Sesaat di Pantai Burong Mandi

Pantai Burong Mandi

Senja sore itu begitu sepi dan damai. Tak terasa mobil yang kami tumpangi bersama Tim KitaINA sudah berhenti persis di depan sebuah patung burung yang berada persis di pintu masuk menuju pantai.

Suasana pantai sore itu begitu hening dan sepi. Tak banyak aktivitas berarti yang dilakukan oleh warga sektiar, kami pun tidak menemukan wisatawan lain, selain hanya kami berlima.

Pantai pasir putih yang ditumbuhi pohon kelapa serta pinus telah menyambut kami sesaat keluar dari dalam mobil.

Deretan kapal-kapal nelayan yang teronggok di pinggiran pantai dengan warna-warna cerah seakan menjadi pemandangan yang asing bagi saya. Sebagai seorang yang tinggal di daerah pegunungan, keberadaan pantai merupakan barang baru atau hal yang sangat menarik bagi saya.

Pantai Burong Mandi

Kapal-kapal nelayan yang saya lihat, bentuknya terbilang sangat unik. Pada bagian kanan-kirinya terdapat penyeimbang yang terbuat dari bambu yang dicat sedemikian rupa. Satu hal unik lagi adalah adanya simbol burung atau naga pada bagian kemudi kanannya. Antara satu kapal dengan kapal lainnya berbeda-beda.

Pantai Burong Mandi ini suasananya begitu tenang dan jika berkunjung inginnya duduk-duduk sambil bermalas-malasan apalagi ditambah segelas jus jeruk hmmmm.

Pasir putih terhampar sepanjang pantai. Pada bagian kirinya terdapat dermaga yang dijadikan sandaran oleh para nelayan sehabis pergi melaut. Anak-anak terlihat sedang bermain air di pinggiran dermaga.

Pantai Burong Mandi

Bingung mau melakukan apa di sini, saya pun hanya duduk-duduk saja sambil sesekali tangan meraih bilah kayu yang teronggok di pinggiran pantai untuk iseng menulis sesuatu. Barulah saya ingat kalau teman-teman di Banjarnegara itu sangat suka pelesiran, maka saya langsung berinisiatif menuliskan sesuatu di atas pasir putih. Biasanya orang-orang menuliskan sesuatu di atas kertas untuk memotivasi seseorang datang ke tempat yang diinginkan dan biasanya dilakukan saat naik gunung, namun kali ini beda, saya menulisnya saat di pantai.

Sesaat kemudian, tulisan di atas pasir tadi saya posting ke grup whatsapp dan tak berapa lama orang-orang langsung pada heboh, mulai dari bertanya ini di pantai mana hingga ingin ikutan mencoba pelesiran ke sini.

Cerita Lain: Romantisme Berbentuk Pulau Gusung Sanggalau

Pantai Burong Mandi

Waktu terasa begitu lambat saat di sini. Bagi anda yang lebih suka suasana pantai sepi dan tak terlalu banyak turis, Pantai Burong Mandi mungkin cocok dijadikan tempat pelarian melepas penat dengan catatan jangan saat weekend atau hari libur, datanglah saat sore hari dan nikmati keagungan karya Tuhan yang indah ini.

Tim KitaINA terlihat tengah bersantai di bawah pohon kelapa nan teduh, sementara itu, Khoerul dan Bastian masih asik sendiri dengan kegiatannya, mengamati pemandangan alam serta membuat video perjalanan.

Perjalanan di hari pertama trip Belitong hampir berakhir, tujuan akhir hari ini adalah menikmati matahari terbenam tapi bukan di pantai ini, kami akan kembali lagi ke Kota Tanjung Pandan yang butuh waktu satu setengah jam lebih dari sini. Di sana kami akan menikmati matahari tenggelam di pantai yang tak jauh dari kota.

Sampai jumpa lagi Pantai Burong Mandi, walaupun kami tak melihat satu pun burong yang tengah mandi di pinggiran pantai, tapi keindahan pantainya membuat kami seakan rileks menikmati dan mensyukuri hidup. Mungkin burung-burung tadi sudah enggan mandi di sini karena malu kalau dilihat manusia, bisa saja…..

Cerita Lain: Sungguh Mempesonanya Pantai Santolo Garut,KampungKu

blogger paruh waktu dari Kota Dawet Ayu Banjarnegara

Leave a Reply