Rinjani, surganya para pendaki.

dscn0365

 

Gunung Rinjani,
Anda pecinta alam dan penikmat gunung? Belum lengkap rasanya jika Anda belum merasakan sensasi mendaki di gunung yang terkenal sangat cantik akan pesona alamnya ini.Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia.Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C.Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus dan saya merasakan angina kencang tersebut.Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia setelah gunung Kerinci atau puncak ketiga tertinggi setelah puncak Jaya / Carstenz pyramid di Papua.Gunung Rinjani terletak di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dan masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Taman nasional ini juga terdaftar di UNESCO sebagai taman geologi di Indonesia.Rinjani memiliki nilai spiritiual bagi orang Hindu Bali dan suku sasak. Bagi orang bali, Rinjani adalah satu dari tiga gunung yang disucikan karena dianggap tempat tinggal para dewa, setelah Semeru dan Agung.Sampai lupa perkenalan saking excited pingin cerita keindahan Gunung Rinjani, saya Haerul Fahmy Haris, biasa dipanggil Haris bisa juga dipanggil Fahmy, hehe. Saya asli orang Lombok atau yang disebut dengan suku Sasak.Baiklah saya akan menceritakan pengalaman kedua saya ketika temu kangen dengan Gunung yang sangat saya cintai. Lebay ya ? terserah, tapi jujur rindu ini harus tersampaikan. Tepat pada tanggal 20 Agustus, saya beserta 18 orang teman mendaki Rinjani. Gak percaya nanti fotonya sebagai penutup. hehe

Sedikit cerita ya tentang kondisi Gunung Rinjani, Gunung Rinjani memiliki kawah dengan lebar sekitar 10 km dan terdapat danau kawah yang disebut danau Segara Anak dengan kedalaman sekitar 230 m. Dengan warna airnya yang membiru bagaikan anak lautan, air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah dan mengalir melewati jurang yang curam. Banyak para pendaki yang memancing di danau ini karena banyak terdapat ikan mas dan mujair.

Medan pendakian Gunung Rinjani, bisa dikatakan tidak terlalu sulit, apabila sudah menemukan jalur yang tepat.Ada beberapa jalur pendakian yang biasa dipilih, yaitu Sembalun, Senaru, Timba Nuh, Torean dan yang terbaru yaitu benang stokel.Biasanya, jalur yang favorit bagi pendaki adalah Jalur Pendakian Sembalun, karena jalur tersebut cukup mudah dibandingkan jalur pendakian lainnya.Ada 2 jalur pendakian resmi untuk mencapai Puncak Rinjani, yaitu Jalur Sembalun dan Jalur Senaru.Jalur Sembalun merupakan jalur favorit para pendaki karena meskipun treknya lebih panjang namun bisa menghemat 700 m ketinggian.Karena tujuan kami puncak, jadinya kami memilih jalur sembalan dan turun melalui jalur senaru.
Di Jalur Sembalun, kami melalui hamparan padang savana yang sangat luas dan cantik. Ada 3 pos peristirahatan di jalur ini, dan selepas dari pos 3 pendaki akan menghadapi tanjakan terjal dengan kemiringan sekitar 60 derajat. Sedangkan di Jalur Senaru, pendaki akan melewati hutan tropis yang cukup lebat dan terjal. Sama halnya dengan Jalur Sembalun, jalur ini juga terdapat 3 pos peristirahatan sebelum nantinya sampai ke pos pelawangan yang biasa digunakan sebagai area perkemahan.
Dalam Jalur Pendakian Sembalun, kami melewati padang savana yang datar. Namun penting untuk diketahui, bahwa krim pelindung matahari sangat dianjurkan mengingat udara bisa terasa sangat panas di siang hari.Kenapa? Biar tidak gosong dan orang rumah masih tanda wkwkwk Tetapi, di sore hari, udara di sekitar padang savana tersebut bisa dikatakan tidak terlalu panas, dan Anda juga bisa menikmati kicauan burung-burung yang merdu..Dalam pendakian ini, sangat disarankan untuk membawa air minum secukupnya, karena tidak semua pos yang Anda lewati terdapat mata air.

