Menjelajah Pulau Kera si Cantik dari Nusa Tenggara Timur

“The world is a book, and those who do not travel read only one page.”

By Augustine

Hello Indonesia!

Kupang, 2012

Pulau Kera, mungkin tidak seterkenal Pulau yang sering menjadi tujuan wisata turis khususnya wisatawan Indonesia namun pesona Pulau Kera tidak kalah cantiknya. Bahkan sudah 4 tahun berlalu sejak aku dan teman-temanku mengunjungi Pulau Kera, namun keindahannya masih membekas di ingatanku. Paling tidak Pulau Kera masuk kedalam salah satu top list Pulau Cantik yang pernah aku kunjungi sejak aku mulai menyukai jaan-jalan. Bahkan Puau Kera merupakan tempat shooting video klip Slank dengan judul lagu “Selalu Begitu”.

slalu begitu

aku ga mau

slalu begitu

dia membisu

slalu begitu

senyummu palsu

Kira-kira begitu cuplikan lagu dengan tempat lokasi video di Pulau Kera dengan lautnya yang biru.

Pulau Kera
Pulau Kera

Pulau Kera bukan berarti Pulau Monyet namun karena tidak ada satupun Kera di Pulau ini. Yang ada hanyalah penduduk yang kurang lebih dari 100 penghuni dengan rumah sederhana dengan tiang dan penutup seadanya yang mirip gubuk.

Asal dari Kata Pulau Kera bahkan berasal dari Kata “Kerang” namun lama-lama huruf “ng” hilang sehingga menjadi “kera”, bisa saja karena pengaruh penyebutan penghuni Pulau Suku Bajo yang sering menyebut “ng” menjadi “n”.

Pulau Kera
Pulau Kera

Tahun 2012 aku dan 14 teman laki-laki menyewa kapal dari Bolok. Yah perjalanan ke Pulau Kera hanya aku satu-satunya wanita dalam trip ini.

Kami berkumpul jam 7 pagi dan memang untuk sampai ke Pulau Kera harus menyewa perahu nelayan sehari sebelumnya. Sebenarnya dari Bolok terlihat jelas dari kejauhan Pulau Kera, Pulaunya kecil dikelilingi oleh lautan luas. Untuk sampai ke Pulau Kera membutuhkan waktu 1 jam dari Bolok.

Pulau Kera NTT
Kapal menuju ke Pulau Kera

Dari Bolok kami harus menaiki kapal kecil yang mirip seperti kapal barang dengan maksimal kapasitas penumpang 3-4 orang saja. Jujur saja aku sempat deg-degan dengan kapal kecil yang hanya menggunakan sampan menuju ke kapal motor yang bermuatan 15-30 orang, untungnya menaiki kapal sampan hanya 15 menit saja. Hanya sebagai fasilitas menuju kapal motor karena kapal motor tidak bisa bersandar tepat di tepi Pantai. Sehingga kami yang berjumlah 15 orang harus dibagi kedalam 5 kelompok secara antrian menuju ke Kapal motor. Setelah semua anggota berkumpul barulah kami menuju ke Pulau Kera.

Pulau Kera

Selama perjalanan ke Pulau Kera dari Bolok, warna air lautnya sungguh bening dan aku sangat menikmati perjalanan ke Pulau Kera. Hingga beberapa ratus meter dari kawasan Pulau Kera, lagi-lagi kami harus menaiki Perahu Sampan lagi seperti awal kami dari Bolok. Namun beberapa temanku langsung menyebur karena tidak tahan dengan warna air yang hijau tosca dan terumbu karang yang terlihat jelas dari kapal. Bahkan diantara temanku berenang ke daratan Pulau Kera dari tempat sandar kapal sementara aku sendiri lebih memilih dengan kapal sampan walau sebarnya jantung ini deg-degannya tidak karuan, maklum aku tidak bisa berenang namun karena saking indahanya air laut dari Pulau Kera akhirnya aku lupa kalau aku tidka bisa berenang.

