Menunggu Pagi di Kelimutu

Salah satu moment menunggu matahari terbit yang paling berkesan untuk saya adalah di Kelimutu. Kelimutu ini pasti sudah familiar untuk kita semua, yaitu danau tiga warna yang tergambar dengan cantik di mata uang Rp.5000 yang sudah tidak berlaku lagi. Pantulan sinar matahari yang menyentuh danau yang berwarna toska, adalah momen yang saya nanti nantikan.
waiting-sunrise-kelimutuSetelah soft trek selama kurang lebih 35 menit dari tempat parkir, saya berjalan menyusuri tangga dan jalan setapak yang mengarah ke puncak Kelimutu. Danau Kelimutu ini terdiri dari 3 danau,  Danau yang pertama,  Tiwu Nuwa Muri Koo Fai merupakan tempat berkumpulnya jiwa muda yang  meninggal. Danau Tiwu Ata Polo, danau tempat berkumpulnya jiwa orang meninggal yang selama hidupnya selalu melakukan kejahatan. Pada mata uang Rp.5000, Danau Tiwu Ata Polo ini digambarkan yang berwarna merah.  Dan yang terakhir adalah Danau Tiwu Ata Mbupu, tempat berkumpulnya jiwa orang tua yang telah meninggal. Hari itu cukup cerah dan saya beruntung mendapatkan sunrise yang cukup cantik, dan danau yang berwarna turquoise!

Untuk mencapai Kelimutu, kita perlu stay di Desa Moni, desa yang terdekat dengan Kelimutu. Setelah menginap semalam di Moni, keesokan harinya kita bangun lebih pagi untuk mengejar matahari terbit. Saya start jam 04:00AM dari sebuah homestay di Moni. Butuh sekitar 30 menit mengendarai motor dari Moni menuju Kelimutu. Tiket masuknya tidak terlalu mahal, sekitar Rp.15.000/orang.
Dan yang berkesan untuk saya adalah minum minuman hangat di area puncak Kelimutu ini.  Semua minuman harganya sama, Rp.10.000. Yang menjual adalah mama mama yang berasal dari desa di sekitar Kelimutu. Saya sempat mengobrol, para mama ini berjalan sekitar 2-3 jam dimulai dari jam 3 subuh, membawa termos air panas, minuman sachet, dan mi instan. Terbayang betapa berat perjuangan mama mama ini menembus udara dingin yang membeku. Jadi, sesampainya di puncak, bolehlah kita cicipi teh jahe khas mama, atau kopi hangat.

DCIM100GOPROGOPR9872.

Tips:
– Bawalah uang cash yang banyak, karena tidak ada ATM di sana.
– Belilah secangkir minuman hangat, bisa teh, kopi, atau cereal dari mama mama di area puncak. Mama mama ini berjalan kaki dari jam 3 pagi dari desa untuk ke puncak, supaya bisa sampai ke puncak sebelum turis datang. Harga secangkir minuman hangat seharga Rp.10.000 tentunya tidak mahal. Karena dinikmati di puncak Kelimutu!
– Bawalah senter untuk menghemat batere handphone, karena berjalan di pagi hari di keadaan masih gelap, dan akan menguras baterai handphone.
– Bawa air minum secukupnya
– Apabila mempunyai waktu lebih, kita dapat eksplore air terjun yang berada di area Kelimutu ini.

traveller and photographer

Leave a Reply