Pulau Instagramable di Sumbawa

Bulan Mei 2015 lalu menjadi perjalanan panjang yang hingga detik ini selalu teringat. Bukan sesuatu yang menyakitkan untuk dikenang tapi perjalanan baru menuju Pulau Sumbawa. yaappp..ini emang bukan kali pertama backpacker bareng sahabat aku Elsa tapi ini yang paling berkesan. Bermodal tiket promo CGK-Lombok akhirnya pagi itu aku tiba di Lombok. Cuaca panas bukan penghalang untuk nunda perjalanan siang itu. Berawal dari informasi teman yang lebih dulu ke Lombok akhirnya aku dapet info kalo di Lombok itu ada rumah singgah buat kita-kita yang minim budget liburan. Buat kalian yang berencana kesana bisa terlebih dulu gabung “Lombok Backpacker” di Facebook. Disitu ada mas Duta sebagai adminnya dan temen-temen backpacker Lombok lainnya yang siap jawab semua pertanyaan kita seputar Lombok. Superrrrrrr!!! H-1 emang aku udah kabarin buat dateng ke Rumah Singgah di Jalan Bangil, Mataram. Mereka baik banget langsung kasih info intuk naik kendaraan umum menuju rumah singgah. Sampe dirumah singgah ternyata emang rame banget temen-temen backpacker bahkan ada yang dari Luar Negeri juga. Amazing…
Mamak dan Apak, begitulah panggilan sang Empunya. Beliau baik banget, care dan selalu menyuguhkan kopi khas lombok ketika kita datang kesitu. Super jamuan yang menghangatkan nemenin obrolan hari itu. Aku utarakan bahwa aku dan Elsa esok harinya akan ke Pulau Paserang dan Kenawa di Sumbawa via Pelabuhan Pototano. Mamak bilang aku bisa sewa motor lebih dulu supaya menghemat budget aku buat kesana. Dan senangnya lagi mamak telpon pak Ahmad namanya untuk sewa perahu menuju pulau itu. Seneng banget dan kagetnya lagi temen-temen Lombok Backpacker lainnya juga bisa ikut gabung untuk hopping island besok. Ahhhhhh…keberuntungan selalu berpihak sama aku. Akhirnya jam 4 dini hari esoknya kami berangkat 8 orang start dari rumah singgah di Mataram dengan 4 motor menuju pelabuhan Kayangan, dingin pagi itu menusuk rongga paru aku yang memang jadi driver, karna elsa gak bisa bawa motor hufffffttttt memakan waktu 2 jam akhirnya kita sampai di Kayangan berbarengan dengan terbitnya matahari. Indah..bener-bener indah dikelilingi perahu-perahu nelayan yang mulai bersandar. Km sempatkan untuk membeli perbekalan karena di pulau sudah pasti tidak ada yang menjual makanan hehe
Tanpa koordinasi kita ssmua menuju loket untuk membeli tiket menuju Pototano dengan harga 10rb kita udah bisa menuju sumbawa dengan lama perjalanan 1/2 jam woooow biru laut sumbawa mulai terlihat dari kejauhan kantuk yang melanda sontak terkejut melihat gugusan pulau Sumbawa yang didominasi bukit savana. Teramat indah ini kali pertama aku melihat bukit savana, seperti di film teletubbies ternyata ini nyatanya hehehe

Finally…akhirnya kita sampai di Pototano rasanya pengen buru-buru sampai di pulau. Ternyata di pelabuhan sudah ada pak Ahmad yang mamak telpon semalam jemput. Kmi menyewa perahu pak Ahmad dengan harga 350rb lengkap dengan peralatan snorklingnya. Aku rasa itu murah karna kami bagi 8 orang.
Deru suara ombak memecah lautan menuju pulau Paserang terlebih dulu. Hanya 20 menit kami pun sampai disana dannnn……….lebih dari yang aku bayangkan ternyata hmm aku ga tau mau bilang apa pokonya kalian bisa buktiinnya ini pulau indah banget, lautnya jernih sampe-sampe bintang laut terlihat oleh kasat mata tanpa perlu snorkling. Amazing!!! Belum lagi pulaunya yang masih sepi tidak ada sampah dan tak berpenjaga hanya ada kami yang baru datang. Pasir putih pun terlihat berkilau seperti kristal karna pantulan sinar matahari siang itu. Tak lagi berpikir takut “takut kulit hitam” aku langsung nyebur dari jembatan dermaga. Seger banget gak perlu pake alat pelampung lautnya cukup tenang jadi gak takut kebawa arus ombak. Puas snorkling dan bercengkerama bareng temen lainnya aku lanjutin buat ngelilingin pulau ini rame-rame. Namanya juga bukit yaa kita harus naik dulu sampe ke atasnya biar kita bisa liat pulau Sumbawa dari ketinggian. Indah banget..emang bener kata orang segala sesuai yang indah tidak didapat dengan mudah. Begitulah istilah yang cocok. Setelah ngos-ngosan nanjak sampe atas rasa capeknya hilang sama pemandangan yang bikin melongo. Sebenarnya di pulau Paserang ini ada gubuk-gubuk untuk pengunjung yang ingin bermalam tapi masih dalam tahap pembangunan. Mungkin kalo kakian kesini sekarang pulau ini lebih bagus dan tertata lagi. Atau kalo kalian jiwa alam banget kalian bisa camping disini tapi tetap yaa jaga alamnya jangan dirusak. Mungkin camping lebih seru dan tidak terburu-buru oleh waktu.

Matahari mulai turun perlahan, kami pun turun dari bukit dan melanjutkan menuju pulau Kenawa yang katanya sunset disana sungguh menakjubkan. Hanya berjarak 10 menit dari pulau Paserang kami pun sampe. Wooow..woooow bener-bener belum terjamak oleh kejahilan manusia. Pulau ini bentuknya seperti piramid. Savananya lebih luas dibanding Paserang. Dane lebih tinggi pula bukitnya. Tanpa buang waktu kita pun hiking menuju atas bukit. Agak terjal dan berbatu akhirnya sampe juga di atas. Lagi-lagi aku beruntung hari itu matahari terbenam dengan bulat sempurna. Cuaca mendukung dan ditemani orang-orang baru aku kenal tapi seperti teman lama. Semuanya asik, seru dan membantu.

Hari itu semesta berpihak padaku..

Mengunjungi dua pulau yang belum familiar, bertemu orang baru baik banget. Tuhan memperlancar perjalananku kala itu. Kami pun pulang setelah matahari benar-benar tenggelam. Keindahan mulai diganti oleh mercusuar pelabuhan yang kerlap-kerlip.

Pulang membawa cerita baru. Pengalaman baru yang membuat selalu ingin menjelajah negri ini yang terdiri dari gugusan pulau-pulaunya cantik.
Semoga dengan cerita aku ini bisa menuju Labuan Bajo yang aku impikan hingga detik ini. Allah bless me ?

Dermana pulau Paserang
Dermana pulau Paserang
Pelabuhan Pototano
Pelabuhan Pototano
Pulau paserang dari kejauhan
Pulau paserang dari kejauhan
Photo di atas bukit pulau Paserang
Photo di atas bukit pulau Paserang

[video width="1920" height="1080" mp4="https://herokitaina4.wpengine.com/wp-content/uploads/2017/01/MOV_0691.mp4"][/video]

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.