Siapa Bilang ke Pulau Moyo Mahal

“Pulau Moyo?”

“Hah, di mana tuh?”

“Mahal”

Begitulah tanggapan orang-orang jika ditanya tentang Pulau Moyo, ada yang ga tahu dan ada yang langsung kisut bilang mahal.

Awalnya saya juga sempat ragu untuk ke pulau yang berada di sebelah utara Pulau Sumbawa ini, pasti mahal mengingat pulau Moyo sudah termasuk Indonesia Timur yang identik dengan biaya transportasi yang mahal, belum lagi Resort Amanwana yang harga kamarnya bikin keselek. Beneran jiper.

Meskipun ragu, tetap saja meracuni diri dan partner untuk main ke Pulau Moyo. Lalu iseng, cari info bagaimana akses menuju Pulau Moyo, transportasi, penginapan dan tentu saja keindahan alam apa yang ditawarkan pulau yang pernah menjadi tempat persembunyian Lady Diana Spencer di tahun 1993. Hasil pencarian berbuah manis, akses menuju pulau Moyo tidak susah, penginapan ada dan tentu saja sesuai dengan kantong kami, kantong kelas menengah yang kebetulan tidak sombong.

Ketok palu, “cus, kita ke Moyo”

Untuk mencapai Pulau Moyo bisa melalui Bali atau melalui Lombok lalu menuju Sumbawa lalu nyebrang ke Pulau Moyo. Tentu saja kami memilih Lombok karena penerbangan Jakarta-Lombok tidak seramai dan semahal Bali apalagi di long weekend. Penerbangan Jakarta-Lombok dilayani oleh Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Citilink dengan penerbangan pertama di jam 5.00 dan penerbangan terakhir di jam 20.00. Dari kombinasi harga dan waktu kami putuskan kami berangkat jumat malam penerbangan terakhir dan kembali ke Jakarta di hari selasa dengan penerbangan paling malam dengan harga tiket Rp 2.061.723/orang. Cukup mahal karena kami beli 2 minggu sebelumnya dan di saat long weekend . 

Sepanjang penerbangan Jakarta-Lombok kami  tidur, bangun, tidur bangun sambil membahas tempat yang akan kami datangi, jadwal bahkan sampai sempat membahas kami akan ke mana lagi setelah ini. Ini yang membuat kami lupa dengan perihnya dompet akibat harga tiket yang cukup mahal di long weekend ini, lupa karena kami sangat senang bisa kabur main ke pulau yang kata orang mahal tapi masuk di budget kami yang akan saya jabarkan di bagian akhir tulisan ini.

Dari Lombok ke Sumbawa bisa ditempuh dengan pesawat Wings atau Garuda masing-masing 1 kali penerbangan di pagi hari. Penerbangan ini hanya dalam waktu 30 menit, cukup singkat jika dibandingkan dengan  jalan darat menuju pelabuhan Khayangan selama 2 jam dan menyebrang dengan fery sekitar 1 jam menuju Sumbawa.

fullsizerender
Halo Sumbawa
Pemandangan dari Lombok - Sumbawa
Pemandangan dari Lombok – Sumbawa

Dari Sumbawa kami menyeberang dari pelabuhan pantai Gowa dengan kapal motor selama 1 jam menuju pulau Moyo. Karena waktu kami singkat dan kami dalam edisi malas repot, kami menggunakan jasa travel lokal Pak Widi yang bisa dihubungi di www.pulaumoyo.com atau hp : 081283757510 yang akan mengatur perjalanan kami selama di Sumbaya – Moyo. Kalo mau repot bisa aja nyari dan sewa kapal sendiri dari pelabuhan Gowa seharga 1.000.000/hari atau numpang kapal peyeberangan seharga Rp 60.000/orang tergantung nego yang jadwalnya ga pasti tapi bisa berbaur dan melihat kehidupan warga lokal. Cari penginapan bisa hubungi Pak Sukur di 085333799339 atau kalo mau bisa ke Sunset Moyo Bungalow  yang bisa dihubungi di email: [email protected]  atau telpon ke 081338248314 ( Jeff ) /085205171191 ( Dini )

img_6482

x
Sunset Moyo Bungalow

Pagi itu angin bertiup sepoy-sepoy dan matahari masih bersahabat. Kami pindah duduk di bagian atas kapal motor, membiarkan matahari membakar sedikit kulit yang terlalu sering kena AC di kantor.

img_3611
Karena kulit butuh matahari

Perlahan kapal kami melewati bagian barat daya Pulau Moyo, dari jauh kami bisa melihat Resort Awanmana yang pernah disambangi David Bowie, Mick Jegger, Lady Diana hingga petenis Maria Sharapova. Benar-benar private resort.

