Menikmati Kekayaan Alam dan Budaya di Kepulauan Nias

Post

Masih di Sumatera Utara. Ternyata salah satu provinsi Indonesia ini masih banyak memiliki destinasi wisata yang harus diketahui, khususnya bagi kamu yang suka banget jalan-jalan menikmati alam negeri ini. Yup, Sumatera Utara juga memiliki kepulauan Nias, lho. Sudah pernah menjajaki kaki di pulau indah satu ini? Kalau belum, kamu wajib banget nih menulisĀ  "Nias" dalam daftar panjang tujuan wisatamu nanti. Dalam tulisan kali ini akan mencoba merangkum beberapa tempat yang wajib banget kamu kunjungi jika sudah mendaratkan kaki di Kepulauan Nias. Penasaran? Yuk, lanjut baca.

Untuk mendaratkan kaki di Kepulauan Nias tak perlu repot-repot lagi melalui darat dan laut yang hampir memakan waktu 22 jam. Lewat Jakarta atau tempat kamu berada bisa langsung memesan tiket penerbangan ke Bandara Binaka, Kota Gunungsitoli. Walau memang, kamu akan transit beberapa jam di Bandara Kualanamu, Medan. Sesampainya di kota ini juga kamu bisa menikmati beberapa destinasi wisata yang sayang sekali jika terlewatkan, nih.

Museum Pusaka Nias

Museum Pusaka Nias yang berada di kota Gunungsitoli, memiliki banyak fasilitas untuk para wisatawan. (Sumber: www.museum-nias.org)

Jika kamu ingin mengenal lebih tentang sejarah dan budaya Nias bahkan ingin merasakan menginap di rumah adat Nias, Omo Hada, wah museum satu ini jangan sampai tidak dikunjungi, kawan. Fasilitas di Museum Pusaka Nias sangat lengkap, mulai dari penginapan, ruang pameran, perpustakaan, cafe, hingga mini zoo, lho. Intinya museum ini lengkap dan keren banget deh, kawan. Yakin 'gak tertarik ke museum kece satu ini?

Pantai Hoya

Pantai Hoya yang berada di Gunungsitoli Utara. (Sumber: Instagram Pantai Hoya)

Kepulauan Nias memang memiliki banyak sekali pantai nih, kawan. Bahkan, Nias juga dikenal sebagai 'surganya para peselancar', lho. Salah satu pantai yang masih berada di kawasan Gunungsitoli tepatnya di bagian utara. Selain Pantai Hoya, Gunungsitoli pun memang masih banyak memiliki pantai lainnya yang berdekatan dengan Pantai Hoya. Pasir putih, pemandangan laut lepas di kejauhan, benar-benar akan membuatmu melupakan pekerjaan di kota deh. Penasaran? Makanya, yuk ke Nias!

Pulau Tello

Pulau Tello, tempat yang asyik bagi mereka yang para peselancar sejati. (Sumber: www.lihat.co.id)

Seperti yang telah dikatakan tadi, kawan, kalau beberapa destinasi wisata di Kepulauan Nias adalah 'surganya' para peselancar dunia. Nah, salah satu 'surga' tersebut adalah Pulau Tello yang berada di kawasan Nias Selatan. Untuk menjangkau Pualu Tello, kamu harus menyewa boat dahulu yang berangkat dari Pelabuhan Nias Selatan. Ketinggian ombak di Pulau Tello bisa mencapai lima hingga enam meter, lho. Tidak heran banyak peselancar profesional tengah beromantis ria di sini. Catatan saja, karena ketinggian ombak dan arus air yang cukup liar, sepertinya Pulau Tello bukan tempat yang tepat nih untuk kalian yang ingin belajar surfing.

Pulau Asu

Pulau Asu yang memiliki kekayaan alam yang lengkap. (Sumber: www.lihat.co.id)

Hayo, langsung tertawa ya setelah membaca nama pulau satu ini. Sudah, sudah, buang pikiran itu. Karena sekalinya kamu ke pulau satu ini bakalan ketagihan, deh. Kabarnya banyak peselancar profesional yang rela berlama-lama tinggal di sini untuk mencari ombak tercantik di Pulau Asu yang berada di kawasan Nias Barat ini. Untuk tiba di Pulau Asu memang agak berat, kawan. Dari Gunungsitoli kamu harus menuju ke kota Sirombu dahulu selama dua jam. Lalu dilanjutkan menaiki boat selama dua jam (lagi) untuk tiba di Pulau Asu. Tetapi perjalanan berat itu akan terbayar lunas dengan keindahan tiada tara dari pulau satu ini. Pasir putih, air jernih yang berwarna biru, bahkan keindahan dalam lautnya yang membuktikkan bahwa betapa kayanya negeri kita ini, Indonesia.

Desa Adat Bawomataluo

Desa Adat Bawomataluo yang masih menjaga adat kebudayaan Nias. (Sumber: www.suaranusantara.com)

Kamu masih ingat dengan ikon uang seribu rupiah beberapa tahun lalu? Pemuda yang melompat batu tinggi itu. Yup, itu adalah tradisi Lompat Batu yang terkenal dari Kepulauan Nias, kawan. Biasa dikenal pula dengan tradisi Fahombo. Lewat desa adat satu ini kamu bisa belajar dan melihat kekayaan budaya yang masih dipelihara oleh saudara-saudara kita di Nias. Desat Adat Bawomataluo berada di kawasan Telukdalam, Nias Selatan. Bawomataluo sendiri adalah bahasa Nias yang memiliki arti matahari. Drai mulai tari-tarian tradisonal khas Nias, hingga rumah adatnya dapat kamu jumpai di sini, lho. So, jangan tinggalkan Kepulauan Nias ya tanpa mengunjungi desa adat satu ini, kawan.

Tempat-tempat di atas hanya sebagian kecil dari destinasi wisata yang berada di Kepulauan Nias. Dengan kekayaan alam yang sangat indah, adat budaya yang tetap dijaga, serta warisan lainnya menjadikan Nias wajib dikunjungi. Tak perlu dulu mencari ombak tercantik di pulau-pulau luar, jika Indonesia memiliki ombak-ombak liar nan cantik di Kepulauan Nias. Tak perlu dulu belajar kebudayaan negeri lain, jika tradisi Fahombo memiliki arti yang mendalam bagi lelaki Nias. Maka, kawan, apalagi yang ditunggu? Cukup tulis 'Nias' di daftar destinasi wisatamu selanjutnya.

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.