Malam Puncak Perayaan

Saat kaki ini menginjak bandara Supadio, rasanya sudah tidak sabaran untuk cepat-cepat sampai kerumah. Yup rumahku di kota Singkawang. Perjalanan melalui darat ditempuh hampir 4 jam dari Bandara Supadio – Pontianak untuk sampai ke kota Singkawang.

Memasuki gerbang Singkawang maka kita akan disambut dengan lampion berwarna merah. Bahkan hampir memenuhi di setiap jalan-jalan utama di kota Singkawang. Inilah nuansa kotaku ketika menjelang perayaan imlek, dimana jalan dan rumah-rumah dihiasi lampion dan pernak-pernik imlek berwarna merah.

Pemandangan jalan kota Singkawang dimalam hari yang dipenuhi lampion 

Saat Imlek banyak sekali orang-orang yang merantau bahkan turis-turis lokal maupun mancanegara yang pergi kota Singkawang. Termasuk diriku yang pulang. Mayoritas penduduknya orang tionghoa sehingga ketika perayaan imlek sampai Cap Go Meh ramai sekali.

Kota Singkawang dikenal sebagai kota Seribu Kelenteng. Hampir disetiap ruas jalan besar maupun kecil terdapat klenteng/Vihara (tempat sembahyang orang beragama Konghuchu).

Klenteng Dewi Kwan Im dengan arsitek yang mewah

Saya akan memperkenalkan salah satu budaya dikota Singkawang yang sangat terkenal, bahkan terkenal sampai ke mancanegara yaitu budaya Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh. Saat Imlek banyak sekali yang berkunjung ke klenteng/Vihara guna sembahyang di tahun yang baru agar mendapatkan berkah yang baru. Salah satu Vihara yang ramai dikunjungi yaitu Vihara Tri Darma Bumi Raya yang berada di tengah-tengah kota Singkawang sekaligus Vihara tertua dikota Singkawang.

Sembayang memohon berkah baru di hari Imlek. Vihara tertua di singkawang

Ketika Cap Go Meh, yaitu hari ke-15 setelah Imlek, rakyat akan menyaksikan Tarian Barongsai dan Liong (naga). Beda kota beda perayaannya. Nah kalau di kota Singkawang, Cap Go Meh sendiri dipercaya sebagai pusat berkumpulnya para Dewa dan di Singkawang juga bakal ada ritual pawai tatung yang diyakini mampu mengusir roh-roh jahat dari seluruh penjuru kota. Kamu bisa melihat sendiri seperti apa atraksi para tatung yang dirasuki oleh roh leluhur, sehingga di bawah alam sadar mereka mempertunjukkan ilmu kesaktiannya, seperti menusuk pipi, kebal terhadap senjata tajam, hingga aksi mengupas kelapa dengan gigi.

Aksi tatung wanita yg dirasuki roh leluhur

Uniknya bukan cuma para lelaki saja yang bisa tatung, tapi kaum wanita juga bisa tatung saat dirasuki oleh roh leluhurnya. Aktraksi yang dipertunjukkan sungguh diluar akal manusia. Bukan cuma orang dewasa saja bahkan di Kota Singkawang ada satu keluarga yang bisa tatung, dari kakek sampai turun ke cucunya yang masih kecil. Bukan cuma tatung suku tionghoa saja tapi ada juga tatung dari keturunan dayak ikut memeriahkan Cap Go Meh.

Para tatung  suku dayak

Untuk menyaksikan acara Cap Go Meh ini, setiap tahunnya selalu disusun/dikemas menjadi event yang menarik wisatawan baik dari pesta kebudayaan yang selalu dipusatkan di stadion Kridasana dan serta digelarnya pameran.  Ada pawai lampion dan puncaknya adalah Cap Go Meh, yang dimana sebelum Cap Go meh, pada hari ke-14 dikenal dengan cuci jalan oleh para tatung dan hari puncaknya para tatung akan mengadakan parade atau pawai. Jangan takut gak bisa melihat, karena ada tribun yang bisa kita gunakan untuk melihat acara pawai ini. Dijamin mata yang melihat akan berdecak kagum. Jadi semakin betah di Singkawang.

Pertunjukan barongsai ikut memeriahkan suasana Cap Go Meh

#IngetKampung

Tips mengunjungi kota Singkawang saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh:

– Carilah info2 tiket pesawat dan tour ke kota Singkawang jauh-jauh hari sebelumnya. Jika berminat ikut tour maka pesanlah. Kalau melalui tour akan diatur semuanya.
-Jika tidak ikut tour tapi rombongan atau pribadi, maka carilah info penginapan untuk Cap Go Meh jauh sebelum hari H, biar gak kehabisan penginapan.
– Turun dari bandara Pontianak, kita bisa menggunakan taxi ataupun sewa mobil ke kota Singkawang dan antar sampai ke hotel.
– Selama di Singkawang kita bisa menyewa mobil/motor untuk keliling kota Singkawang. Jika bisa usahakanlah minta carikan warga lokal atau pemandu dengan pihak hotel biar tidak tersesat.
– Saat perayaan puncak Cap Go Meh kita bisa membeli tiket tempat duduk diatas tribun agar bisa melihat dengan jelas, biasanya pihak hotel ada yang menjualnya. Tapi jika memiliki jiwa travelling yang berani, maka berbaurlah dengan masyarakat dalam menyasikannya. Hati-hati, tetap jaga diri dan barang bawaan atau barang berharga.

Leave a Reply