Karimunjawa : Eksotika Bahari di Utara Jawa

Kata orang “Yang dekat malah terlupakan” cocok buat saya. Pasalnya setiap saya jalan-jalan pasti nyari tempat yang jauh. Tujuannya sih cuma ingin tempat jalan-jalan saya bukan tempat yang mainstream. Oleh sebab itu pada edisi jalan-jalan musim panas ini saya pergi ke Karimunjawa, suatu destinasi wisata yang letaknya di sebelah utara Pulau Jawa.

Ke Karimunjawa bagi saya rasanya seperti pulang ke kampung halaman. Yap, kampung saya adalah Solo yang berada dalam satu provinsi dengan Karimunjawa yaitu Jawa Tengah. Tuh kan, masak orang Jawa tinggal di Pulau Jawa pula nggak pernah kesana?#Payah

Sempat terpikir Karimunjawa ini kondisinya mungkin sama seperti pulau yang ada di dekat Jakarta yang katanya kurang optimal dalam perawatannya. Katanya? Ya saya kan belum pernah kesana. #MaafkanAku

Perjalanan pun dimulai, karena jaraknya dekat dari Jakarta, saya memutuskan untuk bawa mobil sendiri. Dikendarai ya maksudnya, bukan dibawa-bawa/diten-teng. Dari Jakarta ke Karimunjawa saya harus transit dulu di Kota Jepara sebelum menyebrang naik kapal. Dengan sudah adanya jalan tol sampai “Brexit” alias Brebes Exit, perjalanan bisa ditempuh hanya selama 11 jam. Sampai di Jepara saya tidak langsung nyebrang karena hari sudah malam dan perjalanan dilanjutkan keesokan harinya.

Pagi setelah sarapan saya langsung bergegas pergi ke pelabuhan Jepara. Waktu itu pelabuhan tidak terlalu ramai, mungkin karena ini sudah bukan musim liburan lagi. Yes, ini memang seperti yang sudah direncanakan, pergi jalan-jalan saat orang lain kembali bekerja. Penyebrangan melalui laut membutuhkan waktu 2 jam tergantung dari kapal apa yang dipakai.

20160808_111953
pelabuhan Karimunjawa

Perjalanan laut yang cukup lama tidak terlalu terasa karena sudah tidak sabar lagi untuk segera sampai. Sesampainya di Pelabuhan Karimunjawa, sudah ada pegawai penginapan yang menunggu. Waktu itu saya memesan penginapan di sebuah pulau yang bernama Menjangan Kecil. Untuk sampai ke penginapan saya perlu untuk menyeberang lagi pakai perahu tradisional ke sebuah pulau bernama Menjangan Kecil. Sedikit repot dan membutuhkan waktu lagi untuk kesana, tapi rasanya lebih enak dan nyaman jika tinggal di sebuah pulau kecil daripada di pulau utama yang sudah ramai #Tips. Pulau Menjangan Kecil hanya memiliki satu penginapan yaitu Menjangan Resort. Tenang, ini bukan resor-resor biasa yang mahal atau mewah, ini hanya cottage-cottage sederhana yang berjejer di pinggir pantai dengan harga yang bisa dikatakan sangat murah.

By the way, Pulau Menjangan Kecil adalah bagian dari objek wisata yang ditawarkan dalam paket-paket wisata. Jadi, dengan menginap disini ya bisa lebih hemat karena kunjungan khusus kesini bisa dihapus dan diganti dengan yang lain. Rasanya senang sekali bisa kembali tinggal di sebuah pulau kecil yang dikeliling oleh pantai pasir putih dan laut yang biru.

 

20160809_161411
Pulau Menjangan Kecil

Biasanya orang pergi kesini untuk melakukan snorkeling dan melihat sunset. Keindahan bawah lautnya lumayan oke, karangnya sangat rapat dan jarak antara karang dengan permukaan air sangat dangkal. Di beberapa spot banyak karang yang rusak karena bom ikan,  ada juga yang terlihat seperti patah karena jangkar kapal.

