Misool, Surga Tersembunyi di Selatan Raja Ampat


Raja Ampat. Siapa sih yang gak tau tempat itu? Pegiat travel ataupun traveller pasti tau banget yang namanya Raja Ampat, yes ikon Indonesia selain Bali. Sesuai namanya, Raja Ampat ini berasal dari kepercayaan masyarakat setempat. Berasal dari ditemukannya tujuh telur. Empat telur menetas menjadi pangeran dan masing-masing menjadi raja yang terpisah menjadi empat wilayah yang kini dikenal dengan  Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.

Menuju Raja Ampat tidak sulit sebenarnya, hanya tinggal booking pesawat menuju Sorong lalu dilanjut naik kapal. Kalau kalian mau ke daerah Wayag, tinggal naik speed dari Pelabuhan Waisai. Yang sulit adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk kesana, hahaha, well, when there is a will there is a way, right?

Nah, saat sedang mencari open trip ke Raja Ampat, mata saya tertuju pada Misool, belum banyak yang kesana dan kata beberapa blogger kekinian, Misool adalah serpihan surga. Masa sih? We will see later.

Berbeda dengan Wayag, yang lebih eksis menurut saya, Misool ini ternyata lebih jauh dari Sorong. Lokasinya ada di selatan Raja Ampat dan lebih dekat dengan Pulau Seram, Ambon. Berbekal rasa penasaran dengan statement ‘surga’ oleh beberapa blogger kekinian serta rasa ingin membuktikan statement itu akhirnya saya memutuskan untuk ikut trip ke Misool.

Perjalanan dimulai setelah kami sampai dipelabuhan Sorong dan menaiki Kapal KM Fajar Baru dengan rute Sorong – Pulau Seram.

sunrise di atas kapal
sunrise di atas kapal

Perjalanan ditempuh selama 8 Jam. Kami berangkat pukul 23.00 dan tiba di Pelabuhan Lima (Misool) sekitar pukul 07.00. Perjalanan panjang tidak selalu buruk, buktinya saya dapat menikmati sunrise yang sangat indah dari dek kapal. Thank God.

KM Fajar Baru di Pelabuhan Misool
KM Fajar Baru di Pelabuhan

Setibanya di Lima, suasana dan logat timur semakin terasa, bau laut yang menyenangkan sudah membuat kami tidak sabar. Perjalanan dari Lima ke homestay kurang lebih 20 menit saja. Deru speedboat dan karst menuju homestay adalah suguhan indah yang dapat kami nikmati pagi ini, ya, setelah sunrise tadi tentunya.

sambutan hangat dari karst menuju homestay.
sambutan hangat dari karst menuju homestay.

Spot di Misool ini banyak sekali, unggulannya adalah karst-karst dengan bentuk yang unik, air laut berwana turqouise, air laut tenang, ikan dan terumbu karang yang juara, dibeberapa tempat bahkan kalian hanya perlu menundukan kepala dan taraa karang itu sudah terlihat. Spoiler pertama adalah perjalanan kami menuju Balbulol.

 

Seperti apa sih Balbulol itu? Saya tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata saat kami akan tiba di Balbulol. Indah. Luar biasa. Karst-karst yang sangat besar dengan bentuk yang unik seakan menjadi pilar-pilar yang menggiring kami pada kebagiaan dunia. Gak nyangka banget saya lagi ada di Indonesia. Kirain di Palawan, Phi-Phi atau dimana pun itu. Ternyata ini Indonesia lohhh.

20161213_110633-01
The Majestic Balbulol
Palawan? Bukan ini di Indonesia kok
Palawan? Bukan ini di Indonesia kok

Perpaduan warna air dan tenangnya air pun membuat suasana disana tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ah, betapa bersyukurnya saya ada di Indonesia. Begitu kaya dan mempesona.

Dafalen – Yapap

Sebelum sampai di Yapap, yang merupakan karst iconic berbentuk mirip pensil kalau kalian googling kata Misool, kalian akan melintasi Dafalen. Tidak kalah unik dengan Yapap, disini kalian akan melihat karst dengan bentuk yang waaahhh, sama halnya dengan Balbulol, saya gak ngerti lagi, wonderful banget.

Si Cantik Dafalen
Si Cantik Dafalen
"Pohon natal" dari Dafelen :D
“Pohon natal” dari Dafelen 😀

Ini adalah karst yang dibilang pohon natal oleh warga Misool, emang mirip sih cuma rada gendut hehe,

Karang berbentuk hati
Karang berbentuk hati

Kalau ini adalah karst yang ditengahnya seperti bentuk hati. Gimana, mirip gak? hehe.

