Romantisme Berbentuk Pulau Gusung Sanggalau

Dahulu akal pikiran dengan mudahnya membenarkan pernyataan, bahwa kesempatan takkan datang untuk kali kedua, seiring dengan berjalannya waktu, pikiran tersebut mulai terkikis, dan menganggap jika pasar saja bisa diciptakan, maka senada dengan kesempatan, kita pula yang ciptakan.

Benar saja pernyataan dari Louis Pasteur (ilmuwan) yang beranggapan ‘kesempatan lebih menyukai benak yang siap.’  Atas dasar itu nuansa nostalgia membawa serta jiwa & raga kembali ke Pulau Gusung Sanggalau, sebuah pulau yang terbentuk saat air laut surut tak jauh dari Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Pada kunjungan pertama harapan berbuah janji mengunjungi pulau ini sempat diungkap dalam hati. Oleh bantuan dari sang pencipta keinginan tersebut bisa segera terwujud. Tepat pada jam 11 menjelang siang speed boat yang akan membawa kami dari pulau derawan ke pulau gusung telah tersedia. Berbagai macam perlenggapan dokumentasi berupa beragam kamera (DSLR & action cam)  guna mendokumentasikan kembali suasana pulau nan cantik tersebut telah memadati drybag bersama dengan lainnya.

img_1295
menikmati sekitar/ dethazyo

Tak membutuhkan waktu lama, kiranya 15 menit, speed boat yang ditumpangi bersandar dibibir pantai pulau tersebut. Meski tanpa adanya denyut-denyut kehidupan berupa aktivitas manusia, pohon kelapa dan tumbuhan lainnya. Keindahan pulau yang hanya beralaskan pasir putih justru tampak menggoda ketika dikunjungi kembali.

Tanpa perlu memaksa turun, peserta trip yang kurang lebih berjumlah belasan, langsung bergegas guna mengabadikan jejak langkah di pulau tersebut. Ada yang berbahagia, ada yang bernostalgia. Ada yang menikmati, serta ada yang mengkaji.

Pulau Pelipur Lara

jump and free/ dethazyo
jump and free/ dethazyo

Rutinitas kadang kala menghadirkan stres sebagai bumbu dari kehidupan. Banyak orang pun merasa membutuhkan suntikkan semangat baru dengan liburan, guna dapat meningkat produktivitas dan kreativitas dalam menggagas ide-ide kreatif.

Jika bertanya dimana tempatnya? ya di Gusung Sanggalau, meski namanya mengandung unsur galau yang diartikan oleh banyak anak muda sebagai pikiran kacau tak karuan, sebenarnya hal tersebut tak ada hubungannya dengan pulau tersebut. Justru disini tempat dimana pikiran yang tadinya tak karuan dengan masalah yang mengunung bisa diobati, dengan kata lain sebagai tempat pelipur lara.

img_1247
mengabadikan pulau derawan dari kejauhan/ dethazyo

Sepanjang mata memandang hanya ada pasir putih, satu sisi menghadap lautan luas, sisi lainnya menghadap pulau Derawan yang kini mulai terlihat padat. Teriknya matahari siang hari menjadi salah satu keuntungan sehingga tak perlu repot-repot memainkan settingan kamera dalam hal mengambil gambar.

Semilir ombak, pasir putih, serta angin sepoi-sepoi dapat dikatakan sebagai daya tariknya. Hal itulah yang mampu menghipnotis ragam otak yang mengunjungi.  Kebebasan untuk melangkah sekaligus menuangkan kreativitas dalam berbagai macam ekspresi kebahagiaan melalui jepretan kamera yang nantinya siap dibagikan melalui sosmed.

Pikiran yang tadinya berisi ragam masalah bisa sejenak terlupakan, apalagi ketika mengisi ritual mengunjungi pulau dengan selebrasi berenang dibibir pantai. Saat raga mulai menyatu dengan hangatnya air, disitulah ketenangan akan didapat.

Andalan bagi Pasangan Yang Berbulan Madu

pasangan yang berbahagia/ dethazyo
pasangan yang berbahagia/ dethazyo

Tak hanya saat pre-wedding saja harus mengabadikan moment kebersamaan ditempat-tempat yang dipenuhi nuansa romantis, tapi saat berbulan madu pun, harusnya moment-moment kebersamaan dapat terekam ditempat yang romantis pula. Dan pulau Gusung Sanggalau menawarkan hal tersebut.

hanya berdua/ dethazyo
hanya berdua/ dethazyo

Bayangkan jika hanya Anda dan pasangan yang menghuni pulau tersebut. Duduk-duduk berdua di bibir pantai saja bisa terasa romantis. Sejauh mata memandang hanya ada Anda dan pasangan Anda (abaikan abang-abang pembawa speed boat).

img_1270
jika istri satu tak cukup/ dethazyo

Maka tepat pada saat itulah, yang mana ungkapan ‘bagai dunia diciptakan untuk berdua, yang lain hanya numpang’ bisa terealisasi dipahami satu waktu. Belum lagi jika Anda membawa serta fotografer handal yang siap mengabadikan moment kebersamaan setiap saat, pastinya saat terposting ke sosial media foto tersebut akan membuat lainnya iri sekaligus menjerit-jerit untuk ikutan, enggak percaya, cobalah berkunjung ke Gusung Sanggalau. Dan buktikan sendiri..

SUPPORTED BY :
@DerawanFisheries
@indonesia_Paradise

adrenaline junkie, copywriter, content writer, see more about me at dethazyo.blogspot.co.id & tifada.com

Leave a Reply