FYI, sekarang di Karimunjawa kapal-kapal wisata yang membawa tamu untuk snorkeling atau diving tidak boleh melepaskan jangkarnya, di spot-spot snorkeling sudah dipasangkan seperti “buoy” atau pelampung untuk tempat menambat kapal. Saya tidak tau sih sudah berapa lama ini diterapkan, pastinya ini adalah sebuah langkah bagus untuk menjaga ekosistem laut.

“Sekarang sudah nggak boleh mas lepas jangkar kebawah, kalo ketauan bisa kena sanksi”, kata Mas Dananr, guide yang menemani saya.

“Semua guide juga disuruh mengawasi para tamu yang snorkeling supaya tidak menginjak karang, kan kalo diinjak bisa rusak karangnya”, timpalnya lagi.

Karimunjawa itu ternyata luas ya, jejeran pulau-pulaunya ada berjumlah 27 pulau dengan pulau Karimunjawa sebagai pulau utama. Katanya diperlukan waktu kira-kira seminggu untuk menjelajah semua pulaunya. Karena saya hanya empat hari saja ya jangan harap bisa mengeksplore semua.

Akhirnya di hari pertama saya berangkat naik perahu bersama keluarga dan rombongan 4 orang yang asalnya dari Bandung. Petualangan mengelilingi surga bahari Jawa pun dimulai.

Pulau Menjangan Besar

Tempat yang saya kunjungi di hari pertama di Karimunjawa bisa dibilang daya tarik utama kalau orang jalan-jalan kesini. Yap, berenang sama hiu! Sebenernya ini adalah sebuah tempat penangkaran. Saya tidak tanya apakah penangkaran ini tujuannya hanya untuk pariwisata atau buat dimakan juga. Selain hiu disini ada beberapa hewan-hewan laut unik yang sengaja dipelihara seperti penyu, ikan buntal, anemone, dan bintang laut. Sebelum mencoba berenang sih berani banget, hiunya pasti baik pikir saya. Tapi setelah masuk ke dalam air perasaan berani tadi jadi berubah sedikit takut.

1474011992140-1“aduh ini gigit gak ya hiunya?”, tanya saya ke penjaga sambil menarik diri dari air. “Nggak kok ngga bakal gigit, wong ini peliharaan kok”, jawab penjaga tadi sambil terkekeh.

“tangannya dinaikin aja mas biar aman”, kata pak penjaga. Waakk bikin takut saya aja, berarti kalau tangan saya masuk ke air bisa digigit dong? Akhirnya jadilah saya jalan-jalan di dalam air sambil angkat tangan kaya orang aneh. Untung hiu bisanya nyium bau dalam air aja, kalau bisa di udara bisa gawat nih (sambil nyium ketek sendiri).

Padahal, teman saya sekapal berani untuk menyelam dan melihat langsung muka dengan muka sama hiu. Dia dengan beraninya langsung memegang badan ikan hiu tersebut. Ah kalau di alam bebas sih saya berani, tapi disini nggak deh #AlasanTakMasukAkal

Di penangkaran ini bukan hanya hewan laut aja yang ditangkarkan, manusia juga, eh maksudnya ada penginapan juga disini. Jadi siapa yang demen lama-lamaan sama hiu bisa nih nginap disini plus kamar-kamarnya berada di atas air!

Free diving di spot Maer

Maer? Maak aerrr…. Hush! Bukan itu maksudnya, Maer adalah salah satu lokasi favorit buat snorkeling di Karimunjawa. Disini terumbu karangnya lebih berwarna daripada yang lain, kondisinya juga lumayan bagus. Ikan-ikan sangat banyak, coba saja taruh sedikit potongan roti di permukaan, tidak sampai satu detik ikan-ikan berwarna biru bergaris hitam menyerbu.

Disaat yang lain sibuk untuk mengambil gambar narsis di dalam air, saya coba free dive mencari suatu yang wajib dilihat kalau lagi di laut, ikan nemo. Tak lama kemudian saya menemukannya, dan kali ini bisa ketemu nemo yang besarnya seukuran tangan!

1474012272740Ombak saat kami berenang lumayan besar, memang spot ini jarak dari pulau terdekat lumayan jauh dibanding spot lainnya. Alhasil, baru sebentar saja free dive tubuh saya sepertinya sudah capek sekali, belum lagi pas ambil nafas bukannya udara yang masuk malah air laut.