DCIM101MEDIA
Menuju pos 1

Dari basecamp Sembalun ke pos satu dihiasi padang savana seperti bukit teletubbies, saya sedikit memotong jalan lewat hutan atas saran penduduk sekitar karena bisa menghemat dua jam. Sekitar pukul sebelas siang saya sampai di pos satu. Tetapi yang namanya savana, jarang sekali terdapat pohon, maka saya pun tidak berlama-lama di pos ini karena sengatan matahari, tidak heran banyak yang menyebut Rinjani ‘gunung pantai’.

DCIM101MEDIA

DCIM101MEDIA

Saya beruntung kabut mulai turun dan sedikit mengurangi sengatan matahari.Selama perjalanan, saya sering berpapasan dengan pendaki asing.Tidak heran, mendaki rinjani memang salah satu daya tarik wisata yang terkenal di mancanegara. Saya sempat berbincang dengan salah satu bule dan dia berkata, ‘Indonesia was really beautiful..’, saya hanya tersenyum dan berkata, ‘Indeed..

Sesaat sebelum matahari terbenam, saya sampai di pos tiga. Di tempat ini saya mendirikan tenda dan beristirahat untuk mempersiapkan pendakian keesokan harinya.

DCIM101MEDIA
Pos 3

Namanya terdengar mengerikan. Bukit penyiksaan, adalah nama tempat yang kami lewati pada pendakian hari kedua. Perbukitan terjal ini memang membuat kami tersiksa karena tanjakan yang seakan tak pernah habis.
Disini kami sering menemukan puncak semu, dari kejauhan seperti puncak bukit tetapi sebenarnya bukit-bukit berikutnya masih tertutup kabut.

DCIM102MEDIA
Puncak semu yang terlihat dekat

 

DCIM102MEDIA

Jalur alternatif adalah Bukit penyesalan, tanjakannya relatif lebih landai tapi jarak tempuh lebih lama.Tapi di sepanjang perjalanan hari itu, pemandangan sangat surreal.Sensasinya mirip berjalan di dunia khayal film science fiction.
Sesampainya di pos plawangan sembalun, awan sudah berada sejajar dengan kaki kami. Disini hawanya memang lain, sudah terasa benar-benar di alam liar, alam para petualang.
img_20161029_084430
Plawangan Sembalun
img_20161009_091659
Plawangan Sembalun

Bahkan saat angin berhembus pun terdengar jelas suaranya. Plawangan sembalun adalah pos terakhir sebelum puncak, dengan ketinggian sekitar 2700 mdpl.Puncak Rinjani berada di ketinggian 3726 mdpl. Berarti masih ada sekitar satu km vertikal, saya jadi malas membayangkannya.
Bagaimanapun, saya akan summit attack pas jam 12 malam tepat. Sisa-sisa tenaga saya kumpulkan demi mendaki puncak rinjani. Daypack, headlamp, makanan kecil, P3K, air serta doa yang saya bawa. Target saya tepat saat subuh saya sudah di puncak dan mengambil foto sunrise dari sana. Tapia apa daya tepat jam 12 malam angin sangat kencang, saya dan tim mulai ragu untuk muncak, setelah diskusi yang cukup lama akhirnya kami memutuskan untuk summit walaupun setengahnya diam di tenda karena tidak mau mengambil resiko. Saya dan 9 teman mulai berjalan dari Plawangan Sembalun jam 4 Subuh
Trek berpasir dan bebatuan sangat menyulitkan pergerakan.
Jalur menuju puncak adalah pasir, mirip seperti di semeru.Jalur ini sangat mengerikan, kiri-kanan langsung jurang menganga lebar.Saya sangat setuju summit attack dimulai malam hari sehingga mental kita tidak jatuh duluan melihat jalurnya.
“Seorang pendaki sejatinya tidak sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi yang menusuk ke langit, melainkan ia sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi dirinya sendiri sebagai manusia” – unknown
Sebenarnya, saat tanjakan pasir terakhir saya sudah tidak kuat sama sekali. Ingin sekali turun kebawah. Tetapi saya selalu disemangati oleh pendaki lain, yang bahkan saya tidak kenal. Teriakan-teriakan penyemangat mereka memberi kekuatan kepada saya.Bintang-bintang yang bertaburan di atas juga ikut menyemangati.Bayang-bayang orang yang saya sayangi juga tiba-tiba muncul memberikan kekuatannya.