Nah disekitar Dafalen kalian juga bisa snorkeling, karangnya warna-warni dan indaahhh banget. Ikannya juga banyak, jadi kalian gak perlu mengotori laut dengan kasih makan ikan biar ikannya nongol, mereka udah nongol dengan sukarela kok, dan laut pun tetap bersih. Anyway, sudah tahu kan kenapa kasih makan ikan saat snorkeling dilarang? Kegiatan memberi makan ikan dapat mengganggu kebiasaan mereka, mereka akan terbiasa makan makanan dari manusia yang berdampak pada mengganggu pola makannya, tidak hanya itu, serpihan roti atau biskuit yang tidak termakan akan mengotori laut. So, stop it. Selain di sekitar Dafalen, kalian juga bisa melakukan snorkeling di Banos, Gamfi, dan beberapa spot lainnya, banyak banget soalnya. Kurang lebih samalah indahnya. Hehe.

Terumbu yang dapat kalian lihat saat snorkeling
Terumbu yang dapat kalian lihat saat snorkeling
Nemoo, ehh clown fish i mean :D
Nemoo, ehh clown fish i mean 😀
Bunga dari dalam laut
Bunga dari dalam laut
Terumbu yang yang sudah terlihat dari kapal
Terumbu yang yang sudah terlihat dari kapal

Beralih ke Yapap.  Dalam bahasa misool Yapap artinya panggilan dari bawah. Berbeda dengan Balbulol dan Dafalen yang karstnya lebih gendut-gendut, di Yapap ini lebih kurus dan panjang-panjang. Saat air sedang surut kalian bisa berjalan mengelilingi karst ikonik khas Misool ini, hanya saja kalian harus berhati-hati jangan sampai menginjak karang, terumbu, bintang laut dan kerang-kerang. Kasihan kalau mereka yang cantik-cantik ini mati hanya karena kalian tidak berhati-hati saat sedang asik ber-selfie ria.

Yapap saat air sedang tinggi
Yapap saat air sedang tinggi
Yapap saat air sedang surut
Yapap saat air sedang surut

Bagus mana menurut kalian? Saat sedang pasang atau surut?

Danau Ubur-Ubur Lenmakana.

Berbeda dengan spot-spot snorkeling lainnya, di Danau ini kalian akan perjumpa dengan puluhan bahkan mungkin ratusan ubur-ubur tak beracun. Ya, mereka lucu sekali, berwarna ke-orange-orange-an, bergerak-gerak disekeliling kalian dan tidak beracun. Walaupun mereka tidak beracun jangan sekali-kali dipegang ya, karena mereka tidak memiliki racun maka antibodi mereka tidak kuat sehingga kalau disentuh bisa saja mereka sakit lalu mati. Ketika berenang disini, kalian tidak boleh pakai fins ya, tau kan alasannya? Gerakan fins yang heboh dan kuat bisa-bisa mematikan bagi mereka. Jadi kalau berenang disini harus hati-hati, mereka banyak sekali, tanpa diminta pun mereka akan mendekati kita dengan menggemaskan dan kita harus kuat-kuat tahan nafsu untuk tidak menyentuh mereka :”””

Say hello to stingless jellyfish from Misool
Say hello to stingless jellyfish from Misool

Ah, Fyi, untuk mencapai danau ini tidak mudah. Kalian harus naik turun pengunungan karst karena danau ini terletak ditengah-tengah karst yang tinggi. Medannya berat, tidak ada tangga, tidak ada pegangannya. Yang kalian injak adalah karst dan yang kalian pegang juga karst dan beberapa batang pohon. Mengerikan? Ya, tapi begitu sampai kalian akan lupa. Perjuangannya terbayar dengan indah, sangat indah. Kapan lagi berenang di danau dan seraya menjadi princess yang dikelilingi ubur-ubur lucu, hahaha *apasih

Trekking menuju surga ubur-ubur
Trekking menuju surga ubur-ubur

Sunmalelen.

Sunmalelen sendiri artinya tempat terlarang. Ditempat ini kita bisa melihat bekas telapak tangan yang telah ada dari ribuan tahun, menurut warga Misool sendiri, bekas telapak tangan tersebut adalah bekas telapak tangan para leluhur mereka. Fyi, bekas yang asli adalah yang ada corak berwarna orange ya. Kalau kalian ke sana dan melihat bekas berwarna putih itu perbuatan tangan-tangan jahil manusia yang merusak keindahan, huh.

