Pesona ‘Sakti’ dari Air Terjun Mangku Sakti

Siapa bilang tinggal di Lombok, khususnya Mataram, itu enak? Kalau menurut saya sih nggak! Kenapa? Panas! Banget! Bagi saya yang lahir dan besar di Kabupaten Kuningan, tepatnya dibawah kaki Gunung Ciremai tentu terbiasa dengan suhu dingin. Kemudian lanjut studi di Malang yang merupakan salah satu kota yang dingin juga. Maklum saja ketika harus tinggal (magang kuliah) di Mataram selama 2 bulan, saya nggak betah. Sumpah!

Meskipun Lombok punya segudang destinasi wisata yang ciamik, tetap saja saya nggak betah. Mungkin belum terbiasa saja kali ya. Menurut saya Lombok lebih cocok dijadikan tujuan ketika liburan. Ini menurut saya loh ya. Hehe!

2 bulan tinggal di Mataram, tiap weekend saya selalu traveling. Ternyata Lombok itu bukan cuma ada Gunung Rinjani dan deretan pantainya yang eksotis, tapi ada juga air terjunnya yang luar biasa amazing XD. Salah satunya adalah Air Terjun Mangku Sakti! Sesuai namanya, air terjun ini sakti. Sakti karena dapat menghipnotis siapapun yang berkunjung dengan keindahannya.

Bersama 3 orang teman, saya pergi ke Air Terjun Mangku Sakti dengan menggeber sepeda motor. FYI, di Lombok itu angkutan umum sulit. Apalagi ke daerah kabupaten dan mblusuk ke pedalamannya. Jadi transportasi terbaik adalah sepeda motor. Kalau nggak ada? Carter! Untuk menuju ke air terjun yang berada di Sembalun, Lombok Timur ini membutuhkan waktu 3 jam perjalanan.

Dari loket pintu masuk, sepeda motor akan melintasi jalan makadam, jalan berpasir hingga savanna sejauh 3km. Setelah tiba di area parkir juga masih harus trekking selama 15 menit. Memang butuh perjuangan yang besar.

Namun ketika tiba di area air terjun, saya terdiam. Otak saya berusaha mencerna apa yang sedang mata saya lihat. Saya bertanya dalam hati, “apakah saya masih berada di bumi?”. Sungguh, kesaktian air terjun ini benar-benar menghipnotis saya. Sulit untuk mendeskripsikan keindahannya.

Tuh lihat! Air Terjun Mangku Sakti memang benar-benar sakti. Saya dibuat takjub oleh keindahan air terjun setinggi 40m ini. Aliran airnya mengalir berwarna hijau tosca dan berpadu dengan ornamen bebatuan sungai yang menghiasinya. Belum lagi pepohonan di sekitarnya membuat suasana semakin terasa segar. Green is fresh!

Usut punya usut, warna airnya yang hijau tosca tersebut berkat adanya kandungan belerang. Di pinggiran sungainya terdapat belerang yang berwujud lumpur. Beberapa wisatawan yang kami temui bahkan menjadikan masker belerang di kulit wajahnya. Tau kan fungsinya? Yep, untuk mempercantik kulit katanya sih. Selain itu kalau punya penyakit kulit seperti kudis, kurap atau panu tinggal nyebur aja. Asyik kan bisa traveling sekalian terapi kulit XD.

Main ke air terjun nggak lengkap kalau nggak basah-basahan kan? Apalagi siang hari, saat matahari tepat di atas kepala. Nyebur adalah hal wajib. Mana pas berangkat sengaja nggak mandi. Cocok banget lah!

Di bawah air terjun terbentuk kolam yang tidak dalam (hanya sepinggang) namun cukup lebar. Yang paling seru adalah ketika merasakan sensasi dipijat oleh air terjun. Tepat dibawah jatuhnya air terjun. Bahkan rasanya bukan seperti dipijat, melainkan dipukuli. Hahaha. Tapi serius, itu bener-bener asyik!

Ketika akan meninggalkan Air Terjun Mangku Sakti, pertanyaan saya saat pertama kali tiba di sana terjawab. Saya menyadari bahwa saya masih berada di bumi. Keindahan air terjun ini mungkin salah satu serpihan surga yang ada di Lombok, Indonesia.

Thank God I’m Indonesian ^_^

Pecandu Perjalanan. ig : @ilhamfirdaa

Leave a Reply