MENENGOK UNTAIAN SEJARAH DAN BUDAYA LAMPUNG DI KAMPUNG WISATA GEDUNG BATIN WAY KANAN

Post

 

13880125_1258453097539498_3422341620950132422_n
salah satu rumah panggung di kawasan Kampung Wisata Gedung Batin

Rintik hujan menyambut kedatangan saya dan rekan rekan di kampung wisata Gedung Batin. Sebuah kawasan yang ditengarai telah terbentuk sejak tahun 1800-an.

Gedung Batin adalah kampung wisata yang berada di Kabupaten Way Kanan – salah satu kabupaten paling ujung di provinsi Lampung yang berbatasan dengan kawasan paling selatan dari provinsi Sumatera Selatan.  Akses menuju Gedung Batin terbilang mudah. Berjarak 22 km dari pusat kota Blambangan Umpu – pusat kota dari kabupaten Way Kanan. Setelah sebelumnya menempuh perjalanan 4 jam dari Bandar Lampung – pusat kota dari provinsi Lampung. Mendatangi kabupaten Way Kanan, selain dengan kendaraan pribadi juga tersedia banyak bus umum yang dapat di akses dari Bandar Lampung menuju Way Kanan dengan biaya Rp. 50.000,-  atau dapat pula menggunakan  bus yang melaju menuju Baturaja atau Palembang yang secara rute jalan  melalui kawasan Way Kanan.  Selain itu,  dapat pula menggunakan akses kereta api dari stasiun Tanjung Karang di Bandar Lampung hingga stasiun kereta Blambangan Umpu – Way Kanan, dengan bisaya berkisar Rp.90.000,-

 

13882654_1258418544209620_3564083347149858160_n
tugu selamat datang di bagian depan kampung wisata gedung Batin
13876279_1258418487542959_6202158279468536077_n
suasana kampung wisata Gedung Batin yang lengang

Sebuah tugu sederhana pada bagian depan Kampung Wisata Gedung Batin menyambut kedatangan saya dan rekan rekan siang itu. Setelah menaruh kendaraan pada sebidang tanah lapang, kami langsung menuju sebuah bangunan tua berupa rumah panggung yang terbuat dari kayu yang konon berusia lebih dari 400 tahun!. Tak butuh waktu lama bagi saya dan teman teman perjalanan untuk mengakrabkan diri dengan pak Rajamin – salah satu pewaris dari silsilah keluarga Gedung Batin lengkap dengan anggota keluarga lainnya.

 

13681047_1258418524209622_5996916571381410910_n-copy
inilah wujud rumah panggung khas Lampung yang berusia lebih dari 400 tahun
13902680_1261334480584693_5423786959629507845_n
pak Rajamin - ahli waris dan pemilik rumah panggung berusia 400 tahun tersebut

 

Dalam percakapan kami dengan siempunya rumah panggung tersebut, berkali-kali saya  mengagumi kondisi rumah panggung yang gagah menjulang dihadapan saya dan rekan rekan kala itu. Nampak jelas konstruksi  bangunan dan gaya khas bangunan masyarakat Lampung yang masih terpelihara hingga kini.

Setelah cukup puas mengabadikan diri berphoto bersama di rumah panggung berusia ratusan tahun itu  – meski sebenarnya masih ingin berlama-lama, kami melanjutkan kegiatan sore di Kampung Wisata Gedung Batin.   Memanfaatkan  aktivitas sore kami  isi dengan jalan ke bagian sungai  Way Besai –  sungai yang posisinya mengitari kampung Gedung Batin. Suasana desa yang lengang sesekali terdengar gelak tawa anak anak yang bermain di bagian bawah rumah panggung. Sungai Way Besai menjadi pemandangan sore yang indah di antara perkebunan karet yang rindang.  Menghabiskan sepanjang senja di sungai Way Besai, saya dan rekan rekan berfikir akan lebih menguntungkan bagi penduduk desa jika sungai yang deras di jadikan pusat kunjungan wisata bagi mereka yang menyukai arum jeram atau bamboo rafting.

