Keindahan Maluku Utara (Bag 1) : Ternate | Fort Kalamata – Ketika Sejarah dan Keindahan menjadi satu

Maluku Utara. Salah satu wilayah di Indonesia yang selalu menjadi tujuan impian saya, tempat dimana keindahan tidak mempunyai batas, tempat dimana salah tau bagian terkelam dalam sejarah indonesia dimulai, zaman kolonial. Pada akhirnya, mimpi itu mnejadi kenyataan, akhir bulan Mei 2017, saya bersama teman perjalanan yang paling setia-istri saya, berkesempatan menginjakkan kaki di Tanah Maluku Utara. Perjalanan Kami dimulai dengan penerbangan selama 3,5 jam dari Jakarta menuju Ternate, penebangan malam cukup membuat kami merasa lelah, akan tetapi sejak kaki kami menjejak bumi Ternate kelelahan itu menjadi sirna tergantikan dengan kegembiraan. Ya, inilah awal perjalanan kami menjelajahi wilayah Maluku Utara, perjalanan kami akan dimulai dari Ternate, kemudian ke Morotai lalu Halmahera dan berakhir di Tidore.

Banyak cerita sepanjang perjalanan 8 hari di Maluku Utara, cerita tentang keindahan alam, cerita tentang perjalanan hidup dan cerita tentang kehidupan itu sendiri. Dalam bagian pertama ini, saya ingin menceritakan tentang beberapa tempat di Ternate. Ternate. Sebuah pulau yang juga merupakan nama kota, kota Ternate tepat di bawah gunung gamalama. Di era prakolonial, Ternate adalah kekuatan politik dan ekonomi yang dominan di sebagian besar “Kepulauan Rempah-Rempah” Maluku. Ternate, memiliki sejarah panjang dalam perjalanannya, karena Ternate adalah salah satu pulau pertama yang kontak dengan orang Eropa. Bangsa Eropa pertama yang datang ke ternate adalah orang Portugis sekitar abad ke-16. Pada zaman penjajahan Belanda, sekitar abad ke-17, Ternate pernah menjadi ibu kota pulau kolonial Belanda sebelum pindah ke Jakarta. Tidak mengherankan, di sana terdapat banyak peninggalan bangsa Eropa, salah satu yang tersisa adalah benteng kalamata, yang dibangun oleh Portugis sekitar tahun 1540

Benteng kalamata adalah benteng yang dibangun oleh Portugis pada tahun 1540.Benteng Kalamata disebut juga Benteng Kayu Merah. Disebut Benteng Kayu Merah karena berada kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate Selatan. Awalnya benteng ini bernama Santa Lucia, tetapi kemudian terkenal dengan Benteng Kalamata. Kalamata sendiri berasal dari nama Pengeran Kalamata, yakni adik dari Sultan Ternate Madarsyah. Benteng Kalamata pertama kali dibangun oleh Portugis (Fransisco Serao) pada tahun 1540 untuk menghadapi serangan Spanyol dari Rum, Tidore. Kemudian, benteng ini dipugar oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Pieter Both, pada tahun 1609. Benteng Kalamata diduduki oleh Spanyol pada tahun 1625 setelah dikosongkan Geen Huigen Schapen (Portugis). Setelah ditinggal Spanyol, benteng ini diduduki oleh Belanda. Kemudian benteng ini diperbaiki oleh Mayor Lutzow pada tahun 1799. Benteng Kalamata dipugar oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1994 dan diresmikan purna pugarnya pada tahun 1997. Pada tahun 2005, Pemerintah Kota Ternate merenovasi benteng ini dengan menambahkan halaman dan rumah untuk penjaga benteng. (wikipedia).

Sejarah panjang Benteng Kalamata ini dipadu dengan keindahan alam di sekitarnya, menajdikan situs benteng ini menjadi tempat dimana sejarah dan keindahan menjadi satu, tidak heran bangsa portugis membangun benteng pertamanya di Tanah Air di lokasi ini.

Benteng Kalamata
Bagian depan dan jalan masuk ke pintu utama dari sisa-sisa Benteng Kalamata
Gerbang utama Bneteng Kalamata yang masih terlihat kokoh
Bagian dalam Benteng, dari dalam benteng ini dapat terlihat dilatarbelakang, pulau Tidore dan Gunung Maitara, kedua puncak gunung ini menjadi icon dan diabadikan dalam Uang Rp.1000
Bagian dalam Benteng

Nantikan cerita berikutnya…..

 

Photography Enthusiast (https://www.photoblog.com/arifrudiana) “When words become unclear, I shall focus with photographs. When images become inadequate, I shall be content with silence.” (Ansel Adams)

Leave a Reply