Mengenal Indonesia Lewat Museum

Post

img_20161127_111904_hdr-01

 

Kamu dapet apa sih setelah jalan-jalan?

Sekedar poto bagus buat di-post ke Instagram? Pengalaman baru ketemu orang asing? atau hanya dapet tumpukan cucian kotor sehabis jalan-jalan?

 

“Just go. Go see all the beauty and the ugly of the world. So you can learn from all of it.” – Anonymous

 

Entah sejak kapan, setiap saya menginjakkan kaki di kota yang baru. Tangan saya selalu gatal untuk memasukkan setidaknya 1 lokasi yang memungkinkan saya belajar sejarah kota tersebut ke dalam daftar perjalanan.

Mungkin ini bermula ketika saya mendapatkan kenikmatan melihat bangunan tua yang sudah dimakan usia di beberapa kota yang saya kunjungi.

Dari situlah saya mulai ingin lebih tahu mengenai sejarah suatu kota.

 

“If you don’t know history, then you don’t know anything. You are a leaf that doesn’t know it is part of a tree”. – Michael Crichton

 

Terus bagaimana caranya bisa belajar sejarah suatu kota? Gak usah bingung-bingung kalau mau mencari tahu tentang sejarah. Tinggal cari saja museum terdekat di kota yang kamu kunjungin.

Berikut adalah beberapa museum yang sudah saya kunjungi di beberapa kota yang berbeda.

  1. Monumen Bajra Sandhi, Bali

Di Bali ada satu museum, lebih tepatnya sih monumen, namanya Monumen Bajra Sandhi. Walaupun bukan museum tapi tempat ini menawarkan wisata sejarah melalui diorama yang ada di dalam monumen ini.

Monumen Bajri Sandhi ada karena ide dari Prof. Dr. Ida Bagus Mantra yang ingin mendirikan bangunan untuk mengenang perjuangan rakyat Bali.

p_20161125_171521_hdr-01
Pintu masuknya saja sudah keren. Selamat datang di Monumen Bajra Sandhi.

Jadi di monumen yang sekaligus dijadikan museum ini, kalian akan menemukan beberapa etalase yang berisikan diorama suasana perang yang terjadi di Bali.

Letaknya yang berada di tengah-tengah jalan protokol membuat bangunan ini terlihat mencolok. Tidak adanya bangunan lain yang menghalangi Monumen Bajra Sandhi membuatnya berdiri megah.

Kekaguman saya tidak berhenti dari betapa megahnya bangunan ini. Setelah saya masuk ke dalam bangunan pun, saya bagaikan tersihir dengan interior khas Bali yang begitu grande.

p_20161125_161055_hdr-01
Entah ada berapa pintu/gerbang seperti ini di sekeliling monumen.

Satu hal yang membuat saya begitu jatuh cinta dengan interior Bajra Sandhi adalah desain tangga yang digunakan untuk mengakses titik tertinggi monumen ini.

p_20161125_163410-01
Tangga yang sangat terlihat elegan ini mencuri perhatian saya.
  1. Museum Sepuluh Nopember, Surabaya

Saya sempat berpikiran bahwa museum ini akan sama saja seperti museum sebelumnya yang saya pernah kunjungi. Di dalamnya hanya ada etalase yang berisi benda bersejarah dengan keterangan seadanya.

Tapi Museum Sepuluh Nopember menawarkan sensasi yang amat menyenangkan pada saat mengunjungi tempat ini untuk pertama kalinya.

img_20161127_112306_hdr-01
Koleksi museum tidak hanya terdapat di dalam ruangan, namun ada juga yang diperlihatkan di luar gedung.

Kenapa? Pertama-tama bangunan gedung ini sangat amat menarik menurut saya, setengah dari bangunan Museum Sepuluh Nopember berada di bawah permukaan tanah. Bentuknya pun sangat menarik perhatian pada saat saya melihatnya. Tidak kalah dengan desain museum yang ada di luar negeri.

img_20161127_113322_hdr-01
Ini yang saya temui ketika naik ke lantai 2 museum.

Kedua, setelah saya masuk ke dalam museum. saya disuguhkan dengan begitu banyak informasi sejarah seputar perjuangan masyarakat Surabaya di pertempuran heroik di tanggal 10 Nopember 1945.

Hal yang sangat saya sukai dari museum ini adalah bagaimana penataan letak benda bersejarah, diorama perang dan figur pahlawan yang terkonsep sehingga tidak membuat pengunjung merasa bosan.

Informasi yang disajikan pun dibuat semenarik mungkin. Tidak seperti museum kebanyakan yang berisi teks panjang lebar, Museum Sepuluh Nopember membuat beberapa pigura besar berisi gambar dan tanggal penting dalam sejarah Surabaya.

img_20161127_113624_hdr-01
Tampilan informasi dibuat semenarik mungkin sehingga pengunjung tidak cepat bosan.

Bisa dibilang Museum Sepuluh Nopember adalah salah satu museum yang memiliki tata letak yang apik.

