Labengki, Raja Ampatnya Sulawesi

LABENGKI :KEKAYAAN BAHARI KEBANGGAAN SULAWESI TENGGARA
(RAJA AMPATNYA SULAWESI)

Secara administratif Pulau Labengki masuk dalam wilayah Kabupaten Konawe Utara, Propinsi Sulawesi Tenggara, sedangkansecara geografis berada di koordinat 3°28’8.93″S dan 122°26’7.33″E. Pulau Labengki terletak di Desa Labengki, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.PulauLabengki berada di sebelah utara kotaKendari yang merupakan Ibu Kota Sulawesi Tenggara. Satu-satunya transportasi menuju Pulau Labengki yaitu dengan menggunakan kapal.

1_Peta Labengki

Pulau Labengki terdiri dari beberapa gugusan karang-karang yang menjulang di atas air yang mirip dengan gugusan karang di Raja Ampat Papua, sehingga Pulau ini mendapat julukan Raja Ampat-nya Sulawesi.Karang-karang tersebut memiliki berbagai ukuran, ada yang besar serta ada pula yang kecil.Terdapat dua pulau karang yang dapat ditinggali yang disebut Pulau Labengki Besar dan Pulau Labengki Kecil dengan mayoritas penduduk yang mendiami Pulau tersebut adalah Suku Bajo dengan pekerjaan utama sebagai nelayan. Selain pemandangan gugusan Pulau karang yang indah, kekayaan bawah air Labengki juga sangat indah yang tidak kalah dengan Wakatobi.

9 Desember 2016, perjalanan saya dimulai pukul 03.00 dini hari dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur tempat asal saya, menempuh waktu 3 jam via darat menuju Bandara Aji Muhammad Sulaiman di Kota Balikpapan. Karena tidak terdapat direct flight dari Balikpapan menuju Kendari, sehingga saya harus transit di Makassar terlebih dahulu.

Menggunakan pesawat Lion Air saya boarding menuju Makassarpukul 06.30 wita, dan landingdi Bandara Sultan Hasanuddin – Makassar pukul 07.35 waktu setempat. Dikarenakan waktu transit di Makassar cukup lama yaitu sekitar 4 jam, saya memutuskan untuk keluar bandara dan sejenak berkeliling kota Makassar. Tujuan pertama saya adalah mencari sarapan, saya putuskan untuk mencoba menu khas kota daeng ini, yaitu Coto Makassar. Berdasarkan info yang saya dapat bahwa Coto Makassar paling hits terdapat di Jalan Nusantara. Menggunakan Taxi saya menuju tempat tersebut dengan membayar sebesar 200rb rupiah

Coto Massar

Rasa cotonya lebih gurih dari yang pernah saya makan ditempat lain, dengan tambahan menu buras (nasi santan dibungkus daun) yang juga merupakan makanan khas kota Sultan Hasanuddin ini. Setelah mengisi perut, saya pun melanjutkan perjalanan menuju pusat kota Makassar yaitu pantai Losari untuk mengambil poto, naik becak dengan ongkos 25rb dalam waktu 10 menit saya pun sampai di city of view Makassar.

Makassar

Makassar

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, saatnya saya kembali ke Bandara untuk meneruskan penerbangan menuju Kendari

Pukul 12.05 wita menggunakan pesawat Lion Air saya boarding menuju Kendari, pukul 13.00 wita saya pun landing di bandara Haluoleo – Kendari. Menggunakan taxi dengan harga 100rb saya menuju Swissbel hotel yang sudah di pesan via agoda dengan harga Rp.471.808,- /malam. Dalam perjalanan menuju hotel saya mampir makan siang di rumah makan setempat, memesan menu khas kotaKendari yaitu Songgi, berupa kanji yang diberi kuah rebusan ikan.

Songgi

Setelah makan siang, saya menuju Swissbel Hotel yang beralamat Jl. Edi Sabara No. 88, Lahundape, Kendari, Sulawesi Tenggara untuk beristirahat.

10 Desember 2016, Pukul 07.00 pagi saya dijemput oleh pihak tour untuk menuju Dermaga Desa Bokori, sesampainya didermaga saya bertemu dengan peserta trip lainnya yang keseluruhan berjumlah 12 orang. Sekitar pukul 8 pagi kapal kami pun bergerak meninggalkan dermaga Bokori.