Piknik Seru di pantai Batu Topeng

Setelah capek berenang di laut enaknya makan nih. Nakhoda kami mulai menyalakan kembali mesin kapal lalu berlayar menuju Pantai Batu Topeng. Kenapa diberi nama Batu Topeng? Karena dulu katanya disini ada batu besar dipinggir laut yang kelihatan membentuk seperti wajah manusia.

Sesampainya di pantai guide kami langsung menyiapkan peralatan memasak untuk membakar ikan. Nikmatnya makan ikan bakar fresh di pinggir pantai! Nikmat sih tapi saya tidak makan ikan (proud to be vegetarian!). Buah kelapa tidak lupa untuk dicoba, airnya bagus buat melepas dahaga di tengah terik matahari siang.

1474012290392
Pantai batu topeng

Ada satu keunikan pantai ini yaitu adanya pondok kecil yang menjorok ke laut . Untuk ke pondok ini kita harus menyebrang air sedalam pinggang, sayang tidak dibikin sekalian jembatannya. Selain itu saya bisa naik ke atas tumpukan batu-batu karang yang besar. Spot ini cocok buat saya untuk mengambil gambar dari angle yang lebih tinggi dari pantai.

Pulau Tengah

Setelah melawan ombak selama kurang lebih 1 jam sampailah kami di pulau bernama Tengah. Tidak tau kenapa dinamakan tengah, padahal letaknya bukan di tengah-tengah Karimunjawa.

Di pulau ini aktivitas kami adalah snorkeling. Semuanya langsung buru-buru nyebur ke laut, maklum lah selama perjalanan kami semua seperti ikan yang lagi dijemur matahari dan abis itu diasinkan lalu dimasak. Beda dengan saya, kalau terburu-buru berenang sehabis digoyang ombak badan akan terasa lemas dan kepala terasa pusing. Tapi dengan melihat yang lain sedang bermain air rasanya tidak sabar lagi untuk menceburkan diri.

1474012280864

 

Spot snorkeling disini visibilitynya sangat jernih dibandingkan dengan spot di sebelah barat Karimunjawa. Mungkin penyebabnya adalah arus yang lebih besar sehingga air bergerak cepat. Karang-karangnya lumayan bagus. Bahkan ada karang yang timbul di atas permukaan laut. Kalau berenang mendekati pantai terdapat banyak padang melamun lamun bertebaran mengelilingi pantai. Saya yang tadinya mau istirahat ke pantai mengurungkan niat kesana. Maklum, masuk ke daerah lamun itu seram menurut saya, bisa saja selagi kita berenang tiba-tiba ada binatang aneh keluar dari kerumunan rumput laut. Kalau tidak berani sebaiknya jangan ambil resiko deh.

Setelah kira-kira 1 jam-an kami selesai snorkeling. Pas sudah naik di atas kapal tiba-tiba perut rasanya mual sekali, kata Mas Nandar sih itu tandanya butuh asupan gizi. Kode saya pun direspon dengan baik, Pak Busyro langsung tancap gas pergi ke Pulau Cilik untuk makan siang.

Pulau Cilik

Pulau Cilik hanyalah sepelempar batu dari Pulau Tengah. Usain Bolt belum sampai garis finish 100 meter kapal kami sudah besandar dengan aman di dermaga. Beda dengan situasi di pulau sebelah, di Pulau Cilik ini sudah ramai oleh orang-orang seperti kami yang lapar. Semuanya ternyata lagi menunggu ikan bakar yang sedang dibakar.

20160810_130701
pantai pulau cilik

Sambil menunggu saya coba berjalan keliling pulau yang luasnya hanya seukuran lapangan sepakbola. Suasana pulau ini benar-benar enak sekali, berbeda dengan pulau-pulau lainnya. Disini pantainya sangat landai dan airnya sangat jernih. Menurut saya ini adalah pulau dengan pantai terindah dan air terjernih di Karimunjawa dan this is the real carribean van java!

