Labuan Bajo, Di Sanalah Hatiku Berlabuh

Post

Indonesia, terutama yang dibagian timur itu selalu punya cara untuk membuat kita bangga dan cinta banget jadi warganya. Dari sekian banyak tempat di Indonesia yang ada di bucket list saya, berkunjung ke Komodo merupakan salah satu list yang akhirnya bisa saya checked diawal tahun 2017 ini. Puji Tuhan. Really thanks to KITAINA.ID for our #KITAINAgoestoLabuanBajo.

Apa sih yang menarik jauh-jauh dan panas-panas cuma buat lihat komodo? Di kebun binatang juga ada tuh? Hhmmmn... pasti kalian pernah dengar kan nada-nada satir kaya gitu? Hahaha. Diemin aja, kadang kata orang itu bisa membunuh mimpi kita loh. Ya jelas lah kalian harus ke Pulau Komodo, di sini kan habitat aslinya dan eits, pergi ke Pulau Komodo bukan berarti kalian cuma ke pulau itu saja untuk ketemuan sama komodo, tapiiii kalian bisa sailing Komodo atau merasakan nikmatnya live on board di Labuan Bajo.

Loh, kok jadi Labuan Bajo? Kan mau ke Komodo? Jadii, secara administrasi Pulau Komodo itu terletak di Labuan Bajo dan saking hype-nya tempat ini di dunia pariwisata Indonesia, oh bahkan sampai luar negeri loh, soalnya Taman Nasional Pulau Komodo kan masuk sebagai new seven wonders, sooo no wonder kan kenapa bule-bule pada kemari? Hahahaha, banyak banget operator travel yang buka perjalanan wisata ke Pulau Komodo dan beberapa pulau-pulau lain yang ada disekitar pulau tersebut. Mengingat jarak dari pulau ke pulau yang cukup jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama, tren wisata yang lagi booming sekarang adalah dengan tipe live on board atau sailing Komodo.

Jadi, kemana aja sih spot-spot asik selain ke Pulau Komodo? Banyak! Tiga hari jalan-jalan pun sebenarnya gak bakal cukup untuk mengelilingi pulau di sekitar Labuan Bajo ini. Nah, mengingat keterbatasan waktu trip saya bareng pemenang kompetisi KitaINA serta mimin-mimin lainnya jadi saya akan sharing our precious three days trip ini ya. Semoga menginspirasi dan semakin memperkuat niat kalian yang redup-redup untuk pergi ke Labuan Bajo yaa, muahahahahaha...

Bandara Internasional Komodo
Bandara Internasional Komodo

Ok, here we go...

First stop is Kanawa. Sebenarnya bukan ini tujuan pertama kami tapi karena si ‘singa’ itu delay berantakan deh jadwal kita. Huf. Yaudalah mungkin ini pertanda saya mesti balik ke sini di musim kering hahaha.

Pulau Kanawa di Labuan Bajo
our first stop, Kanawa

Nah, inilah dia si cantik Kanawa. Di sini kalian bisa menghabiskan waktu untuk main-main di pasir putih yang cantiiiiik banget dan snorkeling! Spot snorkeling disini lebih banyak ke ikan ya, jadi jangan kecewa kalau terumbunya gak terlalu banyak. Oh ya, be aware sama bulu babi ya saat snorkeling, banyak banget soalnya disini.

Pulau Kanawa di Labuan Bajo
ready to explore Kanawa
Pulau Kanawa di Labuan Bajo
snorkeling di Pulau Kanawa

Saking asiknya snorkelingan disini tak terasa matahari pun sudah mau istirahat. Kami langsung kembali ke kapal untuk antri giliran mandi dan duduk manis diujung kapal. Saya suka banget suasananya. So lovely, so comfy, so calm, so gorgeous, so wonderful and the sunset vibes, perfect afternoon!

Pulau Kanawa di Labuan Bajo
senja di atas kapal

Kami menghabiskan malam di dermaga Kanawa, makan malam lalu ‘menggila’ dengan main bersama hahaha.. sorry no pic, we’re to busy played around, lol.

Next day ...

Pagi-pagi kami dibangunkan dengan toa, luar biasa ditengah laut pun dibangunin pake toa! Hahaha. Setengah sadar, keluar kamar, naik ke dek, sambil ngumpulin nyawa begitu lihat sekeliling langsung bangun! Cakep banget sih ya ampun kamu Gili Laba!

Gili Laba Labuan Bajo
morning call from Gili Laba

Yes, pagi ini kami trekking ke Gili Laba. Salah satu most wanted destination di Labuan Bajo. Untuk menikmati ‘sadisnya’ si Gili Laba kalian harus trekking, kurang lebih menghabiskan waktu 1 jam, tergantung cadangan oksigen dalam paru-paru ya! Saat mendaki jangan lupa bawa air mineral dan barang bawaan secukupnya agar tidak merepotkan saat mendaki. Nah, here their are, my lovely Gili Laba. Saya cinta banget sama pulau cantik ini. To the moon and back pokoknya! Capek? Udah ilang kali ah pas liat ginian, hahaha.

