Mau Wisata Anti Mainstream ? Yok Jejalah Hutan Mangrove di Pulau Nusa Lembongan Bali

JEJAKLANGKAHKU – Aku cinta Bali, sampe kapanpun dan sampe berapa kalipun takkan pernah menghalangiku untuk kembali dan kembali dan kembali lagi ke pulau nan cantik ini. Nah mumpung ada 9 hari kesempatan untuk bermain-main di Bali lagi, maka pada kunjungan yang ke-8 kalinya ke pulau ini, kuputuskan untuk melewati setengah waktu liburan ini  dengan jelajah wisata anti mainstreamnya di Hutan Mangrove, Nusa Lembongan, Klungkung Bali.

perahu-hutan-mangrove-nusa-lembongan
Starting point naik perahu di tepi pantai Hutan Mangrove Nusa Lembongan Bali

Konon kabarnya, sebagian besar mata pencaharian penduduk yang berada di sekitar hutan mangrove ini adalah sebagai petani rumput laut. Namun demikian lambat laut bisnis rumput lautpun mengalami kemunduran disebabkan beberapa faktor diantaranya adanya serangan penyakit tanaman, tercemarnya laut akibat semakin banyaknya kapal yang berlabuh disekitarnya, semakin sempitnya lahan untuk menjemur rumput laut akibat dibangunnya hotel dan fasilitas pariwisata lainnya serta menurunnya minat generasi muda untuk menjadi petani rumput laut dan semakin rendahnya harga rumput laut. Lantas, jika dahulu warga sekitar memangkas akar tanaman mangrove untuk dijadikan kayu bakar, maka berkat inisiatif seorang turis asal Perancis yang melihat potensi wisata jelajah hutan mangrove ini, pada akhirnya berhasil mengajak warga sekitar untuk mengembangkan pariwisata hutan mangrove ini dan kemudian berkembang hingga saat ini.

hutan-mangrove-nusa-lembongan-bali-3
Suasana di jalur sungai Hutan Mangrove Pulau Nusa Lembongan Bali

Sehubungan lokasi hutan mangrove ini berada cukup jauh dari hotel kami, maka kamipun mengambil paket tour untuk jelajah spot cantik di pulau Nusa Lembongan ini dimana salah satu destinasi yang dituju adalah ke tepi pantai Mangrove tersebut. Dengan menggunakan mobil khusus tour di pulau inipun maka perjalanan dari hotel kami yang berada di area Mushroom Bay menuju area Jungut Batu, ditempuh kurang lebih 10 menit, dan kemudian kami tiba ditepi pantainya yang sudah dipenuhi pohon-pohon mangrove dengan pemandangan tepi pantai berpasir putih dan air lautnya yang sangat bening dan jernih.

hutan-mangrove-nusa-lembongan-bali-4
Pemandangan saat jelajah sungai Hutan Mangrove di Pulau Nusa Lembongan Bali

Ok, kamipun disambut oleh seorang ibu penyedia jasa tur tersebut dan langsung mengantar kami ke tepian pantai tempat berjejernya perahu-perahu yang akan mengantar kami. Sebelum naik, nanya tarif dulu dong ya, “berapaan bu tarif untuk sewa perahunya ?” dan dijawab, owh ini gak disewa perahunya, tapi hitungannya per orang. Ok, kami semuanya ber-6, termasuk 2 anak kecil (kecil umur, tapi besar body…hahahha). Dan si ibu pun menjelaskan bahwa jika tamunya adalah turis asing maka dikenakan biaya Rp 150 ribu per orang untuk tur sekitar setengah jam, dan untuk turis lokal cuma dikenakan tarif sepertiganya atau Rp 50 ribu per orang, dan horeeee dapat bonus untuk 2 orang anak tersebut digratiskan, jadi saya cuma membayar Rp 200 ribu untuk sebuah kapal kecil bermuatan 7 orang termasuk si ibu yang ternyata adalah guide merangkap tukang dayung perahunya, wew…salut sama si Kartini ini hehe.

hutan-mangrove-nusa-lembongan-bali-2
Akar-Akar Pohon Mangrove di Pulau Nusa Lembongan Bali

