Live on Board around Komodo island , yay or nay?

Post

Awal tahun 2017 ini saya dapat rejeki yang luar biasa, pulang macet-macetan dari kantor dapet telepon dari mimin KITAINA.ID kalau ternyata saya menang lomba kategori tulisan, dan hadiahnya adalah free trip ke Labuan Bajo. Yeay! Saking girangnya saya teriak-teriak di depan rumah, lol. Nah, karena kegirangan saya lupa tanya apa perjalanan ini live on board atau nginep di homestay terus kita hopping island, tapi ah sudahlah pikir saya.

Keesokan harinya, malah teman-teman saya yang heboh. Mereka yakin saya pasti akan live on board ke Komodo karena melihat durasi waktu perjalanan yang cukup singkat yaitu 3 hari 2 malam. Sebenarnya saya pribadi gak masalah mau live on board kek, mau homestay kek, bahkan naik pesawat apapun gak masalah yang penting ke sana aja pikir saya, hahaha. Cuma keparnoan teman-teman saya yang bikin saya kepo tentang live on board. Persepsi mereka ketika dengar tentang live on board yang pertama khawatir. Mereka takut saya kena ombak, tenggelam karena lagi musim hujan dan angin gak bagus, keujanan, takut gak bisa pipis atau pup dengan layak, bahkan mereka mikirin saya tidur dimana, hahaha. Such a lovely friends, right?

Sesungguhnya, waktu tahun 2011 saya sudah pernah mencicipi yang namanya live on board ini dan gak tanggung-tanggung 5 hari kita di kapal, hanya saja bedanya kalau ini keamanannya sudah dipastikan aman banget. Waktu itu kami naik KRI, yes, kapal perang punya RI itu, yang guedeee banget. Dijamin amanlah ya, tu kapal gede banget, ombak tinggi juga masih bisa diterobos deh hehe. Nah, kalau kapal yang untuk ke Komodo ini beda. Kapal kayu berukuran sedang, kurang lebih 15 orang lah muat. Gimana rasanya? Serem kah? Atau malah sebaliknya? Nah ini saya sharing sedikit ya, pengalaman waktu live on board selama 3 hari 2 malam di Labuan Bajo.

foto naik ke kapal, siap live on board, yeay!
naik ke kapal, siap live on board, yeay!

Setelah mendarat di Bandara Internasional Labuan Bajo, Komodo, kami langsung menuju ke kapal yang menemani perjalanan kita selama 3 hari 2 malam. Sesampainya di kapal kami diperlihatkan kamarnya, waw ternyata ada kamarnya hahaha. Kamar pertama letaknya didepan, dekat meja dan kursi untuk makan dan ngobrol-ngobrol. Posisinya agak turun ke bawah dengan tangga kecil, atasnya bisa digunakan untuk duduk-duduk juga, tapi kami menggunakannya untuk meletakkan beberapa barang ringan dan penuh dengan cable roll untuk men-charge peralatan tempur trip seperti kamera dan hp, haha, bisa buat tidur-tiduran juga sih, karena ada matras tebal yang dijadikan alas.

Kamarnya cukup besar, cukup untuk 4 orang. Jadi dua dibagian depan, terpisah sisi kanan dan sisi kiri, lalu di belakangnya dipisahkan dengan gorden sederhana ada tempat tidur dengan twin size sehingga cukup untuk 2 orang. Panas? Tentu tidak, ada AC-nya loh, haha, nyaman banget. Tempat tidur didepan ini digunakan untuk kami para ciwi-ciwi, hihi. Lalu di kamar belakang, letaknya dibelakang ‘ruang kerja’ kapten kapal dan digunakan untuk para lelaki. Sama nyamannya dengan kamar para ciwi-ciwi, ber-AC dan juga ada selimutnya.

kamar tidur muat untuk 4 orang img
kamar tidur muat untuk 4 orang

Fasilitas lainnya yang ada di kapal ini adalah kamar mandi, pakai shower loh, dan air dari shower tersebut bukan air laut, senangnya! Ada WC duduk, kaca untuk ngaca-ngaca (dasar cewe, gak boleh banget lihat kaca), gantungan untuk meletakkan handuk dan baju, ember dan gayung, ah kalau ember ini isinya air laut. Gapapalah pakai air laut kalau mendesak hehehe. Ada dapur juga untuk para kru kapal masak-memasak. Lalu ada tingkat duanya. Ini nih yang asik. Ada bean bag sehingga kalian bisa leyeh-leyeh dibawah asiknya matahari Indonesia timur sambil ditemani deburan ombak dan bau laut yang cozy dan nenangin banget. Ah, jadi kangen kan! :(

Itu tadi cerita saya tentang fasilitas dan keadaan kapal yang nemenin kita mengarungi lautan selama tiga hari di Bajo. Nah, gimana keseruannya di kapal? Seru banget! Sebelum berangkat saya sempat worry dengan perjalanan ini, kenapa? Ini pertama kalinya pergi dengan orang yang literally gak pernah kenal dan gak pernah ketemu. Cuma bermodalkan grup whatsapp. Sempet mikir, bakal awkward gak ya tiga hari dikapal? Bakal bosen gak ya dikapal mulu? Ternyata enggak sama sekali, bahkan tiga hari terasa singkat sekali, hiks. Biar lebih detail ini saya bagikan suka dan duka dari perjalan live on board kami.