Gili Laba Labuan Bajo
di puncak Gili Laba
Gili Laba Labuan Bajo
itu kita betiga lagi ngobrol sama laut :")

Setelah puas menikmati kerennya Gili Laba, kami kembali ke kapal untuk lanjut ke destinasi selanjutnya. Eh, wait sebelum ke destinasi selanjutnya yaitu Manta Poin, kita sarapan dulu. Penasaran kaya apa bentuk sarapan di kapal? Kaya gini nih penampakannya. Endes banget! Apalagi kiri kanannya lautan dan bukit-bukit hijau, hihihi.

nge-nasgor di atas kapal, hihi
nge-nasgor di atas kapal, hihi

Setelah kenyang makan kita otw ke Manta poin, gak terlalu lama sih, 30 menit kalau saya nggak salah ingat. Apa sih Manta Poin? Pulau? Nope. Itu semacam spot oke untuk bertemu si Manta, Manta ya, bukan mantan haha.. Manta disini gak beracun, but still, you need to be careful, dia berenangnya cepat bangeeet.. Ya iyalah badannya udah kaya sayap, sekali kebas wusshh meluncur dia. Di spot ini kita bertemu dengan beberapa manta dan penyu yang geudeee banget, sayang gak ke foto karena dia nyelam di tempat yang terlalu dalam, hiks.

Manta Point Pulau Komodo
yakin gak mau berenang bareng manta?
Manta Point Pulau Komodo
mereka perenang handal, begitu keliatan kita harus langsung nyebur biar bisa ketemuan

Habis dari Manta Poin kita lanjut ke snorkeling di Taka Makassar. Di sini terumbunya juara! Cakeeepp. Ada pengalaman yang seru banget pas ke Taka Makassar ini, jadi karena banyaknya terumbu, kapal kita gak bisa menepi dan untuk menepi mesti pake speed kecil. Yang kocak adalah, karena speednya kecil gak nampung 6 orang kita ditarik pake tambang! Hahaha, asik abis, ini kaya wahana baru, lol. Jadi diujung speed ada tambang yang dibentangkan cukup panjang, kami lalu berpegangan ditambang itu sambil speed terus melaju. Seruuuu! Pas lagi ditarik jangan lupa lihat ke bawah, terumbunya manggil-manggil, minta dilihat, hahaha.

Manta Point Pulau Komodo
foto yang diambil pas lagi "diseret" sama speed boat :"")
Manta Point Pulau Komodo
do you notice fish above coral?

Setelah puas snorkeling kami istirahat di Pantai Taka Makassar. Tahu gak, disini warna pasirnya pink loh, caanttiikkk banget, dan terlihat sangat jelas, mungkin karena pas paparan mataharinya yang lagi gak terlalu mencolok jadinya warna pinknya semakin terlihat.

Pantai Taka Makassar
Pantai Taka Makassar, another pinky beach in Labuan Bajo

Cantik banget yaaa.. fyi warna pasir ini pink bukan karena pasirnya tapi pasir yang tercampur remah-remah karang yang warnanya pink. Persis kaya ini nihh, pink kan?

Pantai Taka Makassar
keliatan gak remah-remah pinknya? :""

Kalau udah main di pantai rasanya gak mau naik yah? :””) apa daya masih banyak spot lainnya, jadi kami harus naik ke kapal dan lanjut ke pantai pink yang hits banget itu loh. Dari Taka Makassar kurang lebih 1 jam, jadi kami bisa mandi dan siap-siap dulu sebelum ke pantai pink.

Pantai Taka Makassar
pantai pink

Ini nih penampakan Pantai Pink dengan alat bantu drone, indah yah. Pas masuk lebih indah lagi guys, cumaa menurut saya, mungkin karena udah siang banget nyampe sini, warna pink dari sini gak gitu kelihatan, beda dengan di Taka Makassar, its pink, indeed, literally pink! Cuma disini istimewanya, cozy banget pantainya dan pasirnya itu looh super duper empuk. Saya menanggalkan sandal saya disudut dan lari-larian di pasir yang empuk banget itu, kuat-kuatin aja sama kepanasan, yang penting asik, hahaha. Kami habiskan waktu untuk foto-foto dan menikmati semilir angin laut dan empuknya pasir sambil duduk-duduk, deuh rasanya pengen guling-gulingan di sini :”))

pemandangan kaya gini ini, itu ah, sudahlah, rasanya pengen balik lagi :
siang-siang lihat pemandangan kaya gini ini, itu....ah, sudahlah, rasanya pengen balik lagi :"")))
Pantai Taka Makassar
Pantai Pink, wajib banget ke sini! Asik abis!
here we are, playin around, hihihi
here we are, playin around, hihihi

Puas bermain di Pantai Pink, dengan berat hati kami meninggalkan pantai itu untuk lanjut ke Pulau Komodo mengingat langit sudah semakin mendung. Dari Pantai Pink ke pulau Komodo ini kurang lebih 30 – 45 menit. Pulau Komodo ini bukanlah pulau biasa, namun telah menjadi Taman Nasional Pulau Komodo yang artinya pulau ini sudah dalam pengawasan pemerintah setempat.

