Swing Extreme di Enrekang, kamu berani coba?

Baru kali itu saya mendengar sebuah kota bernama Enrekang. Berawal dari percakapan dengan seorang teman yang asli orang Enrekang, salah satu kota yang berada di provinsi Sulawesi Selatan. Wilayahnya sebagian besar terdiri dari pegunungan dan bukit-bukit. Perjalanan dari Makassar ke Enrekang sekitar 6 jam perjalanan darat, memasuki wilayah Kabupaten Enrekang jalanan mulai berbelok-belok padahal dari Makassar sampai Parepare jalanan lebih banyak lurusnya.

Pemandangan dari balkon rumah teman saya, bikin iri..

Udara terasa sejuk ketika sampai di Kota Enrekang, di sebelah kanan dan kiri rumah teman saya terdapat gunung. Bahkan ketika bangun pagi hari, saya masih bisa melihat kabut dari depan balkon kamar yang menghadap ke Gunung Nona dan jika saya melihat ke arah sebelah kiri terdapat Gunung Bambapuang.

Mungkin banyak yang belum tahu tentang kota ini, orang lebih tertarik pergi ke Tanah Toraja yang sudah terkenal. Padahal untuk pergi ke Toraja kita melewati jalanan kota Enrekang. Jadi, apa saja yang bisa kita lakukan di kota ini selain naik Gunung Bambapuang? Ehmm, tadinya saya mau naik gunung tersebut, tapi sepertinya waktu saya tidak cukup untuk berlama-lama disini.

Tiket masuk gratis khusus saya karena teman saya yang punya daerah, hehehe..

Pagi-pagi setelah mandi saya pergi ke Buttu Macca untuk mencapai bukit di atas awan dengan pemandangan hijaunya Gunung Nona dan aliran air sungai Mata Allo yang kecoklatan. Disana ada beberapa spot foto yang sudah ditandai dengan properti pengelola Buttu Macca dan ada sebuah ayunan katapel. Sayangnya, (kalo sayang dihalalin dong, ehh..) hari masih pagi saat saya kesana sehingga belum banyak orang berdatangan bahkan warga yang biasanya mengelola tempat itu baru datang ketika saya berniat kembali ke rumah teman saya. Lain kali mungkin saya coba ayunan katapelnya Buttu Macca, sementara saya mencoba dulu swing extreme yang sedang hits di Enrekang.

Cocoknya foto sama pasangan disitu, jangan sendirian.. hihi
Spot foto lainnya di Buttu Macca

Sarapan pagi yang dibuatkan oleh ibu teman saya terasa nikmat *saya mah soal makanan cuma ada kamus enak dan enak banget*. Kami berdelapan pergi ke Cekong Hills, tempat swing extreme berada. Entah kenapa jadi ada delapan orang, haha.. Itu terdiri dari saya dan 2 orang teman saya serta adik dan sepupunya ditambah teman sepupunya. Pusing saya… sampai nggak ingat namanya, hehe..

Dari atas swing extreme, indah kan..

Cekong Hills berada tidak jauh dari tempat tinggal teman saya yang memakan waktu 10 menit dengan berkendara, setelah memarkir mobil kami berjalan ke atas bukit sekitar 15 sampai 20 menit berjalan santai, tapi panas…

Sambil menunggu giliran naik ayunan, saya melihat sekeliling Cekong Hills, terdapat banyak permainan yang membutuhkan nyali. Seperti naik motocross dengan jalur ekstrimnya, flying fox dari bukit ke bukit, serta yang hits ‘swing extreme’¬†yaitu permainan ayunan yang berada di ujung jurang dengan ketinggian mencapai 150 meter dari dasar jurang dan memiliki ketinggian 1.000 meter dari atas permukaan laut, dibawahnya terdapat pemandangan mengagumkan bagi siapa saja yang melihatnya.

Kamu berani mencoba? Harus berani dong.. Untuk saya yang suka tantangan akan menjawab “kalian harus coba, awalnya memang agak parno tapi lama-lama asyik lhoo, saya sampai nggak mau turun dari ayunan kalo nggak ingat antrian panjang dibelakang saya.

Semoga ada kesempatan untuk saya kembali kesana, amin..

 

Leave a Reply