Tapak tangan leluhur
Tapak tangan leluhur

Love lagoon.

Spot ini belum banyak diketahui dan kami sangat beruntung dapat melihatnya. Untuk melihat laguna dengan bentuk hati ini sebenarnya ada dua cara, dengan menggunakan drone atau trekking dipagi hari (untuk mendapatkan bentuk hatinya) dan lebih tinggi dari bukit Harfat, kata warga lokal, dan ternyata memang benar, lebih tinggi, hiks. Butuh kurang lebih 45 menit, kalau pake istirahat mungkin 1 jam-an. Setidaknya lokasi ini tidak seekstrim naik ke Lenmakana, hanya saja ini lebih licin dan yah, nikmatin sajalah, hehehe.

Setelah terengah-engah, begitu sampai dipuncak dan melihat kebawah kalian akan disuguhkan pemandangan yang, “wah, gila!!” Mungkin danau ini bukti cinta dari Tuhan kepada manusia. Setelah melalui perjuangan yang berat, kita disungguhkan pemandangan yang mengingatkan kita akan kuasaNya. Apalah kita manusia yang hanya sekecil ini, mana mungkin kita bisa menciptakan alam yang luar biasa indahnya. Apa sih gw.. Oke back to Misool, huehehehe.

Majestic love lagoon
Majestic love lagoon from above

Bukit Harfat/ Dapunlol.

Belum ke Raja Ampat kalau belum selfie di bukit-bukit dengan background pulau-pulau kecil yang indah. Yes, Bukit Harfat atau Dapunlol tempatnya. Untuk naik ke bukit ini kita harus trekking lagiiii. Kalau dibandingkan trekking Lenmakana dan love lagoon, Bukit Harfat ini termasuk yang paling ringan. Kurang lebih 25 – 30 menit trekking, tergantung kesanggupan nafas lah, hahaha. Di sini juga sudah ada tangga-tangga sederhana yang memudahkan kita untuk pegangan. Sesampainya dipuncak ada tiga spot untuk melihat Raja Ampat dari atas, dan jaraknya gak terlalu jauh kok. Sayangnya karena terlalu girang teriak-teriak, selfie dan wefie di dua spot kita jadi lupa sama spot satunya dan harus segera turun karena langit sudah mulai mendung, hiks.

Puncak Harfat yang pertama
Puncak Harfat yang pertama
Puncak Harfat yang kedua
Puncak Harfat yang kedua

Pemandangan dipuncaknya gimana? Gak kalah kan dari Wayag atau Pianemo yang ada di sisi utara Raja Ampat?

Dari setiap spot dan pemandangan yang kita lihat disepanjang perjalanan hopping island, ternyata apa yang dikatakan oleh para blogger itu benar. Misool itu ibarat serpihan keindahan surga yang Tuhan ciptakan di tanah Papua. Tapi seperti halnya surga sesungguhnya, untuk mencapai spot-spot yang indah dibutuhkan perjuangan. Perjalanan panjang bila kita naik kapal umum, badai saat hopping island, lecet-lecet selama mendaki, lalu hujan tiba-tiba, gosong karena keasikan main air, tapi itu semua seakan sirna ketika kalian sampai di spot-spot tersebut. Bahkan kalau kalian beruntung, perjalanan hopping island kalian akan ditemani lumba-lumba yang berenang beriringan, ikan-ikan yang terbang, dan walking shark di tepi pantai yang sangat lucu. Ah, betapa bahagianya saya pernah menginjakkan kaki di Misool, setibanya di Jakarta pun saya tak bisa move on dari indahnya Misool.

So, jangan cuma percaya kata saya, kalian harus lihat dan buktikan sendiri indahnya pulau ini. Oh, iya, tidak lupa, bila kalian ke sini jagalah kebersihan, jangan buang sampah di laut, jangan pegang terumbu karang dan biota laut lainnya, dan poin penting, bawalah buku atau bacaan ringan untuk anak-anak di Raja Ampat. Jika bukan kita yang peduli, siapa lagi?

dimana-mana karst :)
dimana-mana karst 🙂
dimana-mana karst :)
dimana-mana karst 🙂
Walking shark di depan homestay
Walking shark di depan homestay
Senyum malu-malu bocah ganteng dari Misool
Senyum malu-malu bocah ganteng dari Misool

Thank God I’m Indonesian. I left my heart at Misool.

pegawai biasa yang selalu merasa jatah cutinya sangat sedikit untuk mengeksplor dunia.

Leave a Reply