ester ini adalah soda gembiranya yang sangat enak diminum saat hawa panas.

Malam harinya kami kembali ke alun-alun untuk makan malam. Pada malam hari di alun-alun banyak sekali orang yang menjual seafood dengan harga yang murah. Seafood-seafood ini sangatlah segar dan dapat dimasak sesuai pesanan kita.

photo-1-2

photo-3-5 photo-4-5

Keesokan harinya kami berangkat pagi-pagi untuk snorkling. Dengan menyewa dua kapal kami berangkat menuju ke sebuah spot snorkling. Namun karena cuaca yang buruk kami harus memutar haluan untuk pergi ke tempat lain yang lebih aman ombaknya untuk dilalui. Akhirnya kami pun snorklinggg!!! Laut Karimun Jawa sangatlah indah dan banyak sekali ikan-ikan yang lucu-lucu. Disini kita juga dapat berfoto underwater dengan ikan nemo dan bintang laut. Maklum ini adalah pertama kalinya saya snorkling di lautan lepas. Saya tidak mau melewatkan momen ini dan memanfaatkan fasilitas camera underwater yang disediakan oleh pemilik kapal. Saran saya jangan lupa gunakan sunblock sesering mungkin karena sinar matahari disini sangatlah menyengat.

Karimun Jawa Karimun Jawa

Setelah puas snorkling kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Menjangan Besar. Di pulau ini kita dapat berenang bersama ikan hiu. Hiu-hiu disini sangatlah jinak dan tidak menggigit. Namun untuk wanita yang sedang berhalangan disarankan untuk tidak berenang dengan hiu karena bau amis dapat memancing mereka.

Karimun Jawa

Di hari ketiga, kami menuju Pulau Cemara Kecil. Di Pulau ini kami bekerja bakti untuk memungut sampah-sampah yang berserakan. Banyak sekali sampah yang kami dapatkan. Hal ini menunjukkan kurangnya perhatian para pelancong terhadap kebersihan lingkungan. Sebagai tamu, seharusnya kita menjaga kebersihan tempat tersebut agar tetap indah.

Karimun Jawa photo-4-2

Karimun Jawa

Setelah memunguti sampah kami pun makan siang. Bapak penyewa kapal menyediakan makan siang yang enak untuk kami. Kami pun makan di pinggir pantai. Walaupun menunya sederhana rasanya menjadi nikmat karena pemandangan yang indah dan suasana yang menyenangkan.

photo-2-2

Sore harinya kami menikmati senja di Pantai Ujung Gelam yang terkenal dengan pohon-pohon kelapanya yang tumbuh miring.

Selain mengunjungi pulau-pulau dan menyelami keindahan lautnya, kami juga mengunjungi hutan mangrove dan bukit Joko Tuo yang ada di Pulau Karimun Jawa. Untuk dapat sampai kesana kami naik pick up yang kami pinjam dari kenalan pembina PASS yang ada disana.

Untuk dapat sampai ke hutan mangrove perjalanannya lumayan memakan waktu. Namun pemandangan di kanan dan kiri jalan sangatlah indah dan memanjakan mata. Hutan mangrove disini sangatlah lebat dan terdapat sebuah menara untuk melihat pemandangan sekitar. Dari menara ini, kita dapat melihat hamparan mangrove, lautan lepas, dan sebuah bukit yang cantik.

photo-1-3 photo-4-3

Karimun Jawa

Setelah puas berjalan-jalan di hutan mangrove kami pun melanjutkan perjalanan ke Bukit Joko Tuo. Dari sini kita harus trekking sedikit untuk sampai ke puncak. Dari puncak Bukit Joko Tuo kita dapat melihat keseluruhan Pulau Karimun Jawa dan hamparan laut luas. Dari bukit ini kita bisa melihat Pulau Menjangan Besar yang letaknya berdekatan dengan Pulau Karimun Jawa.

Cerita Lain: Pulang ke Purwokerto, Main ke Watu Meja

photo-4-4 photo-2-4

Kami pulang pada pagi hari keesokan harinya dengan menggunakan kapal motor penumpang lagi. Sebenarnya kami berencana pulang di hari Sabtu tanggal 11 Juli 2015, namun karena kapal hanya datang pada hari Jumat dan Minggu kami memutuskan extend dan pulang pada hari Minggu tanggal 12 Juli.

Saat perjalanan pulang cuaca kurang bersahabat sehingga perjalanan yang seharusnya ditempuh selama 4 jam harus ditempuh selama 6 jam. Selain itu ombak begitu besar sehingga percikan ombak pun dapat masuk kedalam kapal.

Kami pun tiba di Surabaya pukul 11 malam. Selama di Karimun Jawa total saya menghabiskan uang sebesar 1 juta rupiah pas. Sudah termasuk tiket bis dan kapal PP, uang urunan sewa rumah dll, dan uang makan dan belanja oleh-oleh.

Saya sangat berterima kasih kepada bro Diaz pembina PASS, dan anggota serta alumni PASS serta teman-teman lain yang ikut dalam perjalanan ini. Semoga kita bisa jalan-jalan lagi ya gaess! :)

Cerita Lain: Tanoh Alas Keindahan Alam Tak Terlihat

photo-4-7

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.