Londa, remembrance of the afterlife

Setelah sekian berkali-kali transit di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk menjelajahi tanah Sulawesi Selatan untuk pertama kalinya. Tujuan pertama? Tentu Toraja. The land of the mythical. Siapa yang nggak tahu Toraja? Kemahsyurannya tersebar ke seluruh dunia berkat kultur penguburan jenazah yang unik. Salah satu kawasan pekuburan yang terkenal di sini adalah Londa.

Saya yakin ada banyak ulasan dan informasi lengkap tentang Londa tersebar di internet yang tentunya akan lebih lengkap dari yang saya tahu. Jadi kali ini saya ingin bercerita melalui gambar yang tertangkap mata saya. Enjoy!

Gerbang masuk kawasan kuburan
Gerbang masuk kawasan kuburan
Tempat penguburan jenazah. Keluarga orang yang meninggal akan meminta dibuatkan patung khusus yang fisiknya menyerupai almarhum dan dipakaikan baju almarhum sebagai petanda bahwa ini tempat penguburannya
Tempat penguburan jenazah. Keluarga orang yang meninggal akan meminta dibuatkan patung khusus yang fisiknya menyerupai almarhum dan dipakaikan baju almarhum sebagai petanda bahwa ini tempat penguburannya
Tempat penguburan. Jenazah diletakkan di lubang yang tersedia
Tempat penguburan. Jenazah diletakkan di lubang yang tersedia
Beberapa jenazah diletakkan di lubang yang ada di atas tebing
Bapak ini pemilik sekaligus pengrajin di salah satu toko souvenir yang terdapat di kawasan pekuburan ini
Bapak ini pemilik sekaligus pengrajin di salah satu toko souvenir yang terdapat di kawasan pekuburan ini
Isi toko souvenir. Kain dari serat buah nanas dan patung adalah dua jenis souvenir yang dijual di kawasan ini
Isi toko souvenir. Kain dari serat buah nanas dan patung adalah dua jenis souvenir yang dijual di kawasan ini
Patung souvenir. Dibuat serupa dengan jenis patung yang ada di kuburan, sebagai pelambang jenazah yang dikubur di sini
Patung souvenir. Dibuat serupa dengan jenis patung yang ada di kuburan, sebagai pelambang jenazah yang dikubur di sini
Jalur pulang dari kuburan menuju gerbang utama
Jalur pulang dari kuburan menuju gerbang utama

 

Ada cerita unik, sejarah, dan mitos yang turun menurun diceritakan di masyarakat kawasan ini tentang Londa. Salah satu yang terkenal adalah tentang Romeo dan Juliet ala Londa. Ya, persis seperti kisah Romeo dan Juliet karya Shakespeare, ada sepasang kekasih yang hubungannya terlarang karena hubungan persaudaraan antara mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk bunuh diri dan dikuburkan di dalam gua di sini. Sayangnya karena kurangnya pencahayaan kamera saya nggak bisa menghasilkan gambar yang bagus 🙁

 

Overall, saya happy dengan perjalanan ini dan sangat terkesan, apalagi melihat tengkorak yang tersusun, ini seperti pengingat bahwa kita semua hanya sementara di dunia dan nantinya akan seperti mereka juga yang tinggal tulang belulang. Sejatinya setiap kali melakukan perjalanan ke suatu lokasi wisata, ada suatu nilai yang bisa saya petik dan jadi bahan refleksi kehidupan. For me, Londa is  a remembrance of the afterlife.

Obsesi: menjelajahi alam dan budaya Indonesia dari Sabang-Merauke

Leave a Reply