Pantai di Pulau Komodo, anw, itu rusa-rusa lagi ngapain ya?
Pantai di Pulau Komodo, anw, itu rusa-rusa lagi ngapain ya?

Dari jauh, sebelum kami memasuki gerbang utama, suasana eksotis dan purba sudah terasa, ditambah dengan cuaca yang mendung, menambah kesan ‘mistis’ di pulau tersebut. Sebelum sampai di gerbang, kami disambut segerombolan rusa yang sedang duduk manis dipinggir pantai.

di pulau Komodo banyak rusa dan babi hutan liar, tapi jangan coba-coba ditangkap ya
di pulau Komodo banyak rusa dan babi hutan liar, tapi jangan coba-coba ditangkap ya, mereka juga dilindungi.

Ngapain sih? Pikir saya, eh ternyata mereka adalah makanannya si komodo, hiiiiii. Ketika memasuki gerbang ini suasana ‘parno’ mulai terasa, celingak-celinguk kiri-kanan worry kalau tahu-tahu si komodo mau nyapa kita, haha.

welcome to the
welcome to Komodo National Park

Ternyata.. kalian tidak perlu takut. Kalian akan ditemani oleh rangers, atau pawangnya komodo haha. Setelah mengurus perizinan untuk masuk keliling pulau ini kami siap menjelajah pulau ini. Sebelum memulai trekking kita diberi informasi tentang trek yang akan kami lewati. Berhubung keterbatasan waktu, trek yang kami tempuh adalah short trek. Selama perjalanan rangers membawa tongkat yang berbentuk V, tujuannya untuk memegang kepala/leher komodo apabila ia mulai menunjukkan gejala-gejala agresif.

papan penjelasan sebelum trekking dimulai
papan penjelasan sebelum trekking dimulai

Selama trekking kalian harus menuruti semua perkataan para rangers ya. Biar bagaimana pun mereka sudah terbiasa dengan komodo-komodo ini jadi mata mereka jeli sekali apabila ada komodo disekitar kita.

short trek, trekking singkat dan tidak berat untuk bertemu dengan komodo
short trek, trekking singkat dan tidak berat untuk bertemu dengan komodo

Waktu kami sedang jalan, seorang ranger mengatakan bahwa kita harus hati-hati dan berjalan ke arah kanan. Lah, kenapa pikir kami? Ternyata disebelah kiri kami ada komodo! Wew.

komodo di antara semak-semak
komodo di antara semak-semak

Kalau lagi jalan sambil ngobrol mana mungkin kalian notice kalau didalam semak-semak pohon itu ada komodo kan? Pokoknya nurut saja apa yang dibilang sama si rangers ya guys. Walaupun badannya besar namun mereka lincah sekali dan bergerak menurut instingnya. Kalau menurut mereka kalian bisa untuk diburu, maka kalian akan diburu. So, jangan pecicilan ya disini, hahaha.

komodo comes from
komodo comes from "ora" its means "friends"

Setelah itu kami tetap melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu di pos yang disebut “dapur”.  Di dapur ini adalah tempat istirahat para rangers, mereka makan disini tapi mereka tidak memberikan makanan mereka pada komodo sehingga tidak merusak pola makan si komodo.  Kalau kalian lihat mungkin kalian akan bergidik, beberapa komodo duduk dibawah dapur itu dan jarak mereka dengan para rangers sangat dekat. Kata rangers kami, komodo itu adalah teman bagi warga lokal, jadi mereka sudah tidak takut lagi.

komodo with his rangers
komodo with his rangers
Bye Komodo
bye Komodo

Langit semakin mendung, pertanda kami harus segera bertolak dari tempat si ‘dinosaurus’ yang cuma ada di Indonesia ini. Oh, ya, selain di Pulau Komodo, komodo juga ada di Pulau Rinca ya namun karena cuaca buruk dan keterbatasan waktu kami tidak bisa ke Rinca :”(

Next spot adalah Pulau Kalong. Pulau Kalong sebenarnya bukan pulau yang bisa kita datangi untuk turun dan main pasir, pulau ini dipenuhi tanaman bakau yang sangat lebat dan di pulau tersebut puluhan, emm, mungkin ratusan kalong tinggal disana.

