Sepotong Cerita Dari Merauke

“Izakod  Bekai Izakod Kai”. Jika kita pernah ke merauke kalimat ini akan banyak ditemukan di setiap sudut kota.  Kalimat inilah yang menggambarkan semangat warga dan Kota merauke, kalimat tersebut diambil dari bahasa suku Marind Anim,  suku asli Merauke. Satu Hati Satu Tujuan, demikian terjemahan dalam Bahasa Indonesia, semboyan itu terlihat dalam keseharian masyarakat merauke, terlihat bagaimana bersatunya seluruh warga yang sangat multi etnis dalam membangun kotanya.

Merauke, terletak diujung paling timur Republik Indonesia, berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG). Butuh waktu 5 jam penerbangan dari Jakarta dan menempuh jarak hampir 5000 Km, sungguh perjalan yang jauh. Tetapi jangan khawatir Merauke menawarkan keindahan dan keunikan yang tiada bandingannya, dikaruniai kontur geografis yang sangat datar, hampir mustahil menemukan tanjakan di kota merauke. Pantai Buti di bagian selatan Merauke memberikan nuasa matahari tenggelam yang berbeda.

Salah satu daya tarik utama adalah Taman Nasional Wasur, sebuah taman nasional yang di mana bentuknya berupa lahan basah, dan lahan basah ini merupakan lahan basah yang paling luas yang berada di Papua. Taman Nasional Wasur di Merauke lebih dikenal dengan sebutan “Serengiti Papua“.

 

Pantai ini sangat landai sehingga perlu dipasang penahan ombak. Namun sunset tetap memukau
Masih Keindahan Pantai Buti
Masih tentang indahnya Pantai Buti
Mesjid Agung Kota Merauke
Musamus atau rumah semut sebenarnya bukanlah sarang yang dibuat oleh semut. Lebih tepatnya, mahakarya alam Merauke ini adalah sarang dari hewan sejenis rayap Macrotermes sp. Bicara tentang sarang serangga, tentu di pikiran kita akan terbayang sarang yang berukuran kecil. Namun, Musamus berukuran sangat besar, bahkan ratusan kali lipat serangga pembuatnya. Tingginya bisa mencapai 5 meter dengan diameter lebih dari 2 meter, dan ukurannya bervariasi di atas permukaan tanah. Lokasi Taman Nasional Wasur
Hutan-hutan yang mayoritas pohon berkayu putih (Melaleuca Sp), dapat ditemukan sepanjang Taman Nasional Wasur.
Keindahan yang tiada taranya

Di sini, di sudut-sudut negeri ini ada kami berjaga
Dari tempat mentari mulai menghangatkan tubuh
Dan ke arah dia akan membenamkan kepalanya, ada kami berdiri

Inilah Indonesia Raya….!!

Pada Tiang Matahari
Oleh Emanuel Dapa Loka

Photography Enthusiast (https://www.photoblog.com/arifrudiana) “When words become unclear, I shall focus with photographs. When images become inadequate, I shall be content with silence.” (Ansel Adams)

1 Comment

Leave a Reply