Perjalanan menghabiskan waktu sekitar 4 jam, dibawah teriknya sinar matahari kami menyusuri laut biru dengan pemandangan yang menyejukkan mata, dan jika kalian beruntung seperti perjalanan saya saat itu, kalian dapat melihat segerombolan lumba-lumba yang menghampiri disamping kapal. Untuk menghilangkan kebosanan di atas kapal, saya pun berpoto-poto ria.

Processed with VSCO with e2 preset
Processed with VSCO with e2 preset

Berikut ini beberapa lokasi wisata yang saya kunjungi

1. Pulau Labengki Kecil
Setelah perjalanan laut yang cukup panjang dan membuat pinggang encok, sampailah kami di tujuan pertama kami yaitu pulau Labengki Kecil. Disini kami singgah sekitar 1 jam hanya untuk mengambil poto

20170108004531_img_5117

2. Pulau Pasir Panjang
Perjalanan kami lanjutkan ke Pulau Pasir Panjang, Diberi nama demikian mungkin karena pasirnya yang melintang dan panjang mengikuti bibir pantai, disini merupakan salah satu titik snorkeling yang dapat dicoba, walaupun saya tidak bisa berenang bukan berarti saya tidak bisa menikmati keindahan pulau ini. saya mencoba mengambil poto disekitar pulau ini.

8_Pantai Pasir Panjang

9_Pantai Pasir Panjang

Kemudian perhatian saya tertarik pada tebing batu yang terdapat di tempat ini, tuk menghilangkan rasa penasaran saya coba menaiki tebing batu yang memiliki tinggi sekitar 25 meter tersebut. Dan inilah view dari atas tebing

10_Pantai Pasir Panjang

11_Pantai Pasir Panjang

Harus hati-hati saat mendaki tebing ini, bagian ujungnya cukup tajam serta terdapat beberapa bagian batu yang sudah mulai rapuh.

Kemudian sambil menunggu rekan-rekan yang sedang snorkeling, saya duduk santai dipinggir pantai menggunakan hammock sambil menikmati indahnya pemandangan di depan mata, ditambah dengan hadirnya pelangi turut mewarnai poto saya, hihi..

Pulau Pasir Panjang

Puas snorkeling dan bermain di pulau pasir panjang, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat penginapan

Di pulau ini belum terdapat fasilitas seperti hotel, penginapan atau warung makan.Sehingga selama trip ini kami menginap di Balai Desa Mbokita.Listrik pun hanya menyala pada pukul 6 sore sampai pukul 11 malam, sinyal telekomunikasi pun sangat susah sekali, maksimal jaringan EDGE itupun dalam posisi mati sengan hidup tak mau. Disini kami disambut sekumpulan anak-anak kecil ramai menghampiri, karena mereka sangat senang jika ada tamu yang datang di pulau tersebut.Sempatkan bercengkrama, berfoto dengan warga suku bajo sekitar agar lebih akrab, karena mereka sangat welcome dengan tamu-tamu yang datang.

20170108005740_img_5126
Adik-adik teman baru saya yaitu Nasrul, Reno dan Bintang

11 Desember 2016
Trip hari kedua, Bangun pagi agar bisa melihat sunrise di pulau ini, walaupun cuaca sedikit mendung tapi matahari pagi saat itu cukup indah menyapa.

Processed with VSCO with e1 preset
Processed with VSCO with e1 preset

Selanjutnya sembari menunggu sarapan disiapkan, saya duduk santai depan balai desa menyaksikan ikan ikan kecil serta beberapa orang yang sedang snorkeling, berasa punya kolam renang pribadi yang berada tepat di depan rumah

Depan Penginapan

16_hamook depan penginapan

3. Pulau Koko / Teluk Telo
Dari kejauhan pulau ini memiliki kemiripan dengan Maya Bay, (Phi Phi Island), tempat syuting film The Beach (2000). Memiliki pasir putih, dengan adanya dua bibir pantai di satu pulau.

17_pulau koko

18_pulau koko

Hanya di Pulau ini kita bisa mendapatkan sinyal telekomunikasi, jelas saja kami semua langsung merasa riang gembira tiada tara. Hal pertama yang dilakukan tentu saja update status di sosmed, hahaha..setelah itu lanjut lagi dengan sesi pemotretan

Processed with VSCO with c9 preset
Processed with VSCO with c9 preset

Tebing Pulau Koko
Mirip dengan tebing di Pulau Ora – Ambon kan ya..