Kami melambaikan tangan saja pada private resort itu dan meneruskan perjalanan menuju Labuan Aji, pelabuhan dan pusat desa di Pulau Moyo. Sepanjang jalan mata kami disuguhi langit biru, tebing-tebing sekeliling pulau yang ditumbuhi tanaman liar, pasar putih yang kontras dengan gradasi warna air laut dari biru hingga toska. Cantik.

img_6483

Begitu tiba di Labuan Aji kami menuju ke penginapan pak Sukur yang berjarak 300 meter dari tempat kapal kami bersandar di depan kantor kelurahan Labuan Aji. Setelah meletakkan barang, beres-beres sebentar kami bergegas menuju air terjun Mata Jitu dan air terjun Diwu Mba’i yang menjadi wisata andalan Pulau Moyo selain Takat Sagele, Tanjung Boko, Batu Kapal (Crocodile Head), Air Manis, Poto Jarum, Tanjung Pasir.

img_6484
Takat Sagele di pagi hari

Kami sudah ditunggu oleh ojek yang akan mengantar kami menuju air terjun Mata Jitu yang terkenal dengan kolam bertingkat dan air berwarna toska. Tanpa buang waktu, kami naik ojek selama hampir 20 menit melewati jalan mendaki, terjal, sempit, berbatu dan berdebu yang bikin pantat pegal tapi hati senang.  Setelah naik motor sekitar 15 menit dari Labuan Aji menuju parkiran Mata Jitu yang dilanjutkan dengan jalan sekitar 5 menit perlahan suara air terjun mulai kedengaran dan tahu-tahu kami tiba di Mata Jitu

img_3664
Jalan menuju Mata Jitu yang bikin pantat pegal

Kebetulan hari itu sepi, hanya ada 5 orang yang sedang foto-foto di bagian tingkat kedua dari Air Terjun. Kata guide kami, debit air lagi surut karena belum hujan dua minggu terakhir, padahal menurut kami airnya udah mampu buat merendam diri sampai leher. Kami bermain di bagian terbawa dari Air Terjun Mata Jitu yang dalamnya hampir 3-5 meter, berenang dan terjun menceburkan diri merasakan segarnya air Mata Jitu. Puas berenang di bagian bawah, kami jalan menuju bagian puncak dari air terjun yang dinamai Queen waterfall ini.

img_6492
Si Cantik Mata Jitu
img_6491
Bagian atas Mata Jitu yang tenang
img_3822
Patuhi aturan demi kelestarian alam
img_4814
Capek berenang, boleh donk leye-leye sebentar

Puas bermain di Mata Jitu kami melanjutkan perjalanan ke air terjun lainnya, Diwu Mba’i yang terletak di utara Labuan Aji. Dalam bahasa Bima (penduduk Moyo terdiri dari suku Bima, Samawa/sumbawa dan bajo) berarti kolam buaya, yang dulu sempat dihuni oleh banyak buaya. Tenang buayanya udah ga ada lagi sekarang jadi aman buat membuang diri ke air sedalam 3 meter.

Tidak seperti Mata Jitu yang  bertingkat-tingkat, Diwu Mbai hanya terdiri dari satu  tingkat dengan kedalam 3 meter dan tak sehijau Mata Jitu. Ga menarik ya? Jangan salah, ada yang menarik dari air terjun ini, bukan buaya tapi ada tali dari dahan pohon yang bisa digunakan untuk berayun seperti tarzan, lepas tangan dan nyempung ke air. Seru khan.

img_3879
Ayun, lepas, terjun

Saya awalnya malas untuk main di Diwu Mba’i ini, ahk biasa pikir saya. Tapi begitu liat abang guide berayun-ayun macam tarzan lalu membuang diri dengan santai, saya tergoda tapi saya takut. Jiper. Terakhir kali terjun bebas di air itu 2008 ketika harus training T-Bosiet (persyaratan kerja di lepas pantai). Diledekin abang guide dan partner, saya kepancing juga pengen ikutan nyoba berayun-ayun di dahan kering. Senang berayun saya tetap saja ga berani melepaskan tangan terjun bebas dalam air. Butuh waktu lama untuk saya berani melepaskan tangan dan terjun. Cukup bikin kesal abang guide yang di samping. Puas membuat abang guide kesal, kami pindah tongkrongan, balik menuju Labuan Aji menuju Amanwana. Jujur saja kami penasaran dengan private resort yang menjadi tempat persembunyian Lady Diana di masa lalu, apa sih yang membuat resort ini beda.

img_6486
adem yes?

Kami naik kapal selama 15 menit menuju Amanwana di bagian barat daya pulau Moyo. Kami tiba di dermaga amanwana dan diantar dengan semacam bus tentara menuju resort yang berjarak 1.5km dari dermaga. Sepi. Amanwana memang sedang sepi hari itu, hanya ada 3 pengunjung yang nginap. Kami heran kenapa Mata Jitu hanya kami saja, kenapa Diwu Mba’i juga hanya kami saja pengunjung dan di Amanwana pun hanya 3 orang pengunjung. Memang sepi karena dikira mahal atau memang lagi low season saja? Ternyata  September – Oktober memang sepi pengunjung dan memang waktu terbaik untuk main ke Moyo karena September Oktober  langit cerah, laut tenang dan matahari sepanjang hari akan membuat main ke Moyo menyenangkan sekali.  Sedangkan Juni- Agustus lumayan ramai karena waktunya liburan sekolah dan turis asing yang mencari matahari akan banyak dijumpai di Moyo. Jadi kalo mau ke Moyo sebaiknya April-Mei atau September-Oktober.