Oiya jangan pernah berharap naik perahu bermesin ya gaes, karena saat naik pertama kali sayapun rada meragukan karena  perahunya sangat ringan sodara-sodara, bergoyang dikit aja udah oleng wkwkwkw. Owwhhh ternyata setelah dijelaskan barulah saya mengerti bahwa memang tidak diperbolehkan menggunakan perahu bermesin demi alasan menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya, mantapphhh dah, setujuh ! Ok let’s go madame…kamipun semuanya naik ke perahu dan si ibu dengan sigapnya mengambil sebilah bambu sepanjang 6 meteran sebagai dayungnya, haaaa…hanya dengan bambu bro sis…bisa ternyata mendorong perahu imoet ini wkwkkww. Oiya, karena kedatangan kami yang sudah sangat sore, sekitar jam 4 sore, maka suasana di spot wisata inipun sangatlah sepi, hanya kami saja yang akan masuk menjelajahi hutan mangrove ini. Kata si ibu, “enak ini mba, sepi, gak bakal tabrak-tabrakan perahunya di dalam hutan nanti, karena biasanya kalo lagi rame, bisa sampe antri di jalur sungai mangrovenya akibat banyaknya perahu yang masuk ke tengah hutan dalam waktu bersamaan”. Wew, baiklah bu…pas banget dong…dayungggg bu…hahhaha !

hutan-mangrove-nusa-lembongan-bali-5
Happy Birthday to me ??? hahaha #abaikanTulisannya #BirthdayCelebration

Kamipun mulai menjelajah sisi bagian dalam dari jalur hutan mangrove ini dimana kita akan masuk dalam satu jalur yang makin lama jalur sungainya makin sempit, dengan tebaran pohon-pohon mangrove disisi kiri dan kanan sungainya. Jika diperhatikan, air sungainya pun makin lama makin gelap, karena kalau dari awal perjalanan di tepi pantai airnya masih nampak bening, hijau muda, maka makin ke dalam, makin ke arah hutan mangrove, air sungainya makin gelap. Hmmm…serem juga sih, gak tau tuh ada apa aja di dalamnya ya, blas gak kelihatan dasar sungainya. Tapi disitulah serunya, serem-serem gimanaaaa gitu. Oiya, pemandangan hutan mangrovenya juga sangat indah dan alami dengan akar-akar pohon mangrove yang tampak kokoh dan besar-besar, menambah sensasi rasa hutannya, jadi berasa bener-bener berada ditengah hutan deh gaes. Menurut info si ibu, jika beruntung terkadang bisa dijumpai biawak ataupun ular di antara pepohonan tersebut, whatttt ???

sungai-hutan-mangrove-nusa-lembongan-2
Hutan Mangrove di Pulau Nusa Lembongan Bali
sungai-hutan-mangrove-nusa-lembongan
View Hutan Mangrove di Pulau Nusa Lembongan Bali

Nah setelah kurang lebih 25 menit menjelajah sisi bagian dalam hutan mangorve ini, maka perahu kitapun akan seakan-akan keluar dari gua hutan mangrove ini dan kemudian menyongsong sisi yang lebih cerah dan terang di perairan tepi pantai hutan mangrovenya. Wiuhhh…cantik banget pantai hutan mangrove ini dengan pemandangan pohon mangrovenya yang nampak lebih kehijauan karena terkena pantulan sinar matahari, ditambah dengan latar belakang gunung Agung yang nampak dari kejauhan serta underwater yang sangat bening dan jernih ditepi pantai ini. Pada beberapa sisi, underwaternya pun penuh berisi semak-semak yang nampak dengan jelas dari atas perahu saking jernihnya airnya. Hmmm…berani terjun gaes? enak kali ya renang disini sembari kaki kita dibuat geli dengan semak-semak ini didasar lautnya. Banyak ikannya juga ternyata di spot ini, mungkin karena banyak semak-semak sehingga pasokan makananpun banyak disekitar sini membuat ikan-ikan betah berkeliaran.

tepi-pantai-hutan-mangrove-nusa-lembongan-1
Hutan Mangrove di Tepi Pantai Pulau Nusa Lembongan Bali
tepi-pantai-hutan-mangrove-nusa-lembongan
Tepi Pantai Hutan Mangrove di Nusa Lembongan Bali

Setelah menjelajah kurang lebih 40 menit, akhirnya perahu kamipun kembali ke tempat starting pointnya dan tour kamipun berakhir. Puas banget, recommended tour yang anti mainstream di Bali !

tepi-pantai-hutan-mangrove-nusa-lembongan-2
Spot Hutan Mangrove di tepi Pantai Pulau Nusa Lembongan Bali

#Merayakan ulang tahun tidak selalu harus berakhir dengan makan-makan, nonton, atau jalan-jalan di Mall, tapi juga bisa berbagi kebahagiaan bersama orang-orang tercinta, menikmati keindahan alam Indonesia. Aku cinta, engkau cinta, semua cinta…. Indonesia#

– Kita INDONESIA KEREN –

Sumber : jejaklangkahku

My name is Jejaklangkahku & I am Indonesian Hero !

Leave a Reply