#KitaINaTrip Ke Kota Tua Jakarta

Halo Heroes,

Kemarin Aip dan beberapa Heroes lainnya diajak KitaIna buat menelusuri jejak sejarah di sekitar Kota Tua Jakarta. Udah sering sih ke kawasan Kota Tua, tapi beda rasanya saat ikut Walking Tour bersama Jakarta Good Guide, banyak banget cerita menarik yang dibagi sama Mas Candha , Tour Guide kali ini. Jadi banyak tahu. Warning di tulisan kali ini bakalan banyak pertanyaan “Tahukah Heroes?”

Tour dimulai berkumpul di Stasiun Beos alias Stasiun Kota Jakarta. Kita dikasih baju KitaINa berwarna putih biar matching semuanya. Disini para peserta tour berkenalan. Senang bisa ketemu para heroes lainnya seperti Tama, Yuki, Deta, Ismi, Hening, Mus, Anny, Dendi, Rizka, Ratna, Lula, Dyang, Wowwidy, Tika, Dimas.

Stasiun Beos alias Stasiun Kota

Tahukah Heroes kalau Stasiun Kota ini dibangun pada tahun 1870, dan kalau masuk di dalamnya berasa banget seperti di Eropa. Dipanggil Stasiun Beos karena awalnya bernama Stasiun BOS ( Bataviasche Ooster Spoorweg Maastchapij ( Maskapai Angkutan Kereta Batavia Timur) tapi ada versi lain yang bilang Batavia En Omstreken yang berarti Batavia dan sekitarnya, jalur yang dilayani Kereta pada masa itu.

Perjalanan dimulai dengan naik angkot ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Dilanjutkan dengan berjalan kaki lewat pintu belakang. Karena kalau Sabtu minggu Pintu depannya ditutup. Sampai juga kami di ke Pelabuhan Sunda Kelapa yang terkenal. Cuaca panas terik, tapi justru cakep buat difoto. Hehehe.

Pelabuhan ini sendiri sebenarnya letaknya lebih dalam lagi ke daratan, tapi karena letusan gunung terjadi pendangkalan yang membuat pelabuhan semakin mendekat ke laut seperti sekarang.

 

Tahukah Heroes kalau Sunda Kelapa adalah cikal bakal Jakarta??

Suasana di Pelabuhan Sunda Kelapa Kini

Ceritanya lumayan panjang, mari kita resumekan, Pelabuhan Sunda Kelapa sudah ada sejak abad ke-5 milik Kerajaan Tarumanegara. Lalu abad ke-12 menjadi milik Kerajaan Sunda. Di masa ini Pelabuhan Sunda Kelapa berkembang menjadi salah satu pelabuhan penting yang ada di pulau Jawa, karena lokasinya strategis. Kegiatan bisnis dilakukan dengan pedagang dari berbagai daerah di Nusantara dan pedagang asing dari Tiongkok, Arab, India, Inggris dan Portugis. Bangsa Portugis bahkan diizinkan membuat kantor dagang di sekitar pelabuhan.

Kesultanan Demak melihat hubungan Portugis dengan Kerajaan Sunda sebagai sebuah ancaman, lalu pasukan gabungan Kesultanan Demak-Cirebon dibawah pimpinan Fatahillah menyerang Sunda Kelapa. Pada 22 Juni 1527, mereka berhasil menguasai Sunda Kelapa dan merubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta. Nah, Peristiwa ini lah yang diingat sebagai ulang tahun Kota Jakarta.

Pelabuhan Sunda Kelapa sendiri posisinya sangat penting, karena menjadi pelabuhan penyambung perdagangan rempah-rempah,mengingat pada saat itu rempah – rempah merupakan komoditas utama di Belanda karena berbagai khasiatnya seperti obat, penghangat badan, dan bahan wangi-wangian. Pada tahun 1610 Belanda membuat perjanjian dengan Pangeran Jayawikarta atau Wijayakarta isinya bahwa Belanda diijinkan membuat gudang dan pos dagang di timur muara sungai Ciliwung (yang menjadi Museum Bahari sekarang). Belanda pun mendapat keuntungan yang besar, lalu Belanda mengambil alih Jayakarta dan kemudian mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia.

Bangunan itu adalah museum bahari, sementara di depannya adalah pertemuan Ciliwung dan Kanal buatan Belanda
Heroes di Pelabuhan Sunda Kelapa

Dari Pelabuhan Sunda Kelapa, kami diperlihatkan letak Sunda Kelapa yang asli. Sebuah Delta diantara sebuah sungai Ciliwung alami dan kanal buatan Belanda. Sekarang belum dibangun apa-apalagi, karena para arkeolog menemukan beberapa artifak penting disana. Jadi sambil menunggu penelitian, sekarang dibiarkan saja dulu. Setelah sebelumnya menjadi perkampungan bangunan semi permanen.

Dari sana kita pergi ke Menara Syahbandar atau Uitkijk. Dulu bangunan ini merupakan bangunan tertinggi di Batavia pada tahun 1800-an. Fungsinya untuk pemantauan, perizinan, pengaturan kapal-kapal yang bongkar muat di Sunda Kelapa. Di sebelahnya ada gudang-gudang penyimpanan rempah-rempah. Nah, mereka lalu memakai kapal kecil dari Sunda Kelapa untuk memindahkan muatan ke Kapal yang lebih besar di Pulau Onrust yang ada di Kepulauan Seribu, lalu berlayar ke Eropa.

