Menikmati Sajian Sea Food di Rumah Makan Fega Pinggir Danau

“Makan dimana nanti, bang? Tanya salah seorang Tim KitaINA menjelang mobil akan menepi ke sebuah bangunan besar bertuliskan “R.M Fega”.

“Kita makan di sini saja, salah satu restoran favorit bagi para pelancong, pemiliknya juga asli orang sini” Jawab Mas Rangga, sang tour guide kami selama di Belitong.

rumah makan Fega

“Kita manut saja lah bang, orang sudah laper juga setelah seharian sedari tadi jalan-jalan terus” Sahut Khoerul ikut menimpali.

Rumah Makan Fega ini berada di Jl. Jend. Sudirman, Baru, Manggar, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Ada begitu banyak pilihan tempat makan yang bisa dipilih oleh para pengunjung. Saung-saung tersebar luas tinggal selera masing-masing. Ingin suasana ramai bisa pesan di saung yang berukuran besar. Ingin menikmati suasana makan seperti di atas kapal, bisa memilih saung yang berada di pinggiran danau dan bentuk saung ini mirip buritan kapal. Kami pun memilih tempat lumayan tinggi dengan pemandangan langsung menghadap birunya danau buatan berair payau ini.

Gemerincing suara kerincingan khas Bali yang bergerak karena hembusan angin membuat kami merasa damai. Suasana danau begitu tenang, sejuk, ditemani semilir angin yang tak henti-hentinya memanjakan kami.

pemandangan yang menemani kami saat makan siang

Tak berapa lama, makanan yang mungkin sebelumnya telah dipesan oleh Tim KitaINA atau tour guide kami, Mas Rangga, satu persatu telah tersaji di meja. Ikan Tengiri bakar, sayur kangkung pedas, Ikan kuah kuning asam manis, sate ayam, cumi goreng tepung crispy ya bukan cripsy *ups* hingga aneka sambel manis maupun asin. Ahhh perut rasanya ingin segera diisi.

sajian aneka sea food penggugah selera makan siang kami

Saya, Tim KitaINA, Bastian dan Khoerul langsung menikmati hidangan yang telah tersedia. Rasanya tak bakalan kuat menghabiskan semua hidangan tadi walaupun dimakan berlima, salah satu tipsnya adalah jangan kebanyakan mengambil nasi tapi lauknya yang dibanyakin sehingga perut tidak terlalu penuh. Rasanya sayang juga kalau makanan seenak ini tidak sampai habis hehehe.

Tak berapa lama, Bastian pergi meninggalkan kami guna berkumpul dengan temannya yang kebetulan asli orang Belitong. Sementara itu saya mencoba menikmati suasana danau ini seorang diri. Si Khoerul pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil video demi materi vlog-nya.

Sebenarnya di pinggiran danau ini terdapat dermaga apung yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk menaiki perahu atau sekedar duduk-duduk menikmati suasana danau lebih dekat. Beberapa pasangan sejoli yang sedang jatuh cinta terlihat duduk-duduk santai menikmati pesona danau ini. Beberapa perempuan-perempuan pun tak mau kalah untuk berselfie hingga berfoto ramai-ramai dengan latar belakang danau cantik ini.

Waktu sholat Dzuhur telah lewat dan saya bersama Khoerul pergi menuju Mushola terdekat yang masih di dalam komplek Rumah Makan Fega ini.

Matahari makin tergelincir dan perjalanan kami di Belitong ini masih terus berlanjut. Kemanakah tujuan kami berikutnya? Tunggu cerita berikutnya…

blogger paruh waktu dari Kota Dawet Ayu Banjarnegara

Leave a Reply