13886321_1261233270594814_5386291751747746054_n
sungai Way Besai yang mengelilingi Kampung Wisata Gedung Batin.

 

Ide ide sore itu kami sampaikan pada pak Ali – salah satu pemilik rumah panggung yang kami jadikan sebagai tempat bermalam kami di desa Gedung Batin.  Sengaja saya dan rekan rekan memilih rumah pak Ali sebagai sarana bermalam karena ingin merasakan langsung nuansa perkampungan di kala malam.

 

13895213_1261230330595108_5208067552576818464_n
suasana lengang kampung wisata Gedung Batin
13876260_1261230063928468_9154837373422777114_n
suasana malam di rumah panggung pak Ali

 

Suasana malam semakin menarik. Lampu lampu rumah mulai benderang diantara gelapnya suasana jalan tanpa lampu penerangan bagai dipusat kota. Aktivitas mandi bergantian menjadi kegiatan kami selanjutnya. Kami harus sabar mengantri, berbagi kamar mandi yang hanya satu dan letaknya dibelakang rumah panggung dengan tanpa cahaya penerangan menuju kamar mandi tersebut.

Seusai mandi, kami melanjutkan santap malam bersama dengan menu masakan rumahan yang khas nan lezat persembahan istri pak Ali. Lagi lagi kami bahagia bukan kepalang ketika menyantap sajian makan malam yang bercitarasa lezat dengan suasana rumah panggung. Sungguh terasa nyata berada dalam  kehidupan sederhana namun penuh kesahajaan.

 

13876374_1258416627543145_3634432996982618084_n
saya yang menikmati suasana di kampung wisata Gedung Batin

 

KAMPUNG TUA PENUH CERITA.

 

Sesungguhnya, Gedung Batin merupakan kawasan pemukiman yang awalnya merupakan contoh pemukiman warga yang dibangun oleh penjajah Belanda.

Penjajah berharap, bentuk dan contoh bangunan yang mereka prakarsai  tersebut dapat diteruskan oleh para masyarakat yang bermukim dikawasan Gedung Batin bahkan hingga beberapa desa yang berdekatan dengan Gedung Batin.

Demikian penuturan pak Ali dan pak Rajamin yang saya simak disela sarapan pagi.

 

13901575_1261229700595171_3820831257028429333_n
obrolan pagi di beranda rumah panggung bersama pak Rajamin dan pak Ali

 

Keberadaan sungai Way Besai yang mengelilingi kawasan Gedung Batin menjadi oase kehidupan dan menambah ke-khas-an Kampung Wisata Gedung Batin.

Perhatian pemerintah daerah kabupaten Way Kanan pun semakin serius dengan Kampung Wisata ini.  Beberapa  rencana yang tertuang dalan master plan berupa penataan Kampung Wisata Gedung Batin menjadi kawasan wisata berbasis alam dengan komponen pendukung dan infrastrukur yang memadai kelak akan diwujudkan  Potensi Desa Wisata dengan kearifan lokal dan kekayaan budaya Lampung nan agung sungguh merupakan daya tarik Gedung Batin yang tidak akan didapat di kawasan lain.

13681020_1258416730876468_1669180588392061997_n
photo bersama saya dan rekan rekan dengan pak Ali dan istrinya

 

Tidaklah  warga membutuhkan pembangunan modern  berupa gedung gedung menjulang megah khas perkotaan. Merawat bangunan rumah panggung bersejarah lengkap dengan budaya kehidupan khas masyarakat Lampung yang selalu dipegang teguh turun temurun, adalah keunikan sebuah kawasan yang bisa jadi nilai jual yang tinggi.

Khasanah kehidupan bermasyarakat dengan ritme yang alamiah adalah kekuatan yang dapat disinergikan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana penuturan pak Rajamin, bahwa dengan adanya kunjungan wisatawan ataupun warga dari luar Kampung Gedung Batin diharap dapat memberikan keuntungan secara langsung pada seluruh masyarakat yang tinggal di Gedung Batin dengan keterlibatan dan peran aktif seluruh komponen masyarakat yang bertempat-tinggal di Kampung Wisata Gedung Batin.

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.