Menaiki Bukit untuk Menuju Pantai Greweng, Gunung Kidul

Awal bulan desember ini, saya beserta rekan kerja saya memutuskan untuk berlibur sejenak. Tujuan pertama kami adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Bicara tentang DIY, tidak ada habisnya untuk explore tempat baru. Kali ini saya sebagai orang yang bertanggung jawab untuk menyusun jadwal dan tempat mana yang akan dikunjungi, saya memutuskan untuk menyelipkan Pantai Greweng dalam list. 3 Hari sebelumnya, kami sudah mengkontak beberapa rent car include driver dengan tarif 525.000 (includes driver +bensin). Pukul 5 pagi, kita menuju ke Pantai Greweng hidden beach di Gunung Kidul. Perjalanan dari Kota Jogja menuju Gunung Kidul kurang lebih 2 jam, kami pun tidak langsung disuguhi pasir putih dari Pantai Greweng ini karena ini adalah Hidden beach. Lokasi pantai  yang tidak bisa ditempuh dengan kendaraan, jadi kita hanya diturunkan di depan warung kopi yang sebelahnya ada petunjuk “Pantai Greweng” dekat dengan Pantai Wediombo. Ya, kita harus jalan kaki menuju sana. Untuk meminimalisir nyasar kami pun memakai jasa guide dari warga setempat dengan tarif Rp. 50.000/ Orang, namanya Mas Dudu yang kata orang sana bapaknya adalah pemilik Pulau Kalong.  For Your Information, Tidak ada loket masuk untuk menuju Pantai Greweng.
img_g693nu1
Ekspektasi saya adalah jalan setapaknya bagus, dekat, cepat, banyak warung kopi di pinggir jalan. Ternyata salah total, kita harus melewati jalan yang penuh lumpur, bebatuan tajam dan harus naik turun bukit. Saya dan beberapa teman saya sampai kepleset beberapa kali karena jalanan nya jeblok berlumpur dan terjal. Saya sarankan untuk kalian yang mau ke Pantai Greweng, jangan lupa bawa cadangan minuman yang banyak karena kami yang berekspektasi akan ada warung kopi, ternyata hanya ada 3 titik warung itu pun kalau buka.
Kami menikmati perjalanan ini karena pemandangan dari sawah-sawah, lumbung padi, nelayan yang lewat sambil menegur kami dan juga ada Goa Macan yang konon untuk tempat bertapa serta ada sumber air yang berbentuk kubangan besar biasanya untuk tempat mandi para nelayan dan petani selesai bekerja.
img-20161206-wa00131
Perjalanan hampir memakan waktu 1 jam ini yang lumayan mengucurkan keringat, terbayarkan dengan pantai yang sepi, tidak ada pengunjung, bersih, dan pasirnya putih. Saya loncat-loncat kegirangan walaupun tidak ada signal disana. Saya bersyukur semesta bersama kita karena tidak hujan, walaupun perjalanannya capek sekali loh. Saran buat kalian yang mau kesini jangan saltum kayak saya haha pake sepatu yang proper buat melindungi kaki karena banyak jalan yang dilapisi batu-batu.
img_-aq7pwg1img_-7u3tb81
Bunyi ombak, semilir angin dan terik matahari sukses membuat saya senyum-senyum sendiri. Sudah lama saya tidak mendengar deburan ombak dan pasir putih, terakhir ketika saya pergi ke bali awal tahun kemaren. Damai sekali, senang sekali, dan kesempatan ini saya me-reward otak saya untuk bersenang-senang. 4 bulan cukup menguras tenaga dan pikiran. I need to decompressing for a while.
img_20161206_1418041
Puas bemain di Pantai, jangan buru-buru untuk pulang karena ternyata ada satu tempat lagi yaitu Pulau Kalong. Lagi-lagi saya berekspektasi, bayangan saya Pulau Kalong ini adalah pulau dengan bibir pantai berpasir putih juga. Ternyata tidak, karena kita harus mendaki lagi dan ini harus ekstra hati-hati karena terjal sekali. Untuk menuju ke pulau kalong sendiri, harus melewati jembatan kayu. Saya yang nyali nya cetek, ga berani haha takut jatuh ke laut karena keamanannya belum terpenuhi. Teman-teman saya yang laki-laki pada berani menuju Pulau tersebut. Usut demi usut, kenapa dinamain pulau kalong karena dulu ada banyak kalong di sana sampai seribuan. Untuk pengamanannya memang belum terjamin, hanya berpegang dengan tali tambang. Saya sempat menanyakan kepada warga lokal, kenapa tidak ada pengaman seperti layaknya jembatan untuk uji nyali ini karena sangat berbahaya, oleng sedikit bisa hanyut ditelan ombak laut. Mas Dudu (warga lokal) bilang kalau pengaman sedang dalam proses pembuatan, semoga saja kalian yang mau berlibur kesini sudah ada pengamannya ya!
Sedikit cerita travelling akhir tahun ini dengan berlibur ke Pantai Greweng. Any suggestion for next trip?

Leave a Reply