Pulau Tidore Ternyata Punya Sunrise Seindah Ini!

Pulau Tidore, mungkin Kamu jarang sekali mendengar tentang pulau ini. Atau bahkan ada diantara kamu yang tidak tahu dimana pulau ini berada. Pulau Tidore adalah sebuah pulau kaya dan indah yang terletak di propinsi Maluku Utara.

Pulau Tidore memegang peran penting dalam sejarah Indonesia. Pulau ini adalah pulau yang kaya akan rempah-rempahnya dan menjadikannya tujuan para penjajah portugis pada zaman dahulu. Gugusan pulau di maluku mempunyai tanah yang sangat subur dan di tumbuhi berbagai jenis rempah-rempah yang bernilai ekonomi tinggi. Tak hanya itu, ternyata Pulau Tidore juga mempunyai pesona keindahan alam yang tak kalah indah dari daerah lain di Indonesia.

Sebagai seorang pejalan yang selalu penasaran akan setiap jengkal keindahan alam Indonesia, Saya memutuskan Pulau Tidore adalah tempat wajib saya kunjungi. Bukan hanya karena keingintahuan Saya akan sejarah di Pulau Tidore, tapi juga ingin menikmati keindahan alam Pulau Tidore.

Berangkat dari Ibu Kota Jakarta dengan pesawat terbang, perjalanan ke Tidore akan memakan waktu seharian, wah kok bisa ?

Pertama, karena pesawat yang Saya tumpangi harus transit di Manado, jadi tidak langsung ke Ternate, pulau terdekat dari Tidore yang ada bandaranya. Dari Jakarta ke Manado membutuhkan waktu sekitar tiga setengah jam. Sialnya, ketika sampai di Manado, pesawat yang akan membawa saya ke Ternate mengalami keterlambatan selama 3 jam. Alhasil saya harus menunggu di Bandara Sam Ratulangi Manado. Setelah bosan menunggu cukup lama, akhirnya saya menaiki pesawat menuju Ternate. Penerbangan dari Manado menuju Ternate membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan.

Sebelum mendarat di Bandara  Sultan Babullah Ternate, Saya disambut Gunung Gamalama yang menjulang tinggi dan mengawal Pulau Ternate, ternyata Ternate tidak terlalu besar. Tepat didepannya, ada Pulau Tidore yang merupakan tujuan Saya. Pesawat akhirnya mendarat di Ternate sekitar pukul 2 siang. Cuaca di Ternate waktu itu cukup cerah dan cukup terik, karena berada ditengah laut, suhu udara cukup panas siang itu.

Dari bandara, Saya sudah ditunggu seorang teman yang sebelumnya sudah saya hubungi via telepon. Kami langsung menuju pelabuhan Bastiong yang merupakan pelabuhan penyeberangan kapal menuju Ternate. Di Bastiong telah tersedia beberapa kapal yang beroperasi setiap 10 menit. Ada tiga pilihan, yang pertama adalah speed boat, yang kedua kapal kayu dan yang ketiga adalah kapal feri. Kami memutuskan untuk menumpangi speed boat karena tentu saja yang paling cepat dan ongkosnya juga tidak terlalu mahal. Hanya dengan membayar ongkos 15.000 rupiah per orang, sekitar 10 menit perjalanan Kami sudah sampai di pelabuhan Rum Pulau Tidore.

Pulau Tidore
Speedboat menuju Tidore dari Ternate

Sesampainya di pelabuhan Rum, Saya diajak berkeliling Pulau Tidore yang luasnya hanya 9.564,7 km² kami kelilingi hanya dengan waktu sekitar 2 jam. Menjelang Sore, Saya diajak untuk menikmati Sunset di pulau indah ini. Sekitar 2 km dari pelabuhan Rum, ada sebuah spot yang katanya merupakan spot terbaik untuk menikmati sunset di Pulau Tidore.

Pulau Tidore
Spot untuk menyaksikan keindahan sunset sore ini di Pinggir Pulau Tidore

Sebuah spot dengan jalan menikung yang langsung menghadap ke laut dan di seberang sana terlihat jelas Kota Ternate dengan Gunung Gamalama yaang menjulang tinggi.

Pulau Tidore
Matahari masih belum terlalu tenggelam

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya sunset yang di nanti itu datang juga. Langit jingga berpadu dengan desiran lembut ombak dan Gunung Gamalama di seberang yang menghiasi sore itu.

Pulau Tidore
Matahari mulai tenggelam
Pulau Tidore
Dilihat lebih jauh, dari jalan berkelok dan perpaduan warna yang sangat apik di sore itu
Pulau Tidore
Menikmati keindahan Matahari tenggelam di Pulau Tidore

Setelah puas menikmati keindahan matahari tenggelam di Tidore, Saya diajak untuk menikmati Air Guraka dan Pisang colo colo yang merupakan makanan dan minuman tradisional dari Maluku Utara.

Air Guraka dan Pisang Colo-colo.
Air Guraka dan Pisang Colo-colo.

Air Guraka adalah minuman yang terbuat dari campuran jahe dan gula merah serta ditaburi dengan kacang kenari. Rasanya sangat enak dan efektif untuk menghangatkan badan. Sementara Pisang colo-colo adalah pisang goreng biasa, bedanya adalah pisang goreng ini dimakan dengan menggunakan sambal colo-colo, yaitu sambal khas Tidore dengan campuran ikan dan rasanya? Sangat Enak!

Cerita Lain: Menjamah Senja di Timur Indonesia

Keindahan sunset dan kenikmatan kuliner Tidore membuat saya jatuh cinta dengan tempat ini. Tapi, perjalanan Saya masih harus berlanjut ke tempat-tempat lain. Masih ada Ribuan tempat di dunia yang menunggu cerita Saya. Tapi Tidore, suatu saat saya akan kembali lagi dengan cerita yang baru. [@baratdaya_]

Follow instagram : @baratdaya_
~ Seorang Pejalan amatir yang tidak tahan untuk tidak menjelajahi setiap jengkal sisi baik dari negeri ini.

Leave a Reply