Petualangan di Pulau Garam Madura

the journey in Gili Labak

Pukul 15:00 motorku sudah melaju diatas aspal. Rute kali ini adalah menuju Kantor Dinas Pariwisata Jawa Timur. Di sini aku bersama 50 fotografer terpilih diajak jalan-jalan ke Sumenep dan Pamekasan. 15 menit kemudian motorku telah sampai di lokasi. Aku bertemu dengan beberapa teman yang tahun lalu juga ikut acara ini. Ada wajah baru yang  ikut trip di tahun ini. Semuanya berkumpul dan membaur menjadi satu. Sebelum berangkat, kami diberi pengarahan oleh panitia tentang acara ini. Apa saja yang akan diexplore di lokasi nanti. Pukul 17:00 mobil berangkat dari Kantor Dinas Pariwisata Jawa Timur. Rombongan terbagi dalam 5 kendaraan berkapasitas 18 orang. Namun rata-rata diisi 11 orang. Mengingat setiap fotografer rata-rata membawa 2 tas berukuran cukup besar.

Perjalanan menuju kota Sumenep cukup lancar. Di Pamekasan rombongan berhenti untuk menjemput peserta yang berasal dari tempat ini. Pukul 22:30 rombongan sampai di Hotel Sekar Utami. Setelah menerima kunci, semua menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Namun beberapa peserta ada yang masih ngobrol dengan teman-temannya hingga larut malam.

Pukul 08:00 kita berangkat menuju Kalianget. Rute hunting adalah Pulau Gili Labak. Kami naik sebuah kapal berkapasitas 50 orang. Perjalanan melalui laut ditempuh sekitar 90 menit. Hari itu cuaca cukup cerah. Ombak tidak terlalu kencang. Semua peserta aman terkendali. Tidak nampak peserta yang mabuk laut karena guncangan ombak. Semua peserta di beri safety guard dengan menggunakan pelampung. Pulau Gili Labak ini merupakan lokasi pantai yang menarik. Kita bisa memotret sunrise dan sunset. Saat malam juga bisa memotret milky way. Buat yang suka snorkling juga bisa melihat keindahan bawah laut di sini. Namun sarana dan pra sarana masih banyak yang harus ditambah. Seperti fasilitas Air bersih, penginapan yang memadai. Aku dan teman-teman fotografer berkeliling pulau Gili Labak untuk mengexplore lokasi ini. Ada yang nyebur ke laut untuk memotret under water. Ada pula yang selfie di dermaga. Di Pulau Gili Labak menu makanan adalah ikan laut dan air kelapa muda. Energi listrik masih menggunakan mesin genset.

Sabtu, 29 Oktober 2016, pukul 08:00 kita kembali ke Sumenep. Rute selanjutnya adalah menuju Pamekasan untuk memotret sapi Sonok. Sapi sonok adalah kontes keindahan sapi betina. Sapi dihias seperti model. Perawatan sapi untuk festival sapi sonok ini berawal dari usia sapi mulai 3 bulan. Sapi tersebut diajari cara berdiri dengan tegak. Sapi tersebut juga dimandikan setiap 2 hari sekali. Kontes ini diikuti dari pemilik sapi dari seluruh wilayah di pulau Madura. Acara ini juga menjadi ajang silahturahmi bagi pemilik sapi.

Pukul 13:00 perjalanan dilanjutkan menuju Keraton Sumenep. Di tempat ini kita ditunjukkan sejarah tentang raja Sumenep dan benda-benda peninggalan raja yang tersimpan rapi di museum. Pukul 15:30 kami melanjutkan rute menuju Ambuten. Di sini kita memotret tari topeng Dalang. Sebuah tradisi khas Madura yang masih ada. Pukul 17:00 rombongan menuju ke hotel untuk istirahat. Pukul 20:30 peserta trip fotografi kontes berkumpul di Hall hotel tempat kami menginap untuk menyetorkan file foto dan briefing acara untuk event esok hari di Pamekasan. Pukul 01:15 dilakukan penjurian secara terbuka. Foto-foto peserta lomba di bahas untuk memberikan edukasi tentang fotografi dan dunia pariwisata. Apa saja yang perlu disinergikan agar fotografi bisa menjadi jembatan untuk mempromosikan wisata yang telah diabadikan oleh fotografer dalam trip kali ini.

Minggu, 30 Oktober 2016 rombongan check out dari hotel. Kami menuju stadiun karapan sapi di Pamekasan. Hari ini adalah final lomba karapan sapi dari 4 kabupaten di Pulau Madura. Ada 24 pasang sapi yang turut andil dalam kontes ini. Set up lokasi oleh panitia lomba benar-benar ketat. Penonton diberi garis pembatas agar peserta kontes tidak merasa terganggu. Banyak sekali tamu yang hadir diacara ini. Ada tamu dari luar negeri. Awak media dan fotografer juga banyak yang mengabadikan acara ini. Namun seperti biasa, di garis finish ada banyak penonton yang sulit untuk dikendalikan. Terkadang petugas harus bertindak progresif untuk mengamankan keadaan. Saya dan rombongan 50 fotografer diberi waktu 2 jam untuk mengabadikan event ini. Pukul 12:00 peserta foto trip kembali ke mobil untuk makan siang. Usai menikmati makan, pukul 13:00 perjalanan kembali ke Surabaya. Pukul 16:00 sampai kembali di Kantor Dinas Pariwisata Jawa Timur. Terima kasih buat teman-teman fotografer atas keakraban yang terjalin selama 4 hari 3 malam di Pulau Madura. See you next year.

 

fotografer, videografer, dan blogger

Leave a Reply