Ritual Unik Datangkan Hujan

Post

Image Source: banjarmasin.tribunnews.com

 

Indonesia nggak hanya berisi belasan ribu pulau, tetapi juga punya beragam bahasa, dialek, suku, hingga kebudayaan. Berbagai macam kebudayaan yang mungkin nggak bisa dihitung jari dimiliki sama Indonesia, salah satunya kebudayaan daerah yang merujuk pada ritual memanggil hujan.  Ternyata, dibeberapa daerah ritualnya berbeda-beda, dan punya keunikan tersendiri. Berikut keunikan ritual mendatangkan hujan di Indonesia:

1. Ojung

Ritual Ojung ini terdapat di Bondowoso. Biasanya dilakukan saat daerah dilanda kekeringan. Tradisi ini sudah turun temurun dan sampai saat ini masih sering dilakukan oleh masyarakat setempat. Ritual Ojung diawali dengan Tarian Topen Kuna dan Rontek Singo Wulung, dan yang menjadi puncak ritual ini adalah Pertandingan Adu Pukul Sebatang Rotan. Pesertanya adalah laki-laki dewasa berumur 17 sampai 50 tahun, mereka bertanding mengadu ketangkasan dalam memecut rotan. Selain untuk memohon hujan, ritual ini juga untuk menolak bala bagi masayarakat setempat.

Image Source: triptrus.com
Image Source: triptrus.com

2. Ritual Cowongan

Ritual ini berada di Kabupaten Banyumas. Cowongan memiliki arti menghiasi wajah bagi warga setempat, jadi Cowongan adalah ritual yang dengan sengaja dilakukan seseorang untuk menghias wajah. Ritual ini dipercaya dapat menurunkan hujan berkat bantuan Dewi Sri yang merupakan Dewi Pangan. Hanya kaum wanita saja yang boleh melakukan ritual ini, karena menurut warga setempat yang datang dan merasuk dalam properti Cowongan adalah bidadari sehingga kaum laki-laki tidak boleh memegangnya. Desa yang sampai saat ini masih melestarikan ritual Cowongan untuk mendatangkan hujan adalah desa Plana, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.

Image Source: boombastis.com
Image Source: boombastis.com

3. Ritual Unjungan

Ritual ini dilakukan oleh masyarakat di Purbalingga dan Banjarnegara saat kemarau tiba, tujuannya tentu untuk mendatangkan hujan. Trandisi Unjungan merupakan tradisi mengadu manusia menggunakan rotan pesertanya adalah pria dewasa. Sebelum adu rotan dimulai, ritual diawali dengan kedua peserta Unjungan menari dengan iringan musik, saat musik berhenti baru adu rotan dimuali. Uniknya ritual ini dilaksanakan dalam jumlah ganjil, dan apabila hujan belum juga datang ritual ini akan terus dilakukan, contohnya setelah tiga kali ritual dilaksanakan dan hujan belum datang, makan Unjungan akan dilakukan sebanyak tujuh kali, dan seterusnya.

Image source: m.lakeybanget.com
Image source: m.lakeybanget.com

4. Ritual  Tiban

Ritual ini terdapat di Desa Wajak Boyolali, Tulungagung. Pada awalnya Tiban dilakukan untuk mencari prajurit-prajurit tangguh sebelum Indonesia merdeka, pada akhirnya fungsi ritual ini dianggap tidak relevan lagi karena Indonesia sudah merdeka, sehingga masyarakat pendukung kebudayaan mengadakan revisi atau perubahan tujuan dari Ritual Tiban yaitu ritual untuk meminta hujan, yang dilaksanakan saat kemarau panjang. Nah, memang agak sedikit mengerikan tetapi darah dari cambukan ini dipercaya warga akan mendatangkan hujan.

Imagesource: www.idnusantara.com
Imagesource: www.idnusantara.com

5. Ritual Gedub Ende

Di Bali juga ada ritual mendatangkan hujan, ritualnya berisi hampir sama dengan ritual di atas, yaitu mengadu dua manusia dewasa dengan menggunakan rotan atau yang disebut Ende, sedangkan Gedub adalah alat yang digunakan untuk menangkis rotan yang digunakan peserta. Dalam pertandingan ini terdapat wasit yang disebut Saye. Darah yang muncul akibat pertarungan ini juga dipercaya akan mendatangkan hujan.

Image Source: balebengong.net
Image Source: balebengong.net

 

 

 

Sumber: http://palingseru.com/12640/5-ritual-unik-untuk-mendatangkan-hujan-di-indonesia

 

Apa kata heroes lainnya?

You must be logged in to post a comment.