Menara Siger, Bukan Ikon Biasa

Post

Hati rasanya campur aduk, kala lelah bercampur dengan kebahagiaan. Lelah karena perjalanan pulang menuju penyebrangan Bakauheni dari Way Kambas yang memakan waktu 4 jam perjalanan darat. Bahagia karena akhirnya bisa berdiri tegak didepan Menara Siger yang dinobatkan sebagai titik nol dariSumatra bagian selatan.

Hal tersebut merupakan ungkapan yang wajar, sedari dulu menyebrang dari pelabuhan Merak – Bakauheni, diri pribadi hanya menganggap Menara yang berada di ketinggian 110 meter tersebut hanya sebagai petanda kapal segera merapat di dermaga. Kini ceritanya berbeda, keinginan mengisi dahulu perut yang mulai lapar disekitar pelabuhan, sebelum menyembrangi Selat Sunda, membawahkan sebuah cerita baru yaitu berkunjung dan melihat langsung kemegahan dari ikon yang dipercaya sebagai sebuah identitas masyarakat Lampung, tak jauh dari pelabuhan.

Betapa tidak, hampir setiap toko, rumah, pusat perbelanjaan di kota Bandar Lampung memasang hiasan Siger diatas pintu masuk. Hal itu cukup membuktikan bahwa Siger bukan hanya menjadi mahkota (pengantin wanita) yang merepresentasi kehormatan serta status sosial saja, terlebih Siger telah dipercaya menjadi simbol kedaerahan yang telah melekat saat siapapun menyebut nama Lampung.

menara siger dengan kokoh berdiri/ dethazyo img
menara siger dengan kokoh berdiri/ dethazyo

Saat tiba di di ikon yang telah dibangun sejak tahun 2005 dan diresmikan pada 2008, jarum jam telah menunjuk pukul 1 siang hari, waktu yang menjadi penegas dari panasnya terik matahari dengan suhu yang mencapai 32°. Ajaibnya, tak hanya beberapa orang saja yang datang, banyak bus yang terparkir membawa artian antusias pengunjung cukup tinggi untuk menghabiskan waktu, guna menjelajahi sembari beristirahat dulu sebelum menyebrang Selat Sunda terlihat disekitar menara, seakan panas tak mengentikan kunjungan mereka. Pemandangan tersebut dapat dikatakan bahwa daya tarik dari bangunan dengan 6 lantai tersebut masih cukup seksi untuk didatangi.

bangunan yang unik/ dethazyo pic
bangunan yang unik/ dethazyo

Warung-warung kecil disekitar lokasi tampak dipenuhi oleh pengunjung yang dibuat bahagia ketika menikmati view depan & belakang dari Menara Siger. Betapa tidak, view depan yang berhadapan langsung dengan pelabuhan Bakauheni, dan view belakang yang menyajikan pemandangan Selat Sunda yang kala itu sedang indah-indahnya untuk dinikmati. Perpaduan bukit-bukit dengan lautan luas yang dihuni oleh kapal maupun perahu yang lalu lalang, membuat diri tak tahan untuk berucap ‘wonderful.

Eufhoria kebahagiaan tak perlu ditanya, pikiran yang sedari tadi hanya mengelukan jalan berlubang, berubah menjadi kekaguman akan sebuah bangunan yang digadang-gadang tahan akan guncangan dan terpaan angin berkat teknik ferrocement, sistem konstruksi dengan rangka mirip jejaring laba-laba yang kokoh.

mengabadikan moment/ dethazyo
mengabadikan moment/ dethazyo

Rasa kagum pula yang akhirnya menunjuk jejak langkah memasuki menara dengan warna dominan kuning, putih, merah. Hal yang didapat tak begitu mengecewakan. Terdapat sebuah toko suvenir yang kala itututup, entah tutupnya baru hari itu, atau sudah tidak digunakan lagi dan juga sebuah kereta kencana. Selebihnya hanya pemandangan biasa saja. Namun ketika mulai menaiki tangga menuju lantai teratas, disitulah letak keindahan yang sesungguhnya, dimana orang-orang dapat mengintip melalui celah jendela view yang mengerah ke lautan luas.

Pemandangan indahnya lautan luas tersebut cukup membantu memberikan semangat baru, sesuai dengan apa yang diungkap oleh banyak penelitian, bahwa birunya laut dapat membuat seseorang menjadi lebih bahagia, tenang dan damai.

jangan lupa selfie disini/ dethazyo
jangan lupa selfie disini/ dethazyo

Terlepas dari tempat ini tak begitu terawat seperti ikon di kota besar lainnya yang berskala Asia, semisal Twin Tower (Malaysia) atau skala nasional seperti Monumen Nasional yang lebih dikenal dengan sebutan Monas (Jakarta). Meski begitu Menara Siger cukup merebut hati, apalagi ditengah serbuan modernitas seperti saat ini, jangan sampai identitas kedaerahan terkikis habis dimakan oleh kemajuan zaman. Bangga akan daerahnya, bangga akan sukunya, bangga akan bahasanya, bangga akan budayanya, serta bangga menjadi bagian dari INDONESIAA.. MERDEKAA..

signature
signature

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.