MENGEJAR SENJA KE TEBING BREKSI JOGJA

Senja di taman tebing breksi yogyakarta Foto by arie meyzon
Senja di taman tebing breksi yogyakarta
Foto by arie meyzon

Saya menutup tahun 2016 di kota yang sangat saya cintai dan kagumi. Kota yang meninggalkan bekas mendalam untuk setiap orang yang pernah menginjakan kakinya disana. Yogyakarta selalu abadi di hati setiap insan yang pernah merasakan kehangatanya.

Sore itu kami memutuskan untuk mengejar senja ke salah satu tempat yang keindahanya mulai ramai dibicarakan di media sosial. Bermodalkan hp, internet, dan gps kami menyusuri jalanan yogyakarta untuk menuju taman tebing breksi yang letaknya berada di kawasan prambanan, sleman, yogyakarta.

Setelah menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor selama kurang lebih 30 menit dari jalan kali urang kilometer 14, kami tiba di taman tebing breksi prambanan sleman yogyakarta.

Masuk ke lokasi tebing breksi kami hanya diminta membayar biaya masuk seikhlasnya serta biaya parkir motor sebesar Rp 2000.

Petang itu kondisi di tebing breksi tidak terlalu ramai, mungkin karena langit sudah mulai gelap. Saya pun berkeliling menikmati senja yang hampir hilang sembari menikmati sejuknya udara.

Sebenarnya kami ingin naik ke bagian atas tebing breksi, namun karena saat itu waktu sudah menunjukan pukul 18.30 wib maka bagian atas tebing sudah ditutup.

Setelah berkeliling kami memutuskan untuk sejenak menikmati malam di tempat itu. Ditemani kopi yang kami beli dengan harga 3000 rupiah per gelas, kami menikmati malam di tebing breksi. Kami berbincang di panggung terbuka taman tebing breksi ditemani kopi, alunan musik dari panggung, bintang, serta bulan yang ikut merayakan pergantian tahun. Tidak lupa kami pun mengabadikan momen ini dengan membuat banyak gambar ala ala anak muda jaman sekarang.

Ini indonesia Picture by maharani
Ini indonesia
Picture by maharani
Saya dan matahari tenggelam di tebing breksi Picture by ayu nogita
Saya dan matahari tenggelam di tebing breksi
Picture by ayu nogita
Kami dan keceriaan malam
Kami dan keceriaan malam ( ini adalah tempat duduk di panggung terbuka taman tebing breksi )

Setelah puas berbincang dan beralay ria dengan saudara dan sahabat saya. Saya kemudian kembali berkeliling, berbincang dengan sejumlah warga. Dua dari mereka yang saya ajak berbincang adalah ibu penjual kopi yang merupakan warga sekitar serta salah satu petugas parkir yang juga merupakan warga sekitar.

Menurut mereka yang saya ajak berbincang, taman tebing breksi dahulu merupakan titik bebatuan yang dimanfaatkan warga untuk menambang batu. Batu yang diambil dari tempat ini dikirim ke berbagai wilayah di indonesia dan di ekspor ke luar negeri untuk dijadikan bahan pembuatan patung serta sejumlah perkakas dengan bahan baku batu. Selain itu dahulu warga sekitar juga memanfaatkan batu batu tersebut untuk membuat pondasi ketika akan melakukan pembangunan.

Kemudian sekitar tahun 2005 menurut warga, ada seorang pemuda yang juga warga sekitar mengambil gambar di tebing breksi. Setelah pengambilan gambar tersebut pemuda tersebut mengunggahnya ke laman facebook. Dari situlah awal mula taman tebing breksi mulai dikenal warga dari berbagai wilayah, dan wisatawan dari berbagai wilayah mulai berdatangan.

I januari 2017, kami kembali menyambangi desinasi wisata baru ini. Niatnya ingin tahu bagaimana suasana tebing breksi saat siang hari. Perjalanan kami hari itu sangat berbeda dengan hari sebelumnya. Jalan menuju taman tebing breksi saat itu macet luar biasa, mobil motor mengantri masuk ke tempat ini. Dan saya lihat plat motor dan mobil mereka bukan hanya plat jogja. Pengunjungnya pun berasal dari berbagai usia. Saya lihat selain anak muda, destinasi wisata baru ini juga menarik perhatian sejumlah keluarga.

Kami dan hiruk pikuk tebimg breksi
Kami dan hiruk pikuk tebing breksi ( gambar ini kami ambil dari bagian atas tebing )
Panggung terbuka taman tebing breksi
Panggung terbuka taman tebing breksi ( Picture by arie meyzone )

 

Senja di penghujung tahun
Senja di penghujung tahun
Senja dan tokoh wayang Picture by arie meyzone
Senja dan tokoh wayang
Picture by arie meyzone

 

Saat ini taman tebing breksi tengah dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata favorit di yogyakarta. Warga membuat ukiran ukiran karakter wayang di dinding tebing breksi. Ukiran atau goresan itu sangat mengagumkan dan bercerita. Selain cocok untuk anak muda yang doyan mengabadikan gambar, tempat ini juga cocok untuk wisata keluarga karena orang tua maupun keluarga dapat memperkenalkan karakter wayang melalui goresan di tebing breksi.

Leave a Reply