Lovely moment

Kalian bisa lebih dekat dengan teman perjalanan kalian

Kebayang gak, dikapal ngapain aja? Gak mungkin kan kalian cuma main hp atau baca buku seharian? Yes ngobrol dan aktivitas lainnya. Di sini mau gak mau kalian pasti ngobrol dengan teman kalian, ngobrolnya dijamin lebih seru karena ditambah dengan efek ombak yang bikin sensasi gimana gitu, hehehe. Nah, yang lebih seru itu pas senja mendekati malam. Mati gaya? Kata siapa? Kami menghabiskan malam dengan full ketawa-ketiwi, berasa banget deh holiday-nya.

Hari pertama kami tidur didekat dermaga Pulau Kenawa. Asik banget loh lihat pemandangan senja dari kapal. Menjelang malam kami turun dari kapal dan main disekitar dermaga, sesederhana main werewolf dan Uno tapi kami girang banget. Banyak tawa dan keseruan lainnya hingga tak sadar kami main sampai jam 12 malam. Asik banget kan. Hari kedua, kami tidurnya cukup greget. Jika hari pertama menepi didekat dermaga, hari kedua kami tidur ditengah laut! Di seberang Pulau Kalong. Awalnya sempet worry takut kebawa ombak, lol, tapi kapten kapal ini berlabuh di laut yang tenang jadi kami bisa ketawa-tawa heboh lagi sambil main Uno dan tepok nyamuk, lol.

Ah, satu hal yang bikin suasana makin kekeluargaan adalah kalian selalu makan bareng ketika di kapal. Pada jam makan kru kapal mengeluarkan menu-menu makan yang wihh enak banget dan kami semua menyantapnya dengan sama-sama sambil ngobrol-ngobrol dan ah, dihari pertama sama-sama makan sambil merasakan menahan efek ombak yang cukup kencang. Seru-seru gimana gituuu hahaha. Kapan lagi makan bareng-bareng sambil ngobrol dan lupa akan hp kalian kalau gak saat liburan, hehe.

Efisiensi waktu perjalanan

Labuan Bajo itu secara administratif terdiri dari beberapa pulau-pulau kecil yang cantik-cantik. Di Labuan Bajo, Pulau Komodo bukanlah satu-satunya ikon wisata. Masih ada beberapa pulau lainnya, diantaranya ada Gili Laba, Pulau Rinca, Pulau Kenawa, Pulau Kelor, Pulau Padari, Pulau Pink, Taka Makassar dan masih banyak lagiiii.. itu cuma segelintir pulau yang sudah terekspos, lainnya belum. Kebayang gak sih berapa banyaknya hari yang akan kalian habiskan kalau pergi ke pulau-pulau ini dengan menggunakan metode hopping island dan tidur di hotel Labuan Bajo kota? Masalahnya pulau-pulau itu tidak semuanya dekat dengan Labuan Bajo kota.

Bagi pegawai dengan waktu cuti minimalis seperti saya tentunya sulit sekali. Nah, dengan memilih alternatif live on board ini kalian sudah menghemat banyak sekali waktu. Seperti trip kami kemarin tiga hari trip sudah bisa mengunjungi lebih dari 10 destinasi. Loh kok bisa? Emang kapalnya cepet banget? Tidak, jadi kapal ini berhenti ketika malam dan subuh-subuh kurang lebih jam 2 atau 3 pagi kapal sudah bertolak. Jadi malam kami di Kenawa, pagi-paginya kami sudah dibangunkan dan tahu-tahu ada di Gili Laba.

Melepaskan penat dari rutinitas hidup di kota

Kesannya klise ya? Setiap liburan pasti bisa membebaskan kita dari kepenatan rutinitas tapi menurut saya sensasi live on board ini beda. Berada di lautan seharian, pergi menggunakan speed boat jika ingin menepi ke pulau, melihat pulau-pulau cantik di sisi kiri dan kanan, desiran angin laut dan percikan air laut, melihat senja di tengah laut, menghirup segarnya udara tanpa asap knalpot dan desingan klakson mobil membuat suasana semakin ahh fresh banget. Buat kalian yang suka menyepi pun tetap bisa, malah makin syahdu. Tinggal naik ke dek atas, tiduran di bean bag, baca buku favorit kalian, setel lagu favorit kalian sambil ditemani angin-angin sejuk. Ahhhh, really, my heaven on the earth banget lah rasanya.

Menambah koleksi foto-foto yang instagramable

Buat kalian yang suka travelling hayo ngaku, gak mungkin banget kalian gak suka foto-foto di-spot yang cakep-cakep kan? Nah, selama live on board ini banyak banget spot yang bisa kalian manfaatkan untuk foto ala-ala, lol. Ini nih beberapa contohnya...

senja di atas kapal pic
senja di atas kapal
my fave spot on boat img
my fave spot on boat
pic pose diatas kapal, haha
pose diatas kapal, haha
foto warna laut dan langit adalah gradasi paling sempurna
warna laut dan langit adalah gradasi paling sempurna

Gimana? Gimana masih ragu trip ala live on board?