Sayang sekali disini tidak ada penginapan. Katanya kalau mau menginap disini harus membangun tenda dan harus siap beraktifitas dalam kegelapan karena disini tidak ada aliran listrik. Sebenarnya ada 4 cottage yang baru dibangun pada saat itu, tapi belum diketahui kapan akan dibuka untuk umum. Wah, kalau jadi sepertinya saya harus balik ke Pulau Cilik😀

Gosong Seloka

Perhentian berikutnya adalah Gosong Seloka, suatu gundukan pasir yang letaknya di tengah laut. Pulau gosong ini luasnya tidak seberapa, mungkin hanya selebar kapal yang saya naiki, unik bukan? Sebenarnya ada terdapat dua gundukan pasir, tapi yang satunya sudah tenggelam alias terendam air.

 

20160810_153719
penampakan pulau gosong

Sewaktu kapal sudah tidak jauh lagi dari gosong, tiba-tiba mesin kapal mati. Ternyata Pak Busyro sengaja mematikannya dan menyuruh kami untuk berenang sendiri ke gosong! Liat-liat di sekitar berpikir bahwa sudah di area yang dangkal tapi ternyata kapal masih berada di tengah laut yang dalam. Seisi kapal terlihat bingung begitupula saya. “Pokoknya berenang aja ayo..disini karangnya bagus-bagus..” ucap pak Nandar sambil loncat ke laut.

 

Benar saja, pemandangan bawah laut di bawah kapal sangat indah. karang-karangnya padat berwarna-warni. Ikan-ikan berukuran kecil sampai besar berseliweran di hadapan kami. Ada lokasi di kedalaman 10-20an meter yang isinya hanyalah hamparan pasir yang luas, disinilah saya beruntung melihat ikan pari yang lumayan besar bersembunyi didalam pasir. Arus disini lumayan kuat, kalau saya berhenti sejenak terasa sekali arus seperti membawa saya pergi. Pak Nandar pun bilang ke saya untuk berhati-hati kalau mau free dive. 

 

1474012147731
freedive di pulau gosong

Akhirnya sampai juga di pulau gosong. Awalnya di pulau gosong hanya ada kami, tapi tidak lama kemudian datang empat kapal membawa puluhan orang, membuat pulau kecil ini sesak seperti lagi belanja di Tanah Abang. Melihat mereka datang dengan langsung diantar ke dekat gosong tanpa snorkeling jadi kesenangan tersendiri. Ah, beruntung kami punya guide yang baik!

Karimunjawa

Soft Coral di Gosong

Pak Busyro melambaikan tangannya dari kapal yang menandakan waktu kami menikmati pulau gosong berakhir. Kapal kembali mengarungi lautan untuk pulang ke penginapan sambil ditemani matahari terbenam di ufuk barat. Ini juga merupakan hari terakhir kami di Karimunjawa. Keesokan harinya kami harus pergi ke pelabuhan untuk kembali ke Jepara.

1474012294147

Let’s Explore the Beauty of Indonesia!

-The Spiffy Traveller-

Travel Notes :

  • Karimunjawa dapat dicapai dari Kota Semarang dan Jepara. Dari kedua kota tersebut dilanjutkan dengan naik kapal selama kurang lebih 2-4 jam tergantung jenis kapal. Jika punya kocek lebih bisa menggunakan pesawat dari Semarang. Untuk info jadwal kapal dll selengkapnya bisa cek disini atau bisa search di mbah gugel😀
  • Waktu kedatangan terbaik adalah di bulan Mei-Agustus disaat gelombang laut lebih tenang.
  • Untuk lebih simple dan murah disarankan untuk pakai paket tour, selain murah kita juga bisa lebih banyak mengunjungi tempat-tempat yg wajib dikunjungidan tidak repot dalam memesan tiket kapal PP. Bisa dibilang semua penginapan disini menawarkan paket tur karimunjawa, so jangan khawatir memilih tur operator yang terjamin.
  • Jangan khawatir tidak bisa eksis di social media selama disana. Sinyal sangat kuat dimanapun anda berada.
  • ATM ada hanya di pulau Karimunjawa (BRI)

Spiffy Blogger & Traveller Hidden Paradise Explorer

Leave a Reply