Pulau Kera
Pulau Kera

Sesampai di Pulau Kera tidak kalah menariknya karena warna pasirnya putih bercampur merah serta degradasi warna lautnya dua warna biru muda dan biru tua. Bahkan karangnya terlihat jelas. Kami bahkan disambut oleh penduduk lokal sekitar. Kami juga sempat makan bersama penduduk lokal karena kami sudah mempersiapkan bekal kami dari Bolok. Setelah makan siang lalu acara bebaspun dimulai namun yang pasti beberapa dari kami mengelilingi Pulau Kera yang bentuknya bulat dikelilingi oleh lautan luas. Di Pulau Kera ini terdapat sebuah mercusuar berwarna Putih namun listrik di Pulau Kera masih menggunakan panel tenaga surya sebagian menggunakan mesin genset.

Pulau Kera
Pulau Kera

Meski panas matahari di Pulau Kera waktu itu 35 derajat Celcius namun karena keindahan pantai Kera itu menghilangkan rasa panas.

Kami menikmati waktu kami di Pulau Kera!

Pulau Cantik dari Nusa Tenggara!

Fakta Seputar Pulau Kera

Pulau Kera
Pulau Kera

Keunikan lokasi:

Pulau Kera memiliki warna air yang biru dengan pantai pasir putih. Sangat cocok bagi penyuka kegiatan snorkeling, anak anak Pantai dan masih minim turis di Pulau kera.

Pulau Kera
Pulau Kera

Tips jalan-jalan ke Pulau Kera

1.Sebaiknya berangkat jam 7 pagi namun jika ingin mengejar sunrise di Pulau Kera berangkat jam 4 pagi dan lebih baik beramai-ramai 15-25 orang untuk menghemat biaya perjalanan

2. Tidak ada penjual makanan di Pulau Kera sehingga sebaiknya bawa bekal makanan dari Kota Kupang dan berbagi dengan penduduk lokal

3.Penyewaan kapal bisa dengan penduduk lokal Kupang disekitar Bolok dan sewa sehari sebelum keberangkatan

Alamat Pulau Kera

Kupang

Nusa Tenggara Timur

Indonesia

Pulau Kera
Pulau Kera

Biaya/budget ke Pulau Kera

Untuk tiket masuk ke Pulau Kera tidak dipungut biaya namun untuk menuju ke Pulau Kera harus menyewa perahu nelayan dengan biaya sewa perahu Rp1,000,000-1,500,000 untuk 20-30 orang.  Bagi yang ingin menginap di Pulau Kera bisa mendirikan tenda namun harus meminta izin terlebih dahulu atau bisa juga menginap di rumah penduduk dengan memberikan uang seikhlasnya, hitung-hitung membantu masyarakat lokal.

Untuk menuju Kupang dari Bandara Eltari bisa dengan dua opsi

1. Dengan naik taxi sekitar Rp100,000-150,000 menuju Bolok

2. Dengan  angkot yang disebut “Oto” dengan biaya Rp5000 dan dua kali ganti angkot pertama oto dengan tujuan Kota kemudian dari Kota Kupang menuju ke Bolok Rp5000.

3. Biaya penginapan di Kupang dengan budget minuman bisa tinggal di Hotel Kelimutu dekat dengan Kampung Solor Kupang dengan biaya penginapan Rp250.000/malam

4. Biaya makan sekali makan di Kupang bervariasi dimulai dari harga  Rp10.000

Jam operasional Pulau Kera

Sebaiknya dari Pulau Bolok jam 7 pagi dan meninggalakn pulau Kera paling lama jam 4 sore atau menginap di rumah penduduk.

Pulau Kera
Pulau Kera

Cara akses ke Pulau Kera

Dari Jakarta naik pesawat ke Bandara El Tari Kupang kemudian dari El Tari bisa naik taxi ke Kota Kupang atau jika ingin hemat dan ala backpacker bisa berjalan keluar dari Bandara ElTari kemudian naik angkot yang orang Kupang sebut sebagai “Oto” kemudian menuju ke Bolok dari Bolok menyewa kapal penduduk.

 

Salam

Winny

 

 

Penyuka Heritage, blogger dan Engineer

Leave a Reply