Berhubung kami belum makan siang, sekalian aja kami makan siang di restoran yang menyajikan makanan khas Indonesia dan Barat dengan bahan-bahan organik dan terbaik sesuai paham healthy food yang sedang trend akhir-akhir ini. Beruntung, kami diajak keliling resort oleh salah satu karyawan Amanwana sebelum akhirnya kami pulang ke Labuan Aji mengejar sunset di Takat Sagele. Perut kenyang hati senang.

img_6487
Halo Amanwana, saya penasaran

Matahari hampir tenggelam ketika kami meninggalkan Amanwana. Sepanjang perjalanan dari  Amanwana menuju Labuan Aji mata kami ditawan oleh langit abu-abu yang dihiasi cahaya oranye sisa kekuatan matahari. Benar-benar indah, sampai mulut ngagah sangkin terkesimanya dengan paduan langit indah di atas laut Moyo.

img_6485
Senja di Moyo

Bawalah uang secukupnya karena di Moyo tidak ada mesin ATM, siapa tau mau beli ole-ole. Signal hanya ada telkomsel dengan jaringan EDGE yang butuh waktu lama untuk loading.  Ahk sebaiknya matikan saja mobile datanya dan nikmati cantiknya Moyo.

ketika pulang kami memboyong madu asli moyo dan kopi moyo. Madu moyo ini adalah madu hutan bukan hasil peternakan yang dijual di pasaran. Madu Moyo bisa dibeli dengan harga Rp 100.000/botol ukuran 600ml. Sedangkan kopinya adalah kopi hasil penggorengan dan penggilingan asli penduduk lokal tanpa campuran beras atau jagung yang bisa dibeli seharga Rp 50.000/bungkus. Sebaiknya begitu tiba di Moyo langsung pesan madu dan kopi terlebih dahulu supaya ga kehabisan.

Dalam perjalan balik dari Moyo ke Sumbawa, kami sempatkan berenang dan snorkling lucu di beberapa spot snorkling di Moyo seperti Takat Sagele, Tanjung Boko, Ai Manis,Poto Jarum dan Tanjung Pasir. Sayangnya kami ga bisa ke Tanjung Pasir karena kapal kami kekurangan oli, daripada ga bisa balik ke Sumbawa atau luntang luntung di laut mendingan pulang dan berbesar hati menghapus rasa penasaran tentang Tanjung Pasir yang setelah kami browsing ternyata lokasi paling kece buat berenang dan foto-foto. Kezel.

img_4704
Duduk duduk santai di Poto Jarum

Meskipun gagal ke Tanjung Pasir, kami tetap senang karena bisa piknik ke tempat yang kata orang-orang mahal tapi ternyata mampu kami datangi dan ga bikin bangkrut selesai piknik.

Sambil nunggu pesawat kembali ke Jakarta, kami sempat membahas tujuan main melulu selanjutnya. Sambil memikir tujuan, saya sebagai menteri keuangan menulis kembali semua pengeluaran kami di balik struk makan malam kami.

Hasilnya……..

kami hemat Rp 439.000/orang dari perkiraan awal biaya perjalanan Rp 5.500.000/orang sudah termasuk pesawat Jakarta-Lombok, Lombok-Sumbawa, hotel di Lombok, transportasi, penginapan di pulau Moyo dan nginap cantik di Samawa Seaside Resort, Tanjung Menangis, Sumbawa.

Silahkan dipilih mau jalan sendiri atau mau dibantu sama travel lokal
Silahkan dipilih mau jalan sendiri atau mau dibantu sama travel lokal

Betul khan Pulau Moyo itu masih terjangkau biayanya, ga harus pergi se-RT untuk menekan biaya, bisa backpack atau semi backpack, bisa atur sendiri atau pakai jasa travel lokal sambil membantu perekonomian dan pariwisata Sumbawa seperti kami.

 

Ayo ke Moyo!

 

 

Sampai jumpa di edisi main melulu lainnya.

 

 

 

2 Comments

  1. Hi Nonaling,

    Terima kasih buat share ceritamu ke Pulau Moyo ya, kayaknya seru 🙂
    Anw saya liatliat paket perjalanan ke Pulau Moyo di link website yang dirimu sebut yaitu http://www.pulaumoyo.com dan kontak atas nama Pak Widi. Ini websitenya valid ga ya, karena saya ga bisa liat contact-nya di website dan ga bisa email ke mereka juga, ada beberapa hal yang mau saya tanyain ke mereka soalnya hehe..
    Terima kasih atas perhatiannya, kalo sempet tolong dibales yaa 🙂

    Cheers,
    Mutia

    1. Hai, perkenalkan saya Galuh Rilangga, saya asli dari Sumbawa Besar,.
      Buat teman” yg ingin menyewa kapal penyeberangan dari Sumbawa ke Pulau Moyo, Pulau Kenawa, dll dengan budget yg murah bisa kontak saya melalui SMS/Phone/WA : “085338653105” atau bisa email : “[email protected]
      Terima Kasih,.
      Ayo ke pulau Sumbawa,. 😁🙏

Leave a Reply