Small City with Great Memory #ingetkampung Desa Tercinta

Small city with great memory. Begitulah penggambaran yang tepat menurut saya tentang kampung halaman. Baru bulan lalu rasanya saya pulang kekampung halaman. Kampung halaman bapak lebih tepatnya. Letaknya di Prembun, Kebumen – Jawa Tengah. Sebuah daerah kecil yang bahkan  tak dapat terlihat oleh orang kebanyakan di peta.

Prembun adalah nama salah satu Kecamatan di Kabupaten Kebumen, untuk pergi kesana kalian bisa menggunakan kendaraan roda 4 atau kereta api. Jarak kecamatan ini relatif jauh dari pusat kota Kebumen, untuk itu walau kereta berhenti di Stasiun Kebumen, saya tidak pernah turun di stasiun itu karena jarak antara Kota Kebumen dan Kecamatan Prembun lebih jauh dari jarak antara Stasiun Kutuarjo dengan Kecamatan Prembun. Setelah sampai di Stasiun Kutuarjo kalian hanya tinggal menaiki bus desa yang setiap beberapa menit sekali lewat di stasiun untuk sampai ke Kecamatan Prembun.

Bagi bapak, daerah ini  bukan sekedar kampung halaman belaka, tapi lebih kepada tempat dimana seluruh usaha dan kerja kerasnya bermula. Tak banyak yang saya tahu tentang sejarah daerah ini. Tapi tentang kearifan lokal, tradisi dan adat yang kental tetap dapat saya rasa di daerah pinggir Kota Kebumen tersebut. Salah satu tradisi yang masih melekat dingatan saya adalah saat lebaran tahun lalu. Di kampung ini tradisi bermaaf-maafan antara sesama penduduk desa bukan terjadi dihari pertama lebaran, namun di hari kedua. Tradisi yang kental juga membuat setiap orang yang mengunjungi rumah penduduk desa harus duduk, berbincang ,dan makan satu atau dua cemilan yang telah disediakan. Menghormati, kata Bapak.

Baru 3 kali saya pulang ke kampung halaman. Lebaran 2 tahun lalu, akhir tahun lalu dan bulan lalu. Tapi tentang suasana dan berbagai macam rasa yang tercipta di sana, menjadi sebuah kerinduan yang membuat saya ingin pulang lagi dan lagi. Karena begitulah seharusnya desa, tempat di mana kita bisa menghilangkan kepenatan kota dan memunculkan kenangan lama.

Desa Bapak saya bukan desa yang ramai dan besar. Walau letaknya di pinggir jalan utama menuju Jogja dan berbatasan dengan rel kereta, desa ini memiliki suasana yang berbeda. Di desa ini kalian bisa merasakan desa dan kota dalam satu tempat yang sama. Jika keluar ke jalan raya, kalian akan melihat pasar, kendaraan, toko, dan penjual asongan. Suasana kota. Jika menuju ke dalam desa, kalian akan melihat sawah, jembatan gantung dan air terjun. Sungguh menentramkan jiwa.

Untuk pariwisatanya juga tak kalah hebatnya. Sebut saja goa jatijajar, yang telah lama terkenal hingga pantai menganti yang baru baru ini menjadi sorotan ada di kebumen.

Begitulah sebuah desa, walau kecil namun punya sisi kehidupan yang luas. walau sepi namun punya tradisi yang masih ramai, walau jauh namun tetap dekat untuk selalu diingat dan teringat.
goa jatijajar tempat pariwisata terkenal di kebumen

 

 

 

 

1 Comment

Leave a Reply