Gosipnya, dari Menara ini Pemerintah Kolonial Belanda membangun sebuah terowongan tepat di menghubungkan menara dengan Benteng Frederik Hendrik yang kemudian dibongkar dan lokasi ini sekarang telah menjadi sebuah masjid yang kini dikenal dengan Masjid Istiqlal.

 

Tahukah Heroes?

Menara SyahBandar, ,Menara Miring Jakarta

Menara Syahbandar ini posisinya miring! Menara setinggi 12 meter perlahan-lahan mengalami kemiringan. Hal ini dikarenakan abrasi dan tanah disekitarnya yang ambles. Selain itu, lokasi menara yang berdekatan dengan pelabuhan membuat menara ini sering dilewati kendaraan berat yang membuat menara ini merasakan getaran. Sebenarnya menara ini sudah direnovasi di tahun 2007, tapi kemiringannya dipertahankan supaya unik.

Kami juga diperlihatkan Galangan VOC, yaitu beberapa gedung yang dahulu menjadi tempat perbaikan kapal-kapal VOC, sekarang sudah berubah fungsi menjadi restoran. Tapi bangunannya masih terawat kok.

Dari Galangan VOC, kami pindah ke sebuah jembatan bernama Jembatan Kota Intan. Sebenarnya dari sejarah, biasa saja statusnya. Yang teristimewa adalah dia menjadi satu-satunya sisa kejayaan jembatan di Jakarta. Jadi dulu, Jakarta adalah kota yang dibangun dengan sistem kanal seperti di Belanda. Otomatis ada banyak jembatan. Yang kerennya lagi, jembatan ini bisa dibuka tutup, jadi kapal bisa lewat. Seiring dengan perjalanan waktu, satu persatu jembatan seperti ini diganti. Hingga tersisa Jembatan Kota Intan ini.

Jembatan Kota Intan. Sisa kejayaan Kanal-kanal Belanda. Jembatan ini bisa dibuka tutup supaya Kapal bisa lewat

Tour diakhiri di Museum Fathillah, landmark paling menonjol di Kawasan Kota Tua Jakarta. Kita sempat melihat titik 0 sistem trem Batavia. Ya, dulu Jakarta punya trem seperti di Eropa Trem ini menghubungkan Kota sampai ke Bekasi-nya Batavia jaman dulu, yaitu… Jatinegara.

Kami juga melihat meriam si Jagur buatan Portugis yang dipahat dengan gesture tangan yang tak senonoh buat orang Indonesia. Sampai banyak yang menganggap meriam itu bisa berkhasiat buat kesuburan pasutri yang belum punya anak. Lalu ditunggangi supaya pada punya anak. Padahal, kalau menurut budaya Portugis gesture tangan tak senonoh itu artinya “Good Luck”. Jadi kalau disambung-sambungin, Good Luck semoga punya anak. Hahaha.

 

Tahukah Heroes?

Museum Fatahillah

Museum Fathahillah pernah mengalami beberapa kali berganti fungsi. Awalnya berfungsi sebagai Balai Kota (Stadhuis) Batavia pada era Gubernur Jendral Abraham Van Riebeeck ( 1710) , Lalu setelah itu menjadi Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat (1925-1942), pada masa penjajahan Jepang jadi kantor pengumpulan logistik Dai Nippon (1942-1945), Pada era kemerdekaan, mejadi markas Komando Militer Kota/Kodim 0503 Jakarta Barat (1952-1968). Lalu pada tahun 1968, gedung diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Dan akhirnya pada tanggal 30 Maret 1974 oleh Gubernur DKI Jakarta,Ali Sadikin diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta.

Sayangnya Museum Fathahillah sampai saat ini sedang dalam masa restorasi, jadi kita tidak bisa masuk kedalam untuk melihatnya. Padahal didalamnya ada Ruang Penjara bawah tanah yang kalau laut pasang tergenang air laut. Banyak tawanan Belanda menderita karenanya. Beberapa pahlawan Nasional pernah ditawan disini sebelum dikirim ke pembuanganya, seperti Tjut Nyak Dhien dan Pangeran Diponegoro.

Demikian sepenggal pengalaman ikut #KitaINaTrip kali ini. Bermanfaat banget, banyak hal yang bisa diketahui. Oh ya, sebagian informasi di tulisan ini disadur dari Nat Geo dan Indonesia Kaya, selain didapat dari Tour Guide kita Mas Chanda.

Terima Kasih KitaINa, Jakarta Good Guide, dan Heroes, sampai berjumpa di #KitaINaTrip selanjutnya!

 

 

VOC Galangan, Gedung perbaikan Kapal yang masih terawat dengan baik, sekarang menjadi restaurant
Melihat Bekas Rel Trem di Batavia

 

 

 

 

 

 

 

Saya adalah seorang yang suka berbagi cerita. Kebanyakan cerita traveling atau kuliner, terutama di negeri kita. Karena menurut saya , Indonesia itu sangat menakjubkan. Selalu ada sesuatu yang baru untuk dilihat, didengar,dirasakan. Membuat saya senang jalan2 kelilingan Indonesia. Yuk Kita jalan-jalan, mulailah dari daerah di dekat rumah. Perkenalkan pada dunia

Leave a Reply