MENIKMATI ‘GOLDEN SUNRISE’ DI GUNUNG PRAU

golden sunrise puncak gunung prau photo

Beberapa waktu lalu saya sempat menceritakan pengalaman saya saat menjelajah Negeri para Dewa di Dieng Plateau. Nah, saat itu saya tidak hanya mampir ke beberapa destinasi menarik yang ada di sana, tapi juga mengunjungi salah satu gunung terindah di Dataran Tinggi Dieng, yaitu gunung Prau.

Gunung Prau merupakan salah satu gunung terindah yang pernah saya kunjungi. Melalui gunung Prau kita dapat menikmati golden sunrise yang sangat melegenda.

Sebetulnya saat kita berkungjung ke Dataran Tinggi Dieng, kitapun dapat menikmati Golden Sunrise melalui Bukit Sikunir. Namun, sebagai pecinta ketinggian seperti saya, tentu saja gunung Prau menjadi pilihan yang tepat.

Untuk dapat menikmati sunrise di puncak gunung Prau, para pendaki dapat melewati beberapa jalur pendakian. Namun, saat itu saya memilih melalui jalur Dieng.

Saya sengaja memilih jalur ini karna selain lokasinya yang berada tidak jauh dari homestay, Jalur Dieng juga dikenal lebih mudah untuk di daki.

Saat itu saya mendaki bersama kedua teman saya, dan sekitar jam 2 pagi saat udara di Dieng benar-benar dingin dan menusuk sampai ke tulang, kami langsung bergegas menuju basecamp gunung Prau.

Di basecamp ini kami melakukan registrasi terlebih dahulu, setelah itu kami berdoa sejenak meminta perlindungan kepada Allah Yang Maha Kuasa agar diberi keselamatan dan kelancaran selama pendakian.

Dari basecamp, Perjalanan menuju pos 1 tidak begitu melelahkan, treknya pun tidak terlalu sulit. Bahkan jika siang hari tempat ini akan terlihat sangat indah karna banyak perkebunan warga yang terlihat menyegarkan.

Setelah sampai di Pos 1, saya beristirahat sejenak sambil menunggu kedua rekan saya yang belum sampai. Sesekali bertegur sapa dengan pendaki lainya. Saat itu banyak sekali wisatawan yang mendaki, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Tidak ingin berlama-lama di Pos 1, kamipun melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya. Dengan harapan, kami dapat sampai ke puncak gunung Prau sebelum matahari terbit.

Setelah 3 jam berjuang melewati hutan, jalanan yang berakar, tangga dari bebatuan serta jurang ditengah kegelapan, akhirnya kami sampai di titik tertinggi Dieng.

beragam trek gunung prau img

Ketinggian yang mencapai 2565 MDPL ini membuat udara di gunung Prau terasa sangat dingin. Bahkan jaket saya terasa tidak sanggup menahan hawa dingin.

Saat itu suasana gunung Prau masih terlihat gelap, langitpun masih bersih dihiasi taburan bintang. Dari ketinggian saya dapat melihat kerlap-kerlip lampu perumahan warga diiringi suara azan subuh yang sayup-sayup terdengar dari kejauhan.

Sayapun langsung menggelar sajadah, bersimpuh kepada Yang Maha Kuasa dan tak henti-hentinya mengucap syukur atas ciptaa-Nya yang luar biasa ini.

Tidak beberapa lama akhirnya moment yang ditunggupun datang. Semburat matahari perlahan muncul di atas gumpalan awan, warna kuning keemasan dengan baground biru langit menjadikan gunung Prau terlihat sangat indah.

Saat itu saya simpan semua kamera dan gadget yang saya miliki. Saya hanya ingin fokus menikmati detik-detik sunrise di gunung Prau. Melihat pemandangan sedahsyat ini, membuat perjuangan saya terasa impas terbayarkan.


Ternyata benar apa kata orang, pemandangan gunung Prau dapat menyihir siapapun yang melihatnya. benar-benar seperti lukisan.

pasca sunrise di puncak gunung prau - pic

Tidak berhenti sampai disitu, pemandangan gunung Sumbing, Sindoro, Merapi dan Merbabu dapat terlihat jelas dari puncak gunung Prau. Ditambah hamparan hijau bukit teletubies semakin mempercantik suasana.

view dari puncak gunung prau img

Hamparan puncak gunung Prau yang sangat luas membuat saya penasaran untuk mengelilingi setiap sudutnya. sehingga saya mempersilahkan kepada kedua teman saya yang ingin turun gunung terlebih dulu. Tidak mengapa saya berkeliaran seorang diri di gunung Prau. Saya rasa, saya sudah mulai terbiasa dengan gunung seribu bukit ini.

 

Setelah puas menikmati pesona indah gunung Prau, sayapun memutuskan untuk turun gunung. Saat itu saya turun seorang diri. Namun, saya sama sekali tidak khawatir akan tersesat, karna trek gunung Prau tidak teralalu rumit seperti trek gunung-gunung yang pernah saya daki sebelumnya.

Saat perjalanan pulang, saya dapat melihat beberapa destinasi menarik yang berada di Dataran Tinggi Dieng seperti telaga warna, kawah sikidang dan candi Arjuna. Saya juga melewati pepohonan pinus dan kawasan pertanian milik warga yang sangat meyegarkan.

Untuk kalian yang belum pernah melakukan pendakian dan ingin merasakan sensasi naik gunung, gunung Prau dapat dijadikan pilihan yang tepat. Karna gunung Prau sangat direkomendasikan untuk pendaki pemula.

Nah, Berikut video perjuangan saya saat berada di Gunung Prau. Jangan lupa di tonton yah.

“Saya selalu menyarankan ini jika kalian masih muda, punya banyak waktu luang, tidak memiliki terlalu banyak keterbatasan, maka berkelilinglah melihat dunia. Bawa satu ransel di pundak, berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, dari satu desa ke desa lain, dari satu lembah ke lembah lain, pantai, gunung, hutan, padang rumput, dan sebagainya.

Menyatu dengan kebiasaan setempat, naik turun angkutan umum, menumpang menginap di rumah-rumah, selasar masjid, penginapan murah meriah, nongkrong di pasar, ngobrol dengan banyak orang, menikmati setiap detik proses tersebut.


Maka, semoga, pemahaman yang lebih bernilai dibanding pendidikan formal akan datang. Dunia ini bukan sekadar duduk di depan laptop atau HP, lantas terkoneksi dengan jaringan sosial yang sebenarnya semu. Bertemu dengan banyak orang, kebiasaan, akan membuka simpul pengertian yang lebih besar.” 
– Tere Liye –

Suka kelayapan mengamati geliat masyarakat. Suka menulis random tentang segala hal. Travelling, unek-unek dan berbagai macam cerita hidup.

Leave a Reply