4. Goa Berlian
Goa Berlian terletak di salah satu pulau kecil, dan berada di tebing karang dengan kemiringan 80 derajat. Goa stalaktit berada di 10 meter di atas permukaan laut.Dengan langit yang runcing dan tinggi, didalamnya terdapat batu-batu alam tersusun seperti patung-patung.

Processed with VSCO with c9 preset
Processed with VSCO with c9 preset

22_Goa Berlian

5. Blue Hole
Suasana di sini mirip dengan Danau Labuan Cermin yang ada kecamatan Biduk-Biduk, Kalimantan Timur. Air hijau tosca yang bening begitu segar dipandang, membuat beberapa teman trip tidak sabar untuk snorkeling. Dari atas kapal pun kita bisa melihat langsung terumbu karang.

Blue Hole

Blue Hole

6. Pulau Sombori
Sebuah pulau di Desa Mbokita di Kecamatan Menui Kepulauan Morowali, Sulawesi Tengah.Walaupun Pulau Sombori berada di Sulawesi tengah, namun akses terdekat bisa dilakukan melalui Kendari, Sulawesi Tenggara.Untuk sampai di puncak karang ini, kita harus mendaki karang dengan ketinggian 50 Meter. Benar benar memerlukan tenaga ekstra, namun terbayarkan dengan view yang kami lihat saat sampai dipuncak. Gugusan di belakang saya itu mirip dengan gugusan yang ada di Raja Ampat Papua ya!

25_Pulau Sombori

Processed with VSCO with c8 preset
Processed with VSCO with c8 preset

12 Desember 2016
Setelah mandi dan sarapan, kami packing untuk bersiap – siap kembali ke kota kendari. Namun di perjalanan kami mampir ke objek wisata utama yaitu :

7. Teluk Cinta
Dijuluki teluk cinta karena bentuknya menyerupai hati jika dilihat dari atas menggunakan drone, menjadi salah satu primadona untuk pengambilan poto oleh pemburu keindahan alam.

Processed with VSCO with c8 preset
Processed with VSCO with c8 preset

8. Pulau Labengki Besar

Dari kejauhan terlihat gugusan menyembul diatas air. Makin mendekat, makin terlihat keindahan gugusannya. Jenggala hijau menyelimuti seluruh bagian gugusan.Untuk sampai ke spot ini, kita berhenti di Villa Kimaboe, mungkin nama ini diambil dari nama spesies kimabu merupakan nama spesies kima terbesar di dunia yang banyak terdapat di Labengki, denger-denger harga sewa di villa ini sangat mahal sekitar 5jt perkamar permalam, aku mah apa atuh, gak akan sanggup nginap di villa ini, hehehe..dari villa ini kita cukup berjalan melalui jalan setapak yang sudah di cor halus, sehingga dalam waktu 2 menit kita pun sudah sampai di puncak.

Pulau Labengki Besar

Gugusannya serupa dengan gugusan yang ada di pulau Sombori, backgroundnya sangat indah dengan gugusan batu-batu cadas yang sangatcantik.Tak salah banyak yang menyebutnya sebagai Raja Ampatnya Sulawesi.Puas berpoto di Labengki Besar, kami kembali ke perahu untuk bersiap kembali ke Kota Kendari.The time we say goodbye to the Labengki..

Dokumentasi menggunakan iphone 6s dan LG G4
Info & Tips
1. Jangan lupa berdoa sebelum berangkat
2. Saya mengikuti open trip dengan biaya Rp.900.000,- per orang untuk 3D2N, all in tidak termasuk tiket pesawat dari daerah asal dan biaya akomodasi selama Kota Kendari
3. Jangan lupa bawa sunblock, disini mataharinya ada 9, panasnya ra umum..panas puoolll
4. Perlengkapan lain yang perlu dibawa yaitu obat-obatan pribadi, handuk kecil, perlengkapan mandi, baju renang, sandal jepit, topi pantai, kacamata, kamera, charger, dry bag untuk melindungi barang-barang elektronik kalian agar tidak terkena air, kabel roll extention
5. Perhatikan keamanan & keselamatan

*Cerita ini dibuat untuk mengikuti kompetisi – follow ikamariana #marianaonvacation

Mau lihat Raja Ampatnya Sulawesi, klik

Leave a Reply