Pulau Kalong Labuan Bajo
pulau kalong dilihat dari dekat dengan speedboat

Mereka bersarang dan bermain disana. Kalau kita mau lihat, kita harus naik speed kecil untuk melihat lebih dekat para 'tikus terbang' ini. Kalau kita mendekat mereka akan bangun dari tidurnya dan beterbangan lalu mengeluarkan suara-suara seperti tikus mencicit tapi sekeras suara burung. Kebayang? Kalau gak kebayang nanti kalian nikmatin sendiri ya, hihihi.

Pulau Kalong Labuan Bajo
say hello to kalong

Pulau Kalong ini juga menjadi tempat kapal kami berlabuh dan beristirahat malam ini. Eh, bukan di Pulau Kalongnya kita tidur, tapi diseberangnya, iya, ditengah laut, hahaha. Kapan lagi coba tidur ditengah laut yang teduh.

Even it was our last day on boat, the memory never fade ...

Hari terakhir. Ya terakhir, hiks. Di hari terakhir ini kami dibangunkan, dan taraaa kami sudah ‘terdampar’ di Pulau Padar. Sebuah pulau yang mesti banget kalian ke sini kalau lagi sailing Komodo. Hmm, as you know, you need some effort to get the beautiful things in life anddd here we go again this morning, trekking! Berbekal minum dan peralatan tempur lainnya seperti kamera kami mengawali pagi dengan trekking di Padar.

Pulau Padar NTT
bangun pagi ku siap mendaki :))

Trek-nya tidak berat kok, landai dan tidak curam, ada tangga, cuma setengah jalan tapi hahaha. Setelah kurang lebih 30 menit mendaki sampailah kami dipuncak yang hits
banget ini.Mmmn, kami agak kepagian mendakinya jadi kami istirahat dipuncak sambil nunggu mataharinya perfect buat foto-foto, hahaha.

Pulau Padar NTT
masih gelap, guys

Nah, setelah matahari mulai terang mulailah kami berfoto-foto ria. Oh ya, ketika sedang foto-foto tetap hati-hati ya, jangan sampai terpeleset dan jatuh.

Pulau Padar NTT
here we are, on the top
Pulau Padar NTT
udah instagramable belom? hihihi

So happy been here. Bukit-bukit ini benar-benar bikin saya throwback ke zaman purbakala serasa di zaman dinosaurus, so wonderful, wonderful Indonesia.

Pulau Padar NTT
bye Padar :"""""((

Setelah puas foto-foto di Padar, kami persiapan ke Pulau Kelor dan packing :"""""""(  Lumayan jauh ke Pulau Kelor, 2 jam kurang lebihnya kalau saya gak salah inget, hehehe. Sayangnya saat kami ke Kelor cuaca sedang tidak bersahabat, jadi kami tidak bisa naik ke atas bukit Kelor untuk melihat panorama cantik pulau di seberang Pulau Kelor. Oh, ya di Kelor ini juga bagus untuk snorkeling dan sesuai dengan spanduk yang ditempel, sinyal internetnya kuat, hahaha.

Pulau Kelor
Pulau Kelor

Pulau Kelor ini destinasi terakhir kami selama live on board, sedih deh. Belum mau pulang rasanya, rasanya masih pengen eksplor lagi, huhuhu.

Oh ya ada sedikit info kalau kalian mau kesini. Siapkan budget 5 - 6 juta (sudah termasuk tiket pp Jakarta - Bajo), bisa kurang kalau kalian dapat tiket promo atau ikut live on board paket hemat, biasanya mereka cuma pakai kipas angin, harganya variatif mulai dari 1,3 - 2 juta. Siapkan obat-obatan pribadi terutama kalian yang mabok laut dan rentan masuk angin, sunblock is a must, panasnya gak becanda, tapi tetap ngangenin sih, hahaha. Kalau kalian mau tetap update di social media kalian, pastikan menggunakan provider Telkomsel karena cuma dia yang sinyalnya kuat bahkan dibeberapa spot tetap 4g, lol.

Last but not least, jangan ragu untuk ke sini. Mahal? Iya, tapi kebayar kok, dan bakal jadi unforgetable moment banget, saya pun ingin rasanya kembali lagi, tapi pas musim panas, bukit-bukitnya jadi berwarna kuning loh, waw eksotis banget yah kaya savana gitu.

Sebagus-bagusnya foto ataupun cerita orang, lebih bagus kalian sendiri yang melihat dengan mata kalian dan menceritakannya lagi dengan pengalaman kalian saat melihat betapa wonderful-nya Indonesia itu.

Cerita Lain: Family Trip Gunung Krakatau

last wefie at Jekardah, welcome back reality :(
last wefie at Jekardah, welcome back reality :(