Mencari Sepatu Hak Raksasa di Pantai Atuh

“Tau nggak, di Pantai Atuh, kamu bisa melihat sepatu hak raksasa lho”
“Hayuklah kita ke Atuh!”

Pantai cantik di timur Nusa Penida ini dapat ditempuh dengan mobil ataupun motor. Lebih cepet naik motor pastinya, viewnya juga asik, banyak pantai pantai  dan juga petani rumput laut. Apabila kita start dari central area atau Toyapakeh, dibutuhkan waktu 1,5 jam dengan motor untuk mencapai Atuh. Apabila dengan mobil, mungkin bisa sekitar 2 jam perjalanan. Buat yang pingin kulitnya tan, dijamin kalau pas ada matahari pasti tan-nya pakai banget! Kira kira seperti ini pemandanga sepanjang jalan menuju Atuh:
perjalanan-ke-atuh

“Di Atuh mah nanti loba pisan spot fotonya, teteh” kata guide saya yang kebetulan orang Sunda.
” Oh bagus, atuh. Hayuklah cepetan kaditu“, saya juga gak mau kalah dong Susundaan sama aa guidenya.

Dan setelah saya hitung hitung, bener juga spot foto stopnya banyak dengan jarak yang berjauhan, bisalah satu harian di sini buat yang demen foto foto. Setelah mengisi buku tamu dan membayar sekitar Rp. 10.000/orang, kita menuju spot pertama, yang dinamakan Thousand Island. Dinamakan seperti ini mungkin karena banyak pulau pulau yang bertebaran di area ini. Buat saya yang jarang olah raga, untuk ke spot ini, kita harus menuruni tangga yang jaraknya tinggi tinggi dan bikin ngos ngosan. Setelah 15 menit, sayapun sampai di spot Thousand Island. Cantik! ada tiga batu yang tidak beraturan yang menyambut saya:thousand-island Di dekat sini, ada spot yang namanya Rumah Pohon. Tapi saya skip karena mengejar kapal cepat yang kembali ke Sanur jam 15:00. Rumah pohon ini dibuat untuk tempat beristirahat dengan background Thousand Island. Kalau saya lihat foto fotonya sih cakep, cuman saya lebih penasaran sama sepatu haknya.

Dari spot Thousand Island, saya meneruskan perjalanan ke spot tengah dengan view pohon kelapa yang cantik. Karena belum dikasih nama, saya namakan sendiri spot ini Spot Hawaii. Spot Hawaii ini berada di seberang sisi Thousand Island. Untuk menuju spot ini, dibutuhkan berjalan kaki santai sambil berenti foto foto dan minum sekitar 40 menit. Lumayan tidak terlalu capai karena perjalanan menurun.
another-spot
Setelah dari spot Hawaii, ini yang saya nanti nantikan, yaitu Spot Sepatu Hak Raksasa! Spot ini berada di pantai, di mana kita harus menuruni bukit. Perjalanan dari Spot Hawaii ke Spot Sepatu Hak Raksasa sekitar 40 menit berjalan kaki santai sambil buat Instagram Story sepanjang jalan. Di bukit terakhir, kita disambut ratusan pohon kelapa yang berderet rapi, pura, dan pantai. Ajaib bukan? Sayapun berhenti lagi dan mengeluarkan kamera sebelum buru buru menuruni anak tangga yang tingginya sekitar 60cm.
view-dari-bukit-sebelum-turunSetelah menuruni sebagian anak tangga dengan semangat 45 dan mengintip ke arah pantai, saya mencari – cari di mana gerangan si Sepatu Hak Raksasa.
Kok tidak kelihatan.
Jangan jangan saya salah pantai.

“Bener nih mz di sini letak Sepatu Hak Raksasanya?” tanya saya penasaran.

“Bener teteh, hayuk turun ka pantai nanti saya tunjukin sapatuna“, kata aa guide yang gemas karena saya belum percaya juga.
sepatu-haknya-masih-sembunyiOk deh, saya percaya dan pasrah diajak menuruni tangga tangga yang sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Lalu setelah menginjakkan kaki di pasir, saya melihat ke belakang, dan saya menyadari, perjalanan pulang yang akan saya ingat selamanya. Ditambah, saya baru sadar kalau backpack saya semakin berat karena…  lupa meninggalkan macbook di hotel :))))
pulangnya-kok-males
Setelah sampai di pantai, aa guide mengajak saya untuk berjalan menuju ke tengah. Dan benar saja, saya melihat satu batu besar yang bolong di tengahnya. Sepintas terlihat seperti sepatu hak raksasa. Buat yang kehabisan minum, jangan kuatir. Di sini, ada warung yang menjual berbagai minuman dingin dan buah kelapa segar. Setelah membeli, kita boleh bersantai santai di beach chair empuk dengan view sepatu hak raksasa, atau berenang berenang lucu.  Sebelum pulang, saran saya belilah cadangan air minum untuk trek pulang yang 80% menanjak!
Jadi, kapan kamu mau main ke Atuh?
Atuh

Travel blogger dan juga animal lover. Selalu bawa dog food di tas. Paling seneng ngasih makan anjing atau kucing liar di jalan. Makin seneng kalau yang dikasih makan mau dielus elus 🙂

Leave a Reply