  1. Monumen Kapal Selam, Surabaya

Tidak seperti Monumen Bajra Sandhi di Bali atau Museum Sepuluh Nopember di Surabaya. Monumen Kapal Selam atau sering disingkat Monkasel di Surabaya ini tidak memberikan informasi tentang sejarah apapun.

img_20161127_104408_hdr-01
Dari kejauhan, bentuk kapal selam ini sangat menarik perhatian orang.

Monumen ini memberikan wisata pengalaman. Kita  bisa merasakan bagaimana rasanya berada di dalam kapal selam sungguhan.

Tapi jangan sedih dulu, pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan vidiorama tentang sejarah kemaritiman Indonesia di ruang terpisah, pertunjukan ini gratis karena sudah termasuk harga tiket masuk.

Monumen ini ada karena kota Surabaya identik dengan kota maritim di Indonesia. Nah, jadilah Monumen Kapal Selam ini dibuat sebagai bahan pembelajaran bagaimana sejarah kemaritiman di Indonesia.

Monumen Kapal Selam adalah kapal selam sungguhan yang dulunya pernah digunakan oleh TNI AL pada Operasi Trikora di Irian Jaya pada tahun 1962. Kapal Selam pun punya nama, namanya adalah KRI Pasopati.

img_20161127_095056_hdr-01
Suasana di dalam kapal selam KRI Pasopati.

Merasakan sendiri sensasi di dalam kapal selam yang dulu turut berperan dalam mempertahankan kedaulatan NKRI, membuat rasa nasionalisme saya semakin tinggi. Membayangkan betapa berkobarnya semangat para kru kapal selam KRI Pasopati ini dalam menjaga kedaulatan negara.

  1. Museum Geologi, Bandung

Kalau dari nama museumnya saja kita sudah bisa mengira-ngira bahwa tidak ada sejarah di dalamnya. Biarpun begitu, museum ini tetap memberikan informasi sejarah, bedanya adalah sejarah tentang planet bumi.

Saya mau tanya, apakah kalian sudah pernah melihat kerangka replika T-Rex langsung? Kalau belum, yuk mampir ke Museum Geologi yang ada di kota Bandung.

Tidak hanya ada replika kerangka T-rex. Museum Geologi Bandung punya banyak hal yang bisa kita pelajari tentang sejarah kehidupan di planet Bumi.

20150315_090418-01
Bentuk replika kerangka T-Rex.

Museum yang mempunyai 2 lantai ruang peraga ini mempunyai koleksi materi geologi yang terbilang lengkap; fosil, batuan, dan mineral. Kesemuanya adalah hasil dari kerja lapangan di Indonesia sejak tahun 1850.

Di lantai 1, kita akan disuguhi kekayaan geologi yang ada di Indonesia. Mulai dari jenis batuan di berbagai daerah di Indonesia, letak sumber daya mineral Indonesia, sampai fosil serta sejarah manusia.

Di lantai 1 ini juga lah kamu akan menemui fosil T-rex dan beberapa hewan purba lainnya. Semua replika tersebut sangat mirip dengan wujud aslinya, sehingga membuat pengunjung menjadikannya tempat untuk berfoto ria.

Tidak ada kata selain luar biasa untuk menggambarkan betapa besarnya hewan purbakala ini. Saya merinding sih kalo membayangkan hewan sebesar itu masih hidup di zaman modern seperti sekarang.

Kalau di lantai 2 berisi informasi mengenai manfaat geologi bagi kehidupan manusia. Di sini kamu bisa melihat maket salah satu pertambangan emas terbesar di dunia loh. Iya! Betul sekali, pertambangan emas di Irian Jaya termasuk pertambangan yang terbesar di dunia. Hebat yah negara kita ini.

Di lantai 2 ini terdapat etalase yang berisi benda-benda yang terkena bencana geologi. Salah satunya adalah bencana erupsi gunung berapi, tsunami, dan gempa bumi. Mengingat negara kita dikelilingi oleh gunung berapi aktif, bencana geologi pasti akan terjadi di Indonesia.

20150315_091407-01
Motor yang terkena dampak gunung berapi.

Masih banyak lagi museum yang ada di Indonesia yang belum ada di tulisan saya. Itu berarti masih banyak perjalanan yang akan saya lakukan untuk lebih mengenal bangsa saya sendiri.

Semoga tulisan saya bisa menginspirasi kita semua. Menginspirasi untuk terus belajar tentang masa lalu. Tidak melupakan masa lalu tetapi terus mengingatnya agar kita sadar betapa beruntungnya kita sekarang.

 

“We travel not to escape life, but for life not to escape us.” - Anonymous

 

Arti dari sebuah perjalanan adalah persoalan pribadi setiap orang. Tidak ada seorang pun yang bisa menentukan apakah perjalanan seseorang itu akan mempunyai arti atau tidak.

Yang saya tahu hanya melangkah lah sejauh mungkin. Telusuri setiap jengkal bumi yang kita tinggali. Penyesalan tidak akan berlaku ketika kita sudah mati.

Persiapan Ngaben

Museum Trinil

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.