SEMUA KAMPUNG HALAMANKU

Sesuai dengan judulnya, tidak banyak dari kalian yang tau apa maksud saya. Edisi mudik saya saat hari raya tiba itu selalu berbeda setiap tahunnya. Jika kalian hanya memiliki satu kampung halaman, tetapi berbeda dengan saya. Kenapa? Ya karena saat hari raya tiba tempat mudik saya selalu berbeda-beda. Entah nanti ke Bima, Lombok, Jakarta, Bali, atau hingga tahun ini saya mengelilingi Jawa Tengah.

Sangat seru bukan? Tetapi di tahun ini mudik saya sangat lah membuat ayah saya berfikir “Kami tak punya kampung, tapi kami ikut-ikutan bermacet ria seperti ini” dan kata-kata itu keluar dari mulutnya karena ayah saya sangat mengantuk sehingga sepanjang jalan selama 14 jam dalam keadaan lelah dan sangat tidak fokus membawa mobil, dan ini yang pertama kalinya kami merasa ketakutan karena ayah saya membawa mobil sudah sangat sempoyongan demi waktu yang sangat singkat menuju hari kerja dan kuliah kakak dan mama saya. Tetapi ini bukan inti dari tulisan saya.

Jawa Tengah, daerah yang masih sangat murni dan banyak lokasi yang masih perawan untuk di kunjungi. Setelah mudik tahun ini mengunjungi kampung orang di Jawa Tengah, entah mudik tahun berapa lagi saya akan kembali mengunjungi Jawa Tengah. Dan mudik tahun ini adalah mudik terpanjang kedua setelah mudik ke Bima, Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan mobil. Kenapa? Karena ini benar2 mengunjungi beberapa destinasi di kota yang berbeda.  Dan singgah dirumah yang berbeda dengan bertemu orang yang berbeda pula (Tegal, Semarang, Salatiga, Karanganyar Solo). #ingetkampung

Jawa Tengah pun menjadi destinasi wisata favorit saya. Namun sayang waktu 7 hari belum cukup puas untuk mengunjungi setiap sisi di Jawa Tengah dan destinasi yang menjadi bucket list saya. Namun begitu saya cukup bersyukur karena dapat menikmati liburan bersama keluarga dan sepanjang perjalanan dapat melihat langsung keindahan ciptaan milik tuhan baik alami atau buatan. #ingetkampung

Hari ketiga di Lawang Sewu, Semarang
Hari Ketiga di Sam Poo Kong, Semarang
Hari ketiga di Kampung Pelangi Kalisari, Semarang
Hari Ketiga di Masjid Agung Jawa Tengah yang sangat megah
Hari Keempat di Kota Lama, Semarang

Mudik saya tidak hanya sampai di Semarang setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Salatiga dan singgah di kampung halaman tetangga saya. Sebelum mengunjungi rumahnya, tentunya saya harus mengunjungi satu bucket list saya yang ada di Salatiga, yaitu Pohon Pengantin Salatiga. Menurut saya ini sangat lah hebat dan keren. Bukan hanya dari pemandangannya saja, bahkan pohon ini sudah memiliki titik di google maps, WAW! Sehingga saya tidak perlu ribet lagi untuk mencarinya. Begitu sampai di pohon pengantin salatiga, saya sangatlah senang, berbeda dengan kakak dan adik saya yang sangat terheran-heran hingga mengucap “Astagfirullah”. Karena mereka fikir itu adalah tempat wisata, haha. Entah kenapa saya belum menemukan orang yang favoritnya sama seperti saya (Mengunjungi destinasi yang dengan padang pasir atau padang rumput dan terdapat satu pohon besar) #ingetkampung

Ini untuk yang ketiga kali nya sata mendapatkan destinasi dengan pohon besar yang terdapat di tengah padang rumput atau padang pasir. Dan ini juga yang ketiga kali nya saya di kucilkan karena mengunjungi tempat seperti ini haha. Hingga sekarang tidak ada hentinya saya tetap mencari destinasi seperti ini. #ingetkampung

Hari keempat di Pohon Pengantin Salatiga
Hari keempat di Eling Bening, Salatiga

Hari kelima di Rumah Pohon Salatiga

Setelah dua hari di Salatiga, saya dan keluarga saya melanjutkan perjalanan ke Karanganyar, Solo. Saat itu adalah hari jumat, tujuan utama kami mengunjungi Tawangmangu. Namun sayang, Tawangmangu tutup pada hari Jumat. Jadi kami langsung mengunjungi rumah teman ayah saya yang berlokasi di Karanganyar. Pada sore harinya saya dan keluarga saya mengunjungi alun-alun Karanganyar. WOW! Ini sangat favorit bagi saya dan keluarga saya, karena di alun-alun ini banyak sekali pakaian dan aksesoris yang kami katakan sangat murah daripada di Jakarta. Dan ingin sekali belanja yang sangat banyak disini, namun langit sudah semakin gelap. #ingetkampung

Keesokan harinya saya dan keluarga saya melanjutkan perjalanan ke Grojogan Sewu Tawangmangu. Ya, hanya destinasi ini yang kami kunjungi, padahal ada beberapa destinasi yang menjadi bucket list saya, karena waktu yng sangat singkat maka hanya dapat mengunjungi satu destinasi saja.

Hari keenam di Grojogan Sewu Tawangmangu Solo
Memberi kera makanan di Tawangmangu
Tangga dengan Pintu Akar Tawangmangu

Sampai dengan di Tawangmangu mudik saya tahun ini, setelah itu saya dan keluarga saya kembali ke Tangerang (Tempat  kami tinggal). Entah mudik tahun depan daerah mana lagi yang akan saya dan keluarga saya kunjungi. Dengan mudik ke kampung halaman orang itu adalah pengalaman yang sangat seru bagi saya. Dan tanpa harus melupakan kota asal saya yaitu Jakarta ibukota negara kita tercinta.

                 Satu kalimat untuk mendapatkan foto yang wah sangat berwisata                  

Don’t wait for the perfect moment. Take a moment and make it perfect”

Watch my video on Youtube at Pohon Pengantin Salatiga

How Much?

Harga untuk destinasi wisata sangatlah murah

Lawang Sewu : Rp. 10.000

Sam Poo Kong : Rp. 8.000

Kampung Pelangi : FREE kecuali biaya sukarelawan peminjaman aksesoris foto

Masjid Agung Jawa Tengah : FREE

Kota Lama : FREE

Pohon Pengantin Salatiga : FREE

Eling Bening : Rp. 15.000 /Org Rp. 5.000 / Mobil

Grojogan Sewu Tawangmangu : Rp. 10.000

How to Get There?

Kalian dapat menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil.

Atau dapat menggunakan kendaraan umum seperti bus atau kereta

Untuk di Semarang sudah terdapat ojek online kok

Address?

Untuk alamat sekarang sudah sangatlah mudah, semua destinasi tersebut sudah terdeteksi di google maps kok 🙂

Terima kasih @KitaINA.id

Leave a Reply