Hhhmm, tapi rasanya gak adil kalau saya nggak menceritakan dukanya saat live on board ini. Berikut duka yang saya rasakan, tapi gak banyak kok. Bener deh, ini bukan curhatan berbayar dimana saya dibayar hanya untuk menceritakan yang baik-baiknya saja, hahaha.

Sadly moment

 Pertama adalah mabok laut

Yes! Bagi kalian yang gampang banget mabok laut mungkin perjalanan live on board ini akan menjadi momok ya. Apalagi kalau kebetulan kalau trip kalian itu dimusim dengan angin yang tidak bersahabat. Mau tidak mau, suka tidak suka kalian pasti akan merasakan sensasi diterpa ombak tinggi. Melayang, pusing, hingga mual. Beruntung saya cukup sering hopping island dan bulan Desember kemarin baru saja dihempas ombak tinggi di lautan Raja Ampat dengan kapal speed boat kecil, jadi saya sudah tough dengan terpaan ombak, lol.

Saran saya kalau kalian rentan mabok laut jangan lupa membawa obat-obatan anti mabok (tahu lah ya kalian apa mereknya), minyak angin, permen dengan rasa asem atau pedas, kalau sudah tidak bisa tertahankan lagi, jangan duduk-duduk di luar, masuk ke kamar dan tidur, itu lebih baik. Efek lainnya adalah setelah kalian tiba di daratan. Sensasi goyangnya itu loh, hahahaha, gimana gitu. Untuk mengatasinya juga mudah bisa minum obat anti mabok setelah sampai di darat atau minum air jahe hangat. Tenang, gak sampai berhari-hari kok, paling lama juga semaleman setelah mendarat.

Terakhir, perhatikan timing dengan tepat. Sebenarnya ini enggak akan terjadi kalau selama trip kalian memperhatikan cuaca dan penerbangan dengan baik. Beberapa spot yang seharusnya kami kunjungi kemarin ada yang harus di skip karena pesawat kedatangan kami di delay. You guys must know what kind of airlines who always delay, right? Saran saya sebisa mungkin hindari pesawat-pesawat yang seperti itu, atau untuk jaga-jaga perhatikan waktu kedatangan, jangan sampai terlalu mepet dengan start-nya live on board. Bila perlu nginep, nginep saja satu malam di Labuan Bajo, keliling sebentar di sana daripada ada spot yang terpaksa di-skip lantaran pesawat delay.

Selain timing dari penerbangan yang perl u diperhatikan adalah timing bulan kedatangan. Labuan Bajo ini unik, kalau musim hujan, around December – March bukit-bukitnya akan berwarna hijau, cantik sekali, mirip-mirip di New Zealand lah, sedangkan di bulan April – Oktober masuk ke bulan dimana suhu akan mengering, bukit-bukit ini akan berwarna kuning. Dua-duanya sangat cantik dan menurut saya ada plus – minusnya kalau lagi dibulan Desember akan banyak badai yang membuat mungkin beberapa spot tidak bisa dikunjungi atau terjadi perubahan jadwal. Sedangkan kalau dimusim kering, mataharinya luar biasa panasnya dan karena disini iklim tropis saat musim panas curah hujan pun tetap ada. Well, intinya perhatikan timing dengan baik ya guys sesuaikan dengan kondisi kalian.

Ah, saya ada sedikit masukan untuk kalian yang mau mencoba live on boat, kalau kalian tipe orang presisi dan sangat mengutamakan kenyamanan, sebelum memilih operator trip untuk live on boat pastikan kalian menanyakan secara detail fasilitas yang akan kalian dapatkan, kalau perlu minta foto-fotonya sebagai bukti. Saya pribadi bukan orang yang mengutamakan kenyamanan karena prinsip saya yang penting saya sudah eksplor itu tempat wisata, hahaha, but, some of my friends really care about that, jadi saya ingatkan kalau rombongan kalian ada yg sangat presisi, make sure fasilitas live on board yang akan kalian dapatkan selama perjalanan. Gak lucu kan bete-betean selama perjalanan.

So, gimana kalau menurut kalian? Asik kan?

Menurut saya, sensasi live on boat ini harus banget masuk ke salah satu bucket list kalian. Kami yang semula tidak saling kenal saja bahkan bisa merasakan keseruan bersama dan jadi akrab, apalagi kalau kalian private dengan geng-geng kalian, wiiiihhhh ngebayangin aja saya udah excited banget apalagi ngerasainnya nanti, haha. Kapan lagi seharian menikmati cantiknya laut Indonesia? Sepanjang jalan kalian pasti akan makin cinta dengan negeri ini karena vibes­-nya ituuuu lohhhhh.....

Ah sudahlah, kalian coba aja, daripada saya baper karena kangen nge-live on board lagi, hahahaha.

pic hello from us!
hello from us!
hello again from us! image
hello again from us!

Live on boat around Komodo is a big Yay for me... Precious memory of mine :)

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.