img_20161110_232230
Hampir Puncak
Break the limit.Itu kata-kata yang selalu ada di pikiran saya. Rinjani mengajarkan saya untuk selalu tidak menyerah dalam keadaan apapun.Langkah demi langkah saya jalani, walaupun terkadang kaki terjebak di pasir, yang hanya perlu saya lakukan hanyalah melangkah dan terus berdoa.
Dan… sayapun berada di Puncak Rinjani..pada pukul setengah 8 pagi

img_20161024_084515
Puncak Dewi Anjani
Ingin menangis rasaya tapi malu hehe. Dari puncak 3726 meter di atas permukaan laut, saya bisa melihat semua sisi pulau lombok, bahkan pulau bali dan sumba!
Di kejauhan terlihat Gunung Agung di Bali berdiri dengan angkuhnya.Melihat kaldera rinjani dengan garis enam kilometer, saya merasa bagikan buih di lautan.
Setelah bersalaman dengan setiap orang di Puncak dan sedikit berfoto, saya harus segera turun karena puncak akan panas sekali dan persediaan air pun tinggal sedikit. Saat melihat jalur turun, saya sedikit merinding.Tetapi jika kita telah menemukan iramanya, kita bisa seperti bermain “ski pasir”, asalkan hati-hati jangan sampai terperosok ke jurang.

DCIM102MEDIA
Rute puncak

Sesampainya di plawangan kembali, saya beristirahat sebentar dan bersiap untuk turun ke Danau segara anak.Danau segara anak berada di ketinggian 1700 mdpl.Jalurnya cukup berbahaya, karena banyak sekali bebatuan dan pasir dan akhirnya saya sampai pada sore hari.

DCIM102MEDIA

img_20161104_094818

Danau segara anak memberikan kejutan yang luar biasa, hot spring! Ahhh, rasanya nikmat sekali berendam di air panas setelah perjalanan yang melelahkan.Rinjani memang penuh dengan kejutan. Saya hampir berendam disana dua jam lebih ditemani sama monyet-monyet liar yang ingin mencuri makanan.
img_20161012_085104

Hot Spring ( Aiq Kalaq)
Saat perjalanan pulang, kami terpecah menjadi banyak rombongan karena kondisi fisik kita beda-beda tapi akhirnya kami bersatu jua.

DCIM101MEDIA
Plawangan Senaru

Sesampainya di pintu gerbang desa senaru, hanya rasa syukur yang saya rasakan. Saya pun langsung menaiki truk untuk kembali ke kota Mataram.
Terima kasih Rinjani, terima kasih atas semua keindahan dan keajaibanmu, terima kasih telah memberikan keyakinan bahwa mimpi-mimpi itu memang dapat kita raih jika kita tidak tidak pernah menyerah, terima kasih buat teman-teman atas kehangatannya, terima kasih Tuhan telah mengizinkan saya mendaki rinjani dan melihat sedikit indahnya ciptaan-Mu.. Sampai bertemu lagi tahun depan!
Keindahan Gunung Rinjani memang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.Baik di pagi hari, siang hari, sore hari, serta malam hari, pesona Gunung Rinjani selalu terlihat dengan megahnya. Terutama di malam hari, dimana Anda akan melihat keindahan langit yang bertabur bintang. Apalagi jika Anda memandangnya sambil tiduran di luar tenda Anda, hmmm…bagaikan indah berselimutkan bintang-bintang yang gemerlapan..sungguh suatu pengalaman yang tak akan terlupakan pastinya.
Pesona yang dimiliki oleh Gunung Rinjani nyaris sempurna sehingga tidak diragukan lagi. Rinjani menjadi daya tarik yang mampu memikat minat para wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk mendakinya. Dan mendaki Gunung Rinjani tentunya akan menjadi kenangan dan pengalaman hidup yang tidak akan terlupakan.

Hmmm…menarik, bukan? Apakah Anda ingin mengeksplorasi keindahan Gunung Rinjani yang tersohor di Lombok? Jika ya, mulailah merencanakannya sejak sekarang. Rinjani dibuka bulan April lho!

 

DCIM101MEDIA
Team Kanak Getap

